MANAGED BY:
SABTU
16 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

BALIKPAPAN

Sabtu, 22 Juni 2019 13:16
Anggaran Banjir Direalisasikan Bertahap

Pembebasan Lahan Baru Rp 30 M, Tagih Janji Pemprov dan Pusat

KECIL: Salah satu bozem yang disediakan perumahan.

PROKAL.CO, Konsep penanganan banjir diklaim sudah rampung. Tinggal eksekusi lapangan. Meski realisasi anggaran minim.

BALIKPAPANSejak kasus banjir besar, dua tahun lalu, Pemkot Balikpapan membentuk satgas pengendali banjir untuk melahirkan masterplan penanganan. Keperluan anggarannya mencapai Rp 300 miliar. Itu pun hanya untuk normalisasi Sungai Ampal. Yang disebut menjadi salah satu kunci mengatasi genangan di Kota Minyak.

Penanganan banjir secara keseluruhan sejatinya memerlukan dana lebih besar. Sekitar Rp 600 miliar. Hingga saat ini, DPRD Balikpapan hanya mampu mengalokasikan Rp 123 miliar. Wakil rakyat beralasan merealisasikan anggaran secara bertahap. 

"Normalisasi dari hulu sampai hilir ini butuh biaya besar, tidak bisa langsung ada dana. Kami realisasikan secara bertahap," ucap anggota Komisi III DPRD Balikpapan Syukri Wahid. Dia mengungkapkan, tahun ini DPRD telah mengalokasikan Rp 13 miliar dari APBD untuk pembebasan lahan.

"Hingga memasuki tahun ketiga, total anggaran pembebasan lahan ini baru terealisasi Rp 30 miliar," jelasnya.

Syukri menambahkan, langkah selanjutnya, Pemkot Balikpapan bisa menagih bantuan dan peran Pemprov Kaltim untuk normalisasi Sungai Ampal. Dia memberi contoh seperti Samarinda yang bisa mendapatkan bantuan sekitar Rp 600 miliar. 

“Itu sempat kami minta pemkot ajukan permintaan bantuan ke pemprov,” imbuhnya.

Sejauh ini, Pemprov Kaltim akan membantu penanganan banjir di saluran sekunder. Walau Syukri juga belum memastikan berapa besaran bantuan tersebut. "Saat ini masih dilakukan perencanaan APBD perubahan," imbuhnya.

Belum lagi, pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR akan membantu dana penanganan banjir di Balikpapan Rp 300 miliar melalui APBN. Sehingga defisit keuangan untuk mencapai kebutuhan Rp 600 miliar ini bisa terbantu.

Dia menegaskan, DPRD akan terus follow up dan mengawal janji bantuan tersebut. Misalnya, melakukan pertemuan atau konsultasi dengan Kementerian PUPR. Dia yakin, jika bantuan Rp 300 miliar dari APBN benar terealisasi, Pemkot Balikpapan bisa menganggarkan untuk sisa kebutuhan dana penanganan banjir. 

"Misalnya butuh Rp 300 miliar lagi, masih bisa masuk empat sampai lima anggaran lagi dari APBN murni, kemudian APBD perubahan, dan selanjutnya," jelasnya.

Dia pun menyarankan, selama tersisa dua tahun masa pemerintahan kepala daerah, wali kota sebaiknya mengalihkan sumber daya keuangan daerah untuk penanganan banjir. 

Terutama untuk anggaran yang sifatnya tidak terlalu mendesak. Misalnya, penyemenan jalan untuk sementara dialihkan ke penanganan banjir yang lebih mendesak. “Kata kuncinya ada di tim keuangan daerah,” imbuhnya.

Dia berharap, dengan kejadian banjir Senin (17/6) lalu, bantuan dari Pemprov Kaltim dan pemerintah pusat segera terwujud. Dengan begitu, kebutuhan dana anggaran daerah yang kurang untuk penanganan banjir bisa tertutupi.

"Perlu advokasi anggaran terus-menerus mumpung banjir sempat jadi berita nasional. Sehingga pemerintah pusat tahu dan segera memberikan bantuan," sebutnya.

Menurut dia, sekarang tinggal aksi karena seluruh konsep penanganan banjir sudah rampung. Perlu diketahui, hingga kini proyek normalisasi masih terhambat pembebasan lahan.

Syukri menilai, Pemkot Balikpapan bisa tegas dalam pembebasan lahan. Pasalnya, sesuai Undang-Undang Pembebasan Lahan untuk Sarana Publik, pemerintah punya otoritas untuk tetap bergerak. Belum lagi sudah ada konsep appraisal, ganti untung lahan. 

"Kalau mentok pada negosiasi pembebasan lahan, pemerintah bisa titipkan uang pengganti ke pengadilan. Kemudian lakukan eksekusi karena ini untuk kepentingan publik atau masyarakat luas," ucapnya. Syukri berharap, masyarakat yang terkait dalam pembebasan lahan dapat mengerti. 

"Apalagi normalisasi Sungai Ampal ini nanti untuk jangka panjang. Peninggalan untuk masa depan yang menikmatinya," tutup dia. (gel/dwi/k8)

 


BACA JUGA

Rabu, 13 November 2019 12:00

Jukir Liar Merajalela, Dishub Diminta Perketat Pengawasan

BALIKPAPAN – Setiap akhir pekan, warga Kota Minyak kerap berkumpul…

Rabu, 13 November 2019 11:59

Soal Ricuh Tarian Pria Berpakaian Perempuan di Mal, Ini Kata Manajemen

BALIKPAPAN – Manajemen Pentacity Shopping Venue mengungkap permohonan maaf. Sekaligus…

Rabu, 13 November 2019 11:57

Difable ID, Jembatani Disabilitas dan Dunia Kerja

Banyak komunitas anak muda yang ada di Kota Minyak. Termasuk…

Selasa, 12 November 2019 11:47

Kakak Bunuh Selingkuhan Adik, Pelaku "Saya Tak Tahu Dia Meninggal"

BALIKPAPAN – Sakit menimpa, sesal terlambat. Hardiansyah, pelaku penganiayaan berujung…

Selasa, 12 November 2019 11:44

Balikpapan Terima Tujuh Unit Alat Pencacah Plastik

BALIKPAPAN – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui…

Selasa, 12 November 2019 11:43

CPNS, Delapan Kuota Lulusan SMA untuk Pol PP

BALIKPAPAN - Pengumuman penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) telah…

Senin, 11 November 2019 12:59
Operasi Zebra, Pelanggar Dominan Roda 2

Selama Operasi Zebra, Lebih 14 Ribu Surat Tilang

Angka pelanggaran lalu lintas setiap tahun cenderung bertambah. Roda dua…

Senin, 11 November 2019 12:58

Adu Kreatif Lomba Mading Rupiah 3 Dimensi, Cintai, Jaga dan Rawat Uangmu…

Kreativitas tuntutan bagi para generasi muda. Dengan kreativitas, mereka dapat…

Senin, 11 November 2019 12:56

Kodrat Tewas di Tangan Kakak Selingkuhan

BALIKPAPAN – Penganiayaan berujung pembunuhan terjadi di sebuah indekos di…

Minggu, 10 November 2019 23:57
CKB Gagas Aksi Bersih-Bersih Pantai Smacly Lamaru

Kebijakan Berhasil Kurangi 56 Ton Sampah Plastik

Wajah sebagian pantai Balikpapan mulai indah dan bebas dari sampah.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*