MANAGED BY:
SABTU
23 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Rabu, 19 Juni 2019 10:49
Banjir Samarinda Tidak Menyebabkan Inflasi

Hingga Minggu Ketiga Juni Hanya 0,02 Persen

Meski sempat terjadi penurunan daya beli masyarakat, banjir di Samarinda tidak menyebabkan sejumlah bahan makanan mengalami kenaikan harga dan stok terganggu.

PROKAL.CO, SAMARINDA- Banjir yang menggenangi Samarinda sejak Jumat (7/6) lalu ternyata tidak memberi pengaruh besar untuk tekanan inflasi di Kaltim. Meski sempat terjadi penurunan daya beli masyarakat, bencana tersebut tidak menyebabkan sejumlah bahan makanan mengalami kenaikan harga dan stok terganggu.

Berdasarkan informasi harga yang diperoleh dari pusat informasi harga pangan strategis (PIHPS) Nasional, harga komoditas pangan utama di Samarinda setelah banjir hingga 10 Juni masih mengalami deflasi. Tekanan harga mulai meningkat pada 17 Juni. Berdasarkan komoditasnya peningkatan disumbang dari bawang merah yang naik 3,16 persen (day-to-day). Namun secara menyeluruh, harga bawang merah saat ini masih normal atau sama dengan level harga sebelum periode Ramadan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Atqo Mardiyanto mengatakan, untuk mengukur inflasi Kaltim, BPS menggunakan 430 komoditas di Balikpapan dan Samarinda. Dari 430 komoditas itu memiliki kualifikasi berbeda. Sehingga total komoditasnya bisa lebih dari 1.000 yang berasal masing-masing komoditas tersebut, seperti cabai, bawang, ikan, ayam, tiket pesawat dan lainnya punya penimbang.

Tentunya kalau dilihat masing-masing tidak sama. Karena ada beberapa komoditas yang harganya naik dan menyebabkan inflasi, tapi ada yang beberapa turun maka menyebabkan deflasi. “Karena diambil dari rata-rata, maka harus dilihat semua komoditas,” ungkapnya, Senin (18/6).

Dia menjelaskan, jika kebanyakan komoditas mengalami inflasi maka Kaltim akan tercatat demikian. Namun, jika kebanyakan deflasi maka BPS akan mencatat Kaltim deflasi. Diketahui salah satu faktor agar tidak menyumbang inflasi adalah kestabilan harga. Sehingga bukan mahal atau murah tapi harus stabil. Walaupun tetap yang diharapkan adalah stabil dengan harga murah, agar masyarakat tidak terbebani.

“Mungkin ada beberapa komoditas yang naik, tapi tetap harus melihat rata-rata dari 430 komoditas tersebut. Namun kita tetap harus melihat awal Juli mendatang agar ada angka pasti, Kaltim mengalami deflasi atau inflasi. Saat ini hanya sebatas prediksi,” tutupnya.

Terpisah, Ketua Tim Advisory Ekonomi dan Keuangan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Harry Aginta mengatakan, berdasarkan hasil survei pemantauan harga (SPH) sampai minggu ketiga Juni 2019, inflasi Kaltim tercatat 0,02 persen. Nilai tersebut masih lebih rendah dibandingkan Mei yang mencatat inflasi sebesar 0,52 persen. “Banjir di Samarinda tidak terlalu memengaruhi inflasi Juni di Kaltim,” ungkapnya.

Dia mengakui, kebutuhan Samarinda kebanyakan masih didatangkan dari luar daerah. Namun, tekanan inflasi tak terpengaruh banjir karena distribusi barang di Samarinda berasal dari pelabuhan peti kemas di Kecamatan Palaran. Pelabuhan tersebut merupakan sentra distribusi barang dan tempatnya tidak terdampak banjir. Sehingga tidak memengaruhi stok dan distribusi kebutuhan. (*/ctr/ndu/k15)


BACA JUGA

Jumat, 22 November 2019 22:04

Aman, KHL Masih Lebih Rendah dari UMK

BALIKPAPAN – Hasil survei kebutuhan hidup layak (KHL) pekerja lajang…

Jumat, 22 November 2019 21:36

Merek Eropa Ramaikan MPV Murah

JAKARTA – Pasar MPV murah kembali ramai dengan hadirnya Renault…

Jumat, 22 November 2019 21:35

Empat Ladang Baru, Jatim Lumbung Migas

SURABAYA– SKK Migas mengharapkan empat proyek besar sektor hulu migas…

Jumat, 22 November 2019 11:52

Proyek Strategis Mulai Berjalan, Angka Pengangguran Bisa Ditekan

BALIKPAPAN- Jumlah pencari kerja di Balikpapan diprediksi bisa turun hingga…

Jumat, 22 November 2019 11:52

Malaysia Incar Industri Hilirisasi

Pemprov Kaltim harus aktif merespons keinginan investor Malaysia untuk masuk…

Jumat, 22 November 2019 11:51

Grand City Maksimalkan Konsumen End User

BALIKPAPAN- Meski dalam beberapa tahun terakhir sektor properti lesu, PT…

Jumat, 22 November 2019 11:50

Sertifikasi Halal Masih Rendah

SAMARINDA - Jumlah produk halal yang beredar di Kaltim diprediksi…

Jumat, 22 November 2019 10:32

Gerakan HARANOVA Diluncurkan, Solusi Alternatif Tumpang Tindih Data di Indonesia

 HARA, startup pertukaran data berbasis blockchain untuk sektor pangan dan…

Jumat, 22 November 2019 09:40

Malaysia Jajaki Peluang Investasi di Kukar, Apa yang Dibidik?

TENGGARONG - Ditunjuknya Kukar menjadi salah satu lokasi ibu kota…

Kamis, 21 November 2019 13:45

Dorong UMKM Go Online

JAKARTA– Industri e-commerce berkembang pesat, baik dari sisi produsen maupun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*