MANAGED BY:
SABTU
23 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Minggu, 16 Juni 2019 12:55
Tujuh RT di PPU Terendam
Banjir di Penajam Paser Utara.

PROKAL.CO, BANJIR kembali menggenangi sejumlah wilayah di Penajam Paser Utara (PPU) kemarin (15/6). Dua desa dan satu kelurahan di Kecamatan Sepaku terdampak. Lantaran hujan dengan intensitas yang cukup tinggi dengan durasi panjang, melanda sejak pukul 04.00 Wita hingga sore hari. Kondisi itu membuat Desa Sukaraja, Desa Karang Jinawi, dan Kelurahan Sepaku terendam.

Berdasar data yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, banjir terjadi sejak pukul 16.45 Wita. Ada tujuh RT di Desa Karang Jinawi, meliputi RT 1, RT 2, RT 3, RT 4, RT 5, RT 6 dan RT 8, dengan keseluruhan total korban terdampak sebanyak 71 kepala keluarga (KK) dan terdiri dari 222 jiwa.

Pada RT 01 dengan jumlah 13 kepala keluarga KK terdiri dari 46 jiwa, lalu RT 02 terdapat 10 KK dengan 29 jiwa, RT 03 sebanyak 3 KK dengan delapan jiwa, serta RT 04 dengan jumlah  5 KK yang terdiri 14 jiwa.

Lalu di RT 05 ada sebanyak  27 KK dengan 80 jiwa, kemudian RT 06 sebanyak tujuh KK dengan 21 jiwa, dan RT 08 sebanyak  enam KK dengan 24 jiwa. “Meski demikian, hampir seluruh korban terdampak banjir, tidak ada yang mengungsi. Karena masih terdapat bagian rumah yang telah ditinggikan oleh warga,” kata Kepala Sub Bidang (Kasubid) Logistik dan Peralatan BPBD PPU Nurlaila saat dihubungi kemarin.

BPBD PPU juga mendata kondisi warga terdampak paling parah dan tidak bisa melakukan aktivitas. Seperti memasak dan lainnya. Yakni pada RT 01 sebanyak satu rumah (1 KK dengan 6 jiwa), lalu RT 02 ada tiga rumah (4 KK dengan 9 jiwa), RT 03 sebanyak satu rumah (2 KK dengan 5 jiwa), dan RT 04 sebanyak satu rumah (1 KK dengan 2 jiwa). “Jumlah korban terdampak yang tidak bisa beraktivitas masak-memasak dalam rumah sebanyak enam rumah. Yang ditinggali delapan KK dengan 22 jiwa,” imbuh dia.

Sementara itu, di Desa Sukaraja hanya satu RT, yakni RT 24 yang terkena dampaknya sebanyak satu rumah. Dan pada RT 25 berpotensi terdampak 10 rumah. Di Kelurahan Sepaku ada dua RT yang terdampak; RT 01 dan RT 02. “Untuk Desa Sukaraja dan Kelurahan Sepaku, secara keseluruhan belum ada rumah warga yang terdampak cukup parah. Air hanya menggenangi halaman rumah warga. Yang terparah memang di Desa Karang Jinawi. Air sudah masuk ke rumah warga,” paparnya.

Genangan air yang terjadi di Desa Karang Jinawi yang sudah memasuki rumah warga, dengan tinggi muka air (TMA) rata-rata mencapai 20 sentimeter. Sementara TMA di luar rumah warga telah mencapai 80–100 sentimeter. “Untuk Desa Karang Jinawi dan Kelurahan Sepaku, air mulai surut perlahan. Namun Desa Sukaraja yang kondisi airnya perlahan-lahan naik,” ujar mantan auditor Inspektorat PPU itu.

Nurlaila menambahkan, banjir di Desa Karang Jinawi, menurut informasi yang dikumpulkan BPBD, disebabkan intensitas hujan yang tinggi dengan durasi yang cukup lama. Kondisi serupa pernah terjadi pada 2017. Diduga aliran air menjadi tidak lancar, lantaran banyak limbah perusahaan atau batang pohon besar yang memenuhi sungai di Desa Karang Jinawi. “Membuat air meluber ke halaman dan masuk rumah warga. Penyebab yang sama seperti tahun 2017,” ungkapnya.

Hingga pukul 22.30 Wita kemarin, tim gabungan yang melibatkan BPBD, Polsek Sepaku, Koramil Sepaku, aparat Desa Karang Jinawi, serta warga, masih di lokasi memantau banjir yang merendam Desa Karang Jinawi. Total ada 10 RT terendam banjir dari tiga kawasan itu.

Pihaknya akan melakukan identifikasi lapangan pada Minggu (16/6). Untuk mengetahui fakta lapangan terkait penyebab banjir. “Identifikasi lapangan ke beberapa sungai dan saluran pembuang di Desa Karang Jinawi,” pungkas Nurlaila. (*/kip/rom/k16)

 

 


BACA JUGA

Jumat, 22 November 2019 22:24

Masih Banyak Ketimpangan Pengawasan

Pemilu Serentak 2019 sudah usai selepas hasil pencoblosan dirilis KPU…

Jumat, 22 November 2019 21:47

40 Tahunan Sengketa, Akhirnya Batas Wilayah Indonesia-Malaysia di Kaltara Disepakati

KUALA LUMPUR– Satu per satu sengketa tentang batas negara antara…

Jumat, 22 November 2019 21:29

Kayat Akui Minta Duit ke Pengacara Terdakwa

SAMARINDA–Perilaku Kayat, hakim Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan, membuat muruah peradilan…

Jumat, 22 November 2019 11:41

Cari Gagasan Segar dari Staf Khusus Milenial

JAKARTA– Komposisi staf khusus (stafsus) presiden akhirnya terpenuhi. Di antara…

Jumat, 22 November 2019 09:44

Warga dan Kearifan Lokal Harus Terlibat di IKN

TANA PASER - Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Penajam…

Jumat, 22 November 2019 09:37

Terduga Teroris Berencana Menikah sebelum Ditangkap

SAMARINDA–Penangkapan tiga pria terduga jaringan teroris terkait jaringan bom Polrestabes…

Jumat, 22 November 2019 09:35

Hakim Kayat Minta Uang Saku ke Terdakwa

“Saya telepon Sudarman. Saya bilang, itu hakim yang kasih vonis…

Jumat, 22 November 2019 09:34

Momen IKN, Balikpapan-PPU Berlomba Minta Jatah Pusat

BALIKPAPAN–Rencana pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kaltim terus dimatangkan.…

Kamis, 21 November 2019 13:50

Ayah yang Jadi Pelatih Juga Bisa Brutal

BERLATIH dibawah gemblengan ayah sendiri bisa memberikan motivasi tinggi bagi…

Kamis, 21 November 2019 13:47
Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara

Awal Tahun Draf RUU Rampung, Akhir Tahun Groundbreaking di IKN

JAKARTA– Pemerintah terus mempersiapkan aspek legal atau dasar hukum pemindahan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*