MANAGED BY:
SABTU
21 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Kamis, 20 Juni 2019 12:00
Pemkab Mestinya Perketat Sempadan Sungai dan Danau

Upaya Revitalisasi Fungsi Sungai dan Drainase Dinilai Tepat

Danau Melintang. Jika banjir di kawasan hulu, maka Kutai Kartanegara terkena imbasnya.

PROKAL.CO, class="yiv5625494888ydpf6b9722yiv2634132589ydpd69ba5cfmsonormal">TENGGARONG- Upaya Pemkab Kukar melakukan revitalisasi fungsi sungai dan drainase di Tenggarong ternyata mendapat perhatian dari Balai Wilayah Sungai Kalimantan III. Sejumlah langkah penanganan darurat serta jangka panjang yang intruksikan Bupati Kukar Edi Damansyah pun dianggap sebagai langkah besar yang tepat.

Tim Ahli BWS Kalimantan III Eko Wahyudi menyebutkan, penanganan serta langkah antisipasi banjir di Kutai Kartanegara (Kukar) oleh Pemkab Kukar tersebut diyakini sudah melalui langkah analisas serta pemabntauan di lapangan. Misalnya saja kata dia, persoalan sungai serta drainase di tengah-tengah Tenggarong diprediksi memang menjadi biang banjir di Tenggarong.

Di sejumlah wilayah di luar Kecamatan Tenggarong, Pemkab Kukar menurutnya sudah lebih dahulu melakukan normalisasi sungai. Di antaranya adalah Sungai Merdeka di Kecamatan Samboja serta beberapa aliran sungai di Kecamatan Muara Badak. Selain itu, Bupati Kukar Edi Damansyah menurutnya juga pernah meminta BWS untuk melakukan pengerukan di areal rawa di Kecamatan Tenggarong Seberang yang menjadi potensi irigasi.

“Aliran sungai dan drainase di Tenggarong memang sudah saatnya dilakukan revitalisasi. Seperti Sungai Kejawi yang berkali-kali disebutkan Pak Bupati, itu diperkirakan memiliki fungsi yang vital. Selain itu, drainase yang saat ini banyak tertutup oleh pemukiman warga juga patut dilakukan penertiban,” katanya.

Ia pun menyarankan agar Pemkab Kukar juga melakukan pembuatan Perda terkait Sempadan Sungai untuk membatasi aktivitas di sekitar sungai. Sehingga, akan diketahui batas pemukiman atau titik yang dilarang untuk bersinggungan dengan sungai.  Jika perda terkait sempadan sungai  telah ada, maka bupati perlu mengintruksikan kepada instansi teknis untuk melakukan pengawasan secara intensif.

“Maka nanti kalau di batas sempadan tersebut ada pemukiman, maka tidak boleh lagi dilakukan pertambahan bangunan. Sambil pemerintah menyiapkan program relokasi ataupun sebagainya,” tambahnya.

Eko pun menyebut jika BWS juga berkepentingan atas pembuatan Perda Sempadan Sungai di Kukar tersebut. Terlebih lagi, Sungai Mahakam yang melintasi wilayah Kukar juga masuk dalam pengawasan BWS. “Banjir di Kukar juga bisa dipicu banjir kiriman dari wilayah hulu Kukar. Karena itu,kita juga telah menyiapkan kajian pembuatan sempadan untuk tiga danau di hulu mahakam,” lanjut Eko.

Saat ini kata dia, untuk luas Danau Semayang, Melintang dan Jempang mencapai sekitar 45 ribu hektar. Fungsi ketiga danau ini pun dinilai sangat penting untuk menahan debit air ketika hendak menuju wilayah hilir seperti Tenggarong.

“Mestinya air kiriman dari hulu tersebut direduksi terlebih dahulu di danau tersebut. Tapi ternyata kondisi danau juga sangat memprihatinkan. Ini juga sudah masuh dalam pembahasan oleh tim percepatan pembangunan Kaltim yang dibentuk Gubernur Isran Noor,” imbuhnya lagi.

Kajian serta pemetaan rencana sempadan danau menurutnya jugatelah siap. Dengan demikian, diharapkan bisa mengurangi potensi banjir. Diwartakan sebelumnya, Pemkab Kukar juga mengidentifikasi pemicu banjir. Satu persatu persoalan terurai. Salah satu yang menjadi biang banjir, lantaran buruknya kondisi drainase serta menurunnya fungsi aliran Sungai Kejawi yang membelah Tenggarong.

Sungai Kejawi mendadak menjadi perbincangan masyarakat Tenggarong. Itu setelah Bupati Kukar Edi Damansyah beberapa kali membeberkan ke publik jika aliran darianak sungai mahakam itu fungsinya begitu vital, namun kini hilang akibat beragam aktivitas. Selain tingginya sedimentasi, juga akibat tumbuhnya bangunan di atas Sungai Kejawi tersebut.

Banjir besar tersebut, tercatat surut dalam waktu 1x24 jam. Sejumlah alat berat Dinas PU Kukar dikerahkan melakukan penanganan untuk memuluskan genangan air hingga ke Sungai Mahakam. Begitu juga material longsor yang menutupi sejumlah badan jalan. Namun kapan Tenggarong bebas banjir? Pasalnya, banjir kiriman dari hulu diperkirakan segera sampai ke Tenggarong. (qi)

 

 


BACA JUGA

Jumat, 20 September 2019 11:49

Sangkima Kesulitan Air Bersih, Sungai Mengering Hingga Tak Bisa Dilintasi Kapal

Musim kemarau semakin terasa dampaknya bagi warga Kutim. Tak hanya…

Kamis, 19 September 2019 13:16

Ada Kampung Narkoba yang Baru

SAMARINDA–Dalam waktu semalam, tepatnya Jumat (13/9), Polsek Samarinda Ulu berhasil…

Kamis, 19 September 2019 13:11

Kutim Siap Swasembada Pangan

Pusat pemerintahan Indonesia sudah diputuskan di Kaltim. Targetnya, sebelum 2024…

Kamis, 19 September 2019 13:10

Nestapa Atlet Berprestasi, Hampir Setahun, Bonus 14 Cabor Tak Kunjung Cair

SANGATTA-Banyak atlet yang membela Kutim mempersembahkan medali. Namun, janji bonus…

Kamis, 19 September 2019 13:10

Muharram Kembalikan Berkas ke PDIP

TANJUNG REDEB–Tahapan penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati yang…

Kamis, 19 September 2019 12:57

Pilkada Kukar, Sudah Dua Perahu Terbentuk

Koalisi PAN, PKS, dan PPP dikabarkan telah membentuk satu perahu.…

Kamis, 19 September 2019 12:56

Polisi Dinilai Sering Kecolongan

SENDAWAR - Tidak sedikit para pelaku kriminalitas memanfaatkan aksinya lewat…

Rabu, 18 September 2019 21:00

Pilbup Paser 2020, Alphad Syarif Resmi Lamar PDIP

TANA PASER – Pilkada serentak 2020 di Kabupaten Paser atau…

Rabu, 18 September 2019 13:29

Asap Semakin Pekat, ISPA Meningkat

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum hilang.…

Rabu, 18 September 2019 13:28

Berau Kebagian Asap Kiriman

TANJUNG REDEB-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diperkirakan masih terus terjadi.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*