MANAGED BY:
SABTU
18 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Sabtu, 22 Juni 2019 12:21
Paser Masuk Kloter 10 Embarkasi Balikpapan
MENUJU BAITULLAH: Pelepasan jemaah haji Paser 2018 lalu, yang dilepas oleh Forkopimda.

PROKAL.CO, TANA PASER-Meski kepastian jadwal keberangkatan calon jemaah haji asal Kabupaten Paser 2019 belum ditentukan. Namun, Kementerian Agama (Kemenag) Paser memastikan Paser masuk kloter 10 bersama jemaah dari Samaridan dan Kutai Timur dari 13 kloter.

“Saat rapat Rabu lalu di Embarkasi Balikpapan, belum ditentukan jadwal keberangkatannya. Namun diperkirakan dari akhir Juli, bisa dipercepat lagi. Di Embarkasi Balikpapan akan mengelola jemaah dari 4 provinsi. Yakni Kaltara, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah. Kami juga masih menunggu data penambahan 10.000 kuota jamaah haji untuk Indonesia dan disebar ke seluruh daerah. Insya Allah sekitar 42 hari perjalanan jemaah tahun ini dihitung dengan pergi dan pulang,” jelas Kasie Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Paser Abdurrahman, Jumat (21/6).

Dia menerangkan, kuota awal haji Paser tahun ini sebanyak 248 orang. Selanjutnya mendapat tambahan 12 orang dari Kementerian Agama. Mereka khusus lanjut usia di umur 80 ke atas yang memang sudah mendaftar di antara tahun 2010-2016 datanya.

Sedangkan untuk jemaah haji murni sebenarnya hanya 246, dua orang merupakan tim pemandu haji daerah (TPHD). Mereka berasal dari pejabat Pemkab Paser. Yakni Sekretaris Dinas Kesehatan Paser Yasriansyah dan Kabid Pengembangan Kepariwisataan Asnawi. “Tahun ini Pemkab Paser menunjuk dua pejabat langsung, dari yang biasanya hanya 1 pejabat dari pemkab dan satunya dari Kemenag Paser,” terangnya.

Paser berada di peringkat empat kabupaten dan kota di Kaltim untuk kuota calon jemaah haji tertinggi. Pertama ialah Kota Samarinda dengan 613 kuota, Kutai Kartanegara 588,dan ketiga  Balikpapan 533. Kutai Barat yang juga bergabung dengan Mahakam Ulu hanya mendapat 96 kuota. Sedangkan daerah tetangga Penajam Paser Utara (PPU) ada 144.

“Untuk biaya haji tahun ini sekitar Rp 38.259.345. Sedangkan khusus TPHD biayanya lebih besar yakni Rp 72.243.504 namun dibiayai oleh pemerintah daerah,” lanjutnya.

Sebagai informasi, Warga Bumi Daya Taka (Paser) yang mendaftar menuju tanah suci tercatat terus meningkat sejak 2015, yakni sebanyak 550 orang. Selanjutanya pada 2016 ada 565 orang, 2017 ada 697 orang, dan 2018 ada 716 orang. Total antrian hingga 25 Januari 2019 lalu ada 5.676 daftar tunggu. Ditambah 247 hingga per Mei 2019 lalu. Jika mendaftar tahun ini, harus siap menanti masa keberangkatan 23 tahun lagi. Berbeda dengan Ongkos Naik Haji (ONH) Plus, hanya sekitar 6 tahun. (/jib/dns)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Januari 2020 09:52

Tes CPNS Sebentar Lagi, PLN dan Telkom Mesti Siap Juga Nih

ARTA KUSUMA YUNANDA/BP TANJUNG REDEB–Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP)…

Sabtu, 18 Januari 2020 09:51

Merasa Terbuang, Pedagang Pilih “Ngemper”

SANGATTA–Puluhan pedagang menyebut merasa terbuang karena tidak mendapat lapak untuk…

Jumat, 17 Januari 2020 11:36

MAAF YOOO...!! Sendawar Belum Layak Anak

SENDAWAR – Status Kabupaten Layak Anak (KLA) tidak bisa disematkan…

Jumat, 17 Januari 2020 11:35

Banjir di Tenggarong Seberang Makin Parah, Wakil Rakyat Tuding Ini Biangnya....

Aktivitas tambang batu bara dituding sebagai biang banjir yang sering…

Jumat, 17 Januari 2020 11:34

Keluhan Warga Direspons Cepat

Pemkab Kutim langsung merespons keluhan masyarakat Desa Mata Air, yakni…

Jumat, 17 Januari 2020 11:33

“Jalan Bubur” Mulai Dikerjakan

Jalurnya berliku-liku, menanjak, dan menurun. Lebarnya sekitar 5 meter (m).…

Jumat, 17 Januari 2020 10:47

Pejabat Datang, Portal Lahan untuk Pura Itu Akhirnya Dibuka

TANA PASER - Polemik terhambatnya proses pembangunan Pura bagi umat…

Jumat, 17 Januari 2020 10:45

Masyarakat Paser Tidak Harus Konsumsi Beras

TANA PASER - Masih defisitnya hasil produksi padi di Kabupaten…

Jumat, 17 Januari 2020 10:42

Dua Kampung Akhirnya Nikmati Listrik 24 Jam, Masih Ada 73 Kampung Lagi Menunggu

SENDAWAR–Tak bisa dibayangkan bagaimana kebahagiaan warga Muara Bunyut dan Empakuq.…

Jumat, 17 Januari 2020 10:41
Tenggarong Harus Belajar dari Kegagalan Samarinda

Bekas Pasar Ini Cocok Dijadikan Kolam Penampungan Air

Persoalan banjir yang tidak kunjung tuntas di Samarinda, patut jadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers