MANAGED BY:
KAMIS
21 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Minggu, 16 Juni 2019 13:12
Situng Dipersoalkan, KPU Sebut Tidak Tepat
ilustrasi

PROKAL.CO, JAKARTA – Para pihak yang bersengketa atas hasil pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK) akan beradu bukti pekan depan. Diawali dengan mendengarkan jawaban termohon dan keterangan pihak terkait serta Bawaslu Selasa mendatang (18/6). Para pihak pun yakin bahwa argumentasi yang dimiliki begitu kuat untuk dipertimbangkan oleh majelis hakim.

Tim kuasa hukum capres 02 menyatakan memiliki cukup bukti atas dalil-dalil kecurangan capres 01 maupun KPU dalam penyelenggaraan pilpres. ”Ada sekian mobil boks bukti-bukti yang kami siapkan. Kalau itu mau diverifikasi, pada saatnya akan kami ajukan,” terang Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Priyo Budi Santoso seusai diskusi di bilangan Jakarta Pusat kemarin (15/6).

Menurut dia, bukti dan fakta kecurangan yang dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) tersebut sudah terangkum dalam dokumen-dokumen yang ada. Data itu nanti juga dikuatkan oleh saksi-saksi yang sudah disiapkan BPN.

Karena itulah, salah satu tuntutan capres 02 adalah pemungutan suara ulang di seluruh atau sebagian wilayah Indonesia. Khususnya di zona-zona yang didalilkan terjadi kecurangan. Antara lain, Jatim, Jateng, Jabar, Banten, DKI Jakarta, Sulsel, Sumut, Sumsel, dan Papua. ”Kami mencatat, ada fakta-fakta penggelembungan suara,” lanjut pria yang juga Sekjen Partai Berkarya itu.

Situng juga menjadi sorotan. Menurut anggota tim kuasa hukum capres 02 Teuku Nasrullah, Situng adalah cerminan hitung manual. ”Seharusnya tidak boleh ada disclaimer yang justru dapat mendelegitimasi aturan yang mengatur keberadaan Situng,” terangnya.

Selain itu, Situng yang notabene menggunakan teknologi belum selesai kendati hitung manual telah tuntas. Menurut dia, Situng yang dibuat terbuka oleh KPU membuat pihak ketiga bisa masuk dan mengutak-atik data. ”Sistem itu seharusnya bersifat tertutup guna menjamin keamanan data,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi menyatakan bahwa dalil mengenai Situng yang curang tidak muncul di petitum. Pemohon malah meminta MK membatalkan perolehan suara hasil rekapitulasi manual. Padahal, yang mendapat tudingan direkayasa adalah Situng. ”Ini namanya nggak nyambung,” ucap dia kemarin.

Menurut Pramono, pemohon berupaya menyambungkan Situng dengan rekap manual lewat sebuah asumsi bahwa Situng direkayasa sedemikian rupa oleh KPU agar sesuai dengan hasil rekap manual. Asumsi itu, menurut Pramono, tidak tepat. Sebab, Situng dan penghitungan manual memiliki alur yang berbeda.

Selain itu, Situng ditampilkan apa adanya. Sedangkan rekap manual dilakukan secara berjenjang. Dimungkinkan adanya perbaikan saat rekap berjenjang jika ditemukan kesalahan hitung di C1. Karena itulah, di beberapa tempat muncul rekomendasi panwascam atau Bawaslu untuk penghitungan ulang, bahkan pemungutan suara ulang.

Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini angkat bicara soal dalil-dalil pemohon. Menurut dia, sengketa di MK lebih menunjukkan pertarungan antara sesama kontestan. Bukan antara kontestan dan penyelenggara pemilu. (byu/c11/git)


BACA JUGA

Kamis, 21 November 2019 13:53

Rekor Sempurna Juara Bertahan

BALIKPAPAN - Tak hanya lolos ke semifinal, juara bertahan Asian…

Rabu, 20 November 2019 13:28

Trans Sumatera Beroperasi Sepanjang 501 Kilometer

JAKARTA– Pemerintah menargetkan total 501 kilometer Jalan Tol Trans Sumatera…

Rabu, 20 November 2019 10:26

TRAGIS..!! Anggota Sabhara Polda Bali Tewas Ditabrak saat Bubarkan Balap Liar

Peristiwa tragis terjadi kemarin dini hari (19/11). Salah seorang anggota…

Selasa, 19 November 2019 11:02

Gerah di Jogja Imbas Badai, Bukan Merapi

JOGJA- Kepala Stasiun Klimatologi (Staklim) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika…

Selasa, 19 November 2019 10:43

Kecewa Kalah Pemilihan Kepala Dusun, Pria Ini Bakar Puluhan KIS Warga Miskin

SINGARAJA - Ada-ada saja ulah Ketut Suarta, warga Desa Anturan,…

Selasa, 19 November 2019 10:29

Buku Pelajaran Agama yang Baru Mulai Diajarkan Tahun Depan, Bedanya Apa Sih?

JAKARTA– Perubahan terhadap 155 buku ajar mata pelajaran Pendidikan Agama…

Senin, 18 November 2019 11:34

Gunung Merapi Erupsi Masih Akan Terus Erupsi

JAKARTA– Setelah erupsi pada 9 November lalu, Gunung Merapi di…

Senin, 18 November 2019 11:12

PKS Target Menang 60 Persen Pilkada 2020

JAKARTA– Rapat koordinasi nasional (Rakornas) PKS memunculkan sejumlah rekomendasi penting.…

Senin, 18 November 2019 11:10

Dominan Gas dan Abu Vulkanik, Penerbangan Normal

JOGJA -  Gunung Merapi kembali mengalami aktivitas vulkanik, Minggu (17/11).…

Senin, 18 November 2019 10:52

Panasnya Pilkades di Jawa, Persaingan Suami Versus Istri di 18 Desa

KUDUS- Gelaran pesta politik arus bawah atau pemilihan kepala desa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*