MANAGED BY:
SENIN
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MASKULIN

Senin, 17 Juni 2019 12:57
Balas Keluhan dengan Senyuman
PRINSIP: Teliti dan terstruktur adalah sikap yang selalu Juanda Pratama pegang teguh selama bekerja. Tidak hanya berlaku untuk dirinya sendiri, dia menanamkan hal itu pada tim. Sebab, jika sudah menerapkan kedua sikap itu, dia yakin, pekerjaan akan terasa ringan dan terselesaikan cepat.

PROKAL.CO, TUJUH tahun bukan waktu yang singkat. Memulai karier dari nol menguras banyak tenaga dan pikiran. Pria yang akrab disapa Wanda itu percaya bahwa semua akan indah pada waktunya. Tuhan tidak akan memberikan cobaan melebihi batas kemampuan hamba-Nya.

Wanda membeberkan yang dia lakukan ketika sepi klien. Yakni, perbanyak salat Duha bagi muslim. Terdengar sederhana namun dia sudah membuktikannya. “Kalau Anda muslim pasti paham benar dengan manfaat salat Duha. Saya lakukan terus-menerus setiap pagi dengan hati tulus. Alhamdulillah, percaya tidak percaya, rezeki pasti datang,” ulasnya.

Saat memutuskan berhenti di perusahaan temannya dan melanjutkan Teras Concept miliknya, seraya memperbaiki ibadah, Wanda berusaha mempromosikan jasanya di berbagai laman sosial medianya.

Gayung bersambut, siapa sangka jika usahanya terdengar hingga telinga pemilik rumah makan ternama di Samarinda. Bahkan, tanpa bukti hasil desain sebagai rekam jejak, dia dipercaya merombak rumah makan yang tak pernah sepi pengunjung di daerah Samarinda Utara itu.

“Rasa tak percaya, senang, dan tak sabar bercampur aduk. Tapi enggak gugup banget, kalau sampai gugup takutnya ketika brainstorming malah enggak bisa jelaskan tema secara jelas. Jadi, tetap berusaha stay cool,” tambahnya.

Tujuh tahun mendirikan Teras Concept tidak selalu mulus. Salah satunya, klien cerewet dan kerap mempermasalahkan hal-hal kecil. Bagi Wanda, klien cerewet asyik saat diajak brainstorming. Sebab, mereka bisa mengeluarkan apa saja yang mereka inginkan lalu direalisasikan dalam bentuk desain. Namun, ada kalanya kecerewetan itu terlalu berlebihan dan menjadi beban untuknya.

“Misalnya kalau kita sudah tahap finish. Klien bilang kalau ada yang belum bersih, padahal saya dan tim pasti akan membersihkan sekinclong mungkin sebelum ditinggalkan. Jadi balik lagi dan mencari letak kotor yang dimaksud, eh rupanya kotor karena barang-barang lama mereka lagi disusun,” ujarnya kemudian menghela napas.

Pria 30 tahun itu mengaku tetap sabar dan terus melukiskan senyuman di wajahnya meski dalam hati merasa sebal. Berkali-kali merasa lelah karena duduk berjam-jam, harus bergadang demi membuat desain, sudah menjadi kebiasaan. Wajar apabila merasa jenuh, bahkan Wanda kerap berpikir untuk menyudahi profesinya.

Namun, keluhan itu berganti semangat tatkala Wanda menengok enam orang tim produksi yang menggantungkan nasib padanya. Terlebih ketika mengingat tanggung jawab mereka sebagai kepala rumah tangga.

“Lelah? Tentu saja. Tapi, saya ingat kembali kalau uang yang saya dapatkan itu bukan untuk diri sendiri. Saya kan sudah membuka lapangan pekerjaan, jadi ada orang yang berharap juga dengan saya. Kalau saya enggak kerja lebih keras, mereka mau mengadu nasib ke mana lagi,” tutupnya. (*/nul*/rdm/k8)


BACA JUGA

Senin, 22 Oktober 2012 10:16

Mitra Teras Mantap di Puncak

<div> <div> <strong>BALIKPAPAN</strong> &ndash; Kesebelasan Mitra Teras…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*