MANAGED BY:
SENIN
14 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

OLAHRAGA

Rabu, 19 Juni 2019 12:45
Tuduhan Korupsi Guncang Le Roi

Terkait Penentuan Qatar sebagai Host Piala Dunia 2022

Michael Platini

PROKAL.CO, PARIS – Harapan Qatar membangun nama baik sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 menemui hambatan besar. Kemarin, eks presiden UEFA Michel Platini ditangkap dan diinterogasi pihak kepolisian Prancis tepatnya di Kantor Anti-Korupsi Kepolisian Yudisial (OCLCIFF) terkait dugaan suap  penentuan Qatar sebagai host Piala Dunia 2022.

Kepolisian tidak hanya menahan pria 63 tahun itu. Setidaknya ada dua orang lagi yang diduga terlibat. Mereka adalah Sophie Dion yang merupakan eks penasihat olahraga mantan presiden Prancis Nicolas Sarkozy dan Claude Gueant mantan sekretaris jenderal istana Elysee yang juga ketika Sarkozy menjabat. Hanya, untuk Gueant, statusnya masih sebatas saksi.

''Dengan ini FIFA menegaskan kembali komitmen untuk bekerja sama dengan pihak berwajib di dunia terkait segala penyelidikan yang berhubungan dengan sepak bola. FIFA akan bekerja sama dalam proses investigasi," bunyi pernyataan resmi FIFA selaku federasi sepak bola dunia.

Le Roi (Sang Raja)--julukan Platini--sebenarnya sudah dicurigai sejak 2015 terlibat korupsi terkait Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 ketika proses terjadi pada Desember 2010. Tapi, baru saat ini penuntut keuangan Prancis membuka penyelidikan dengan alasan korupsi swasta dan asosiasi kriminal berkaitan host Piala Dunia 2018 dan 2022 yang masing-masing diberikan kepada Rusia dan Qatar. Ternyata, penyelidikan sudah berlangsung sejak tiga tahun lalu sebelum dibuka kepada publik kemarin.

Tapi, Platini yang menjabat presiden UEFA periode 2007-2015 itu tidak sendiri. Sepp Blatter selaku presiden FIFA periode 1998-2015 juga dituding bekerja sama dengan Platini. Bahkan, keduanya saat ini sebenarnya masih dalam masa hukuman empat tahun sejak 2015 terkait suap dan pencucian uang.

Hanya, pria 83 tahun itu pada Maret 2019 kepada AFP mengatakan bahwa Sarkozy adalah dalang yang membuat Qatar terpilih jadi host Piala Dunia 2022. Kala itu, Blatter mengatakan bahwa tiga pekan sebelum penentuan host Piala Dunia 2018 dan 2022 pada akhir 2010 digelar, FIFA ditawari kesepakatan bersama stasiun televisi yang dikelola pemerintah Qatar Al-Jazeera. Bahkan, berdasarkan The Sunday Times, kontrak tersebut sudah diteken petinggi Al-Jazeera sebelum Qatar resmi terpilih.

"Qatar jadi host Piala Dunia 2022 karena intervensi politik eks presiden Prancis Sarkozy yang meminta Platini dan para pendukungnya memilih Qatar," kata Blatter kepada AFP.

Hasilnya cukup signifikan. Untuk Piala Dunia 2022, Qatar yang tidak punya sejarah sepak bola justru mendapat 11 dari 22 suara. Mereka mengalahkan Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, dan Australia.

The Sunday Times mengklaim bahwa kontrak televisi Al-Jazeera termasuk biaya USD 100 juta (Rp 1,43 triliun). Nominal tersebut akan dibayarkan ke FIFA jika Qatar berhasil dalam pemungutan suara host Piala Dunia 2022. Sta

Itu belum termasuk pertemuan makan siang yang berlangsung di Istana Elysee, kediaman Presiden Prancis, pada 23 November 2010 yang jadi krtu truf penentuan Qatar sebagai host. Dalam pertemuan itu hadir Platini, Sarkozy, Gueant, Dion, dan Emir Qatar saat ini Tamim Bin Hamad Al Thani, dan Perdana Menteri Sheikh Hamad Bin Jassim.

''Kami menegaskan bahwa ini bukan penangkapan melainkan pemeriksaan sebagai saksi dalam konteks yang diinginkan oleh para penyelidik. Platini menjawab semua pertanyaan dengan tenang dan cukup yakin dengan apa yang akan terjadi selanjutnya,'' bunyi pernyataan resmi kuasa hukum Platini, William Bourdon.

Bagi Platini, bukan kali ini saja dia terlibat kontroversi. Tahun lalu dia pernah menyebutkan bahwa Piala Dunia 1998 sudah diatur agar tuan rumah Prancis bisa Brasil di final. (io/tom)

 


BACA JUGA

Senin, 14 Oktober 2019 12:04

Jika Ada Rasisme, Siap Tinggalkan Lapangan

SKUAT Timnas Inggris menaruh perhatian besar terhadap kasus rasialis di…

Senin, 14 Oktober 2019 12:01

Duel Hidup Mati, Persiapkan Mental

Persiba Balikpapan menjalani partai hidup mati melawan Mitra Kukar, Senin…

Senin, 14 Oktober 2019 12:00

Wajib Maksimal Lawan Mitra

Kekalahan atas Madura FC tampaknya belum sepenuhnya dilupakan. Wajar, mengingat…

Senin, 14 Oktober 2019 11:42

Tertantang Tumbangkan Bali United

Hasil positif Borneo FC musim ini kembali diuji pekan depan.…

Senin, 14 Oktober 2019 11:34

Maksimalkan Kesempatan

MITRA Kukar kian dekat dengan target promosi ke Liga 1…

Senin, 14 Oktober 2019 11:34

Bangga Bisa Berkontribusi

NAMA Rizky Darmawan kian melejit. Saat kiper utama Mitra Kukar…

Senin, 14 Oktober 2019 11:31

Sarana Eks PON Tak Layak untuk Berlatih Senam

SAMARINDA–Pengurus Provinsi Persatuan Senam Seluruh Indonesia (Persani) Kaltim berencana melakukan…

Senin, 14 Oktober 2019 10:08
Italia Lolos Euro 2020

Misi Sukses Mancio Bangkitkan Antusiasme Azzurri

ROMA - Tugas Roberto Mancini ketika menerima mandat dari Federasi…

Senin, 14 Oktober 2019 09:39

Akhir Sempurna Medvedev

Sempurna. Perjalanan Daniil Medvedev di Shanghai Masters berakhir sempurna. Petenis…

Senin, 14 Oktober 2019 09:30

Lewati Santo, Bidik Olimpiade

USIA kapten Spanyol Sergio Ramos baru 33 tahun. Tetapi, dia…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*