MANAGED BY:
MINGGU
20 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

BALIKPAPAN

Rabu, 19 Juni 2019 11:50
Penanganan Pemerintah Disebut Lambat

Warga Selalu Waswas Longsor ketika Hujan

BERLUBANG: Akibat gerusan air dan sedimen bertahun-tahun menggerus bagian bawah rumah dan lahan warga. Sewaktu-waktu bisa longsor, apalagi intensitas hujan beberapa hari terakhir meningkat. BAIM/KP

PROKAL.CO, BALIKPAPAN–Sebagian warga Kota Minyak waswas, ketika hujan menyapa, banjir dan longsor bisa melanda kawasan mereka. Ketakutan tersebut bukan tanpa alasan, dari penelusuran Kaltim Post di kawasan

MT Haryono beberapa jalan terlihat berlubang lantaran digerus terus-menerus oleh genangan. Penanganan dari pemerintah disebut lambat padahal itu bisa mengundang bencana. “Memang belum terjadi. Daripada menunggu terjadi hingga ada korban, alangkah baiknya dicegah,” ucap Agus, warga Jalan MT Haryono, Gang Sekawan, RT 66, Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara. Hujan kemarin turut menambah gerusan tersebut. Tak hanya itu, air membawa sampah dan sedimen (lihat grafis). “Dan Maret lalu longsor sempat terjadi walau skalanya kecil,” akunya. 

Ketua RT 66 Andi Baspandi ikut menjelaskan, jalan yang berlubang itu punya lebar pinggang orang dewasa dengan ke dalaman 80 sentimeter. “Banyak kendaraan lewat sini. Anak-anak bermain, pejalan kaki juga,” tambahnya.

Meski hanya gang, jalan itu cukup lebar. Kerap jadi pintasan warga yang melintas di Jalan MT Haryono kawasan Pasar Buton dengan Terminal Bus Batu Ampar di Jalanan Pattimura.

“Kalau di Soekarno-Hatta, Kilometer 4, atau pertigaan menuju Samarinda macet, banyak pengendara lewat gang ini,” katanya.

Dia bersama warga menyayangkan pemerintah tampak kurang responsif untuk mengatasi kasus ini. Padahal, sedikitnya sudah tiga kali ditinjau sejak Desember 2018. “Sementara kami tutup dulu dengan batu gunung,” ungkapnya.

Dari pengamatan harian ini, dapur rumah Agus, di bagian bawahnya berlubang karena fondasi terkikis air tersebut. “Sementara saya tutup dengan batu dulu,” tuturnya.

Angin segar memang sempat dirasakan pada Desember 2018 ketika Dinas Pekerjaan Umum (DPU) lakukan peninjauan lokasi, sayang aksi lanjutan tak ada. “Menunggu pemerintah, enggak ada juga. Daripada rumah saya banjir karena air meluap dari bawah. Jadi dikasih batu saja,” sesalnya.

Jika tidak diperhatikan, longsor bisa terjadi kapan saja menghantui warga. Dalam pertemuan terakhir pada Desember 2018 bersama warga, kelurahan, kecamatan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Balikpapan merencanakan pembangunan drainase besar untuk menanggulangi aliran air alam. Namun, hingga kini belum ada gelagat tindak lanjut. (aim/ypl/k8)


BACA JUGA

Jumat, 18 Oktober 2019 12:01

Simak Nih.., Konjen Australia di Makassar Richard Mathews Bicara Pemindahan IKN ke Kaltim

Pemindahan ibu kota negara (IKN) dari Jakarta ke Kaltim digadang-gadang…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:31

Penajam Semakin Kondusif

PENAJAM – Situasi dan kondisi Penajam Paser Utara (PPU) terus…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:15

Siregar, Impikan Pilkada Syar’i

Dalam kesempatan sosialisasi pencalonan wali kota dan wali kota dalam…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:14
Kasus Ibu Bunuh Bayi Baru Lahir

Sempat Digugurkan, Gagal

BALIKPAPAN – Ada perkembangan terbaru dalam kasus pembunuhan bayi oleh…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:13
Kasus Ibu Bunuh Bayi Baru Lahir

Sempat Digugurkan, Gagal

BALIKPAPAN – Ada perkembangan terbaru dalam kasus pembunuhan bayi oleh…

Jumat, 18 Oktober 2019 09:58

Ditabrak Truk, Lampu Lalin di Km 5,5 Miring

BALIKPAPAN-- Lampu lalu lintas (lalin) di tanjakan Km 5,5 Balikpapan…

Jumat, 18 Oktober 2019 09:57
KPU Mulai Sosialisasi Pilwali, Jalur Independen Paling Awal

“Jangan Kalah sebelum Perang”

Penyerahan dukungan dari calon perseorangan menjadi tahapan paling awal Pilwali…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:54

Mancing Berujung Maut

BALIKPAPAN- Hilang ditelan ombak di Pantai Segara Sari, Manggar, Balikpapan…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:52
Hari Ini, Pencalonan Pilwali 2020 Disosialisasikan

Calon Kepala Daerah Harus Bebas Zina dan Judi

Makin ketat persyaratan menjadi calon walikota/wakil dalam Pilwali Balikpapan 2020.…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:51

Wujudkan Satu Data, Sensus Mandiri Secara Online

Tiap 10 tahun sekali dilakukan sensus penduduk (SP). SP ke-7…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*