MANAGED BY:
SABTU
23 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

BALIKPAPAN

Minggu, 16 Juni 2019 12:30
Belajar Kuliner ala Pengacara Elza Syarief
Hobinya Didapat secara Autodidak
PENGACARA MEMASAK: Elza Syarief menunjukkan kebolehannya meracik masakan Nusantara di Ocean’s Resto, Ruko Bandar, Balikpapan, kemarin. Gusti Ambri/KP

PROKAL.CO, Elza Syarief salah satu pengacara terkenal di Indonesia. Klien yang ditangani perempuan kelahiran Jakarta, 24 Juli 1957 itu memang lebih banyak public figure. Mulai kalangan politikus, pengusaha, sampai para selebriti. Meski sibuk dengan urusan pengacara, dia tidak meninggalkan hobinya memasak dan membuat kue.

 

ANAK sulung dari pasangan Syarief dan Betty itu menjalani masa kecil hingga remaja dengan banyak berpindah kota. Terutama ketika dirinya duduk di bangku sekolah karena mengikuti tugas sang ayah yang bekerja di bank pemerintah.

Sabtu (15/6) siang, Elza membuktikannya ke hadapan sejumlah awak media di Ocean’s Resto, Ruko Bandar, Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan. Dia mengolah masakan Nusantara ditemani asistennya, Lia.

Elza memasak pindang patin, pepes patin, dan kakap bakar rica-rica. Pindang patin misalnya. Masakan berkuah dengan rasa sedikit pedas, bumbu terasa pas. Ada pula rasa sedikit kecut dan beraroma wangi.

Ada belimbing, nanas, kemangi, jeruk muda, ikan pun terasa segar, tak amis. Setelah adonan kuah di panci mendidih, ikan yang telah dicuci bersih, ditaburi perasan jeruk nipis, dipotong-potong kemudian dimasukkan. Lebih lima menit, giliran sayuran dan buah-buahan tadi.

Cocok disantap ketika cuaca hujan dan dingin. Menambah selera makan. “Dari usia 10 tahun sudah suka masak dan bikin kue,” ungkapnya. Hobinya tersebut didapat secara autodidak. Membaca buku resep masakan, kemudian memodifikasinya bahkan terkadang mengundang koki hotel berbintang 4 dan 5 yang memiliki masakan khas untuk belajar.

“Saya terus belajar. Nambah ilmu, saya undang koki,” kenangnya. Secara pribadi, dia yakin ketika memasak, diicip sampai pas, kemudian dicatat kebutuhan bumbunya.

“Jadi rasa tidak berubah. Pas,” ucapnya. Dirinya mengakui jago masak masakan Tiongkok. “Tapi lebih sering masakan Nusantara, anak-anak juga suka,” urainya.

Disinggung apakah ke depan akan membuka restoran di Balikpapan? “Iya insyaallah, dua bulan lagi. Saya mau bikin. Khusus masakan Jawa Timur,” sebutnya. Meski berencana bisnis kuliner, profesi pengacara tetap dia jalani. “Tetap, memasak kan hobi,” ungkapnya tersenyum.

Di dunia hukum, Elza mengenyam pendidikan Fakultas Hukum Universitas Jayabaya, Jakarta.  Di akhir masa kuliahnya, Elza mulai aktif di dunia hukum. Kasus pertamanya adalah PHK massal satpam di Telkom.

Kasus demi kasus ditangani Elza. Dia pun memiliki banyak pengalaman, yang membuatnya memutuskan untuk meninggalkan OC Kaligis dan membentuk sendiri kantor hukumnya.

Elza yang lulus ujian pengacara pada 1989, ujian advokat tahun 1992, corporate lawyer tahun 1998, dan pasar modal pada 1999. Namanya kian melejit setelah menangani banyak kasus perusahaan besar, khususnya perusahaan milik keluarga mantan presiden RI kedua, Soeharto.

Beberapa perusahaan yang ditangani adalah Timor Motor, Timor Industri Complement, Mandala Citra Unggulan, Mandala Permai, Citra Nasional, dan Humpuss. Kegigihan dan kesetiaannya inilah yang membuatnya disukai keluarga Cendana. Dia juga dipercaya menjadi pengacara Bambang Trihatmojo dan Siti Hardijanti Rukmana.

Namun, dari semua kasus yang dia tangani, ada satu yang membuat namanya benar-benar melejit, yakni saat menjadi kuasa hukum Tommy Soeharto. Bersama Nudirman Munir, Elza berjuang membela hak putra mantan orang nomor satu Indonesia itu dalam kasus tukar guling Bulog dengan Goro–perusahaan milik Tommy.

Elza juga kerap mendampingi para selebriti dan perusahaan hiburan. Tercatat, dia pernah dipercaya sebagai kuasa hukum MD Entertainment melawan Cinta Laura, menjadi pengacara Kristina dalam upaya perceraian dengan Al Amin Nasution, pengacara Maia Estianty saat cerai dari Ahmad Dhani, pembela Ratu Felisha dalam kasus pemukulan Andhika, serta kuasa hukum untuk Tamara Bleszynski, Cut Memey, dan Gary Iskak. (aim/kri/k16)


BACA JUGA

Kamis, 21 November 2019 10:48

Cegah Kecelakaan di Jalan Berulang, Truk Wajib Uji Berkala

BALIKPAPAN- Kecelakaan yang melibatkan mobil beban jenis truk di kawasan…

Kamis, 21 November 2019 10:42

Kaji Ulang Sertifikasi Nikah, Bimbingan Pranikah 2 Hari Saja Susah, Apalagi Pembekalan 3 Bulan

Pembekalan selama 3 bulan bagi pasangan yang ingin menikah berpotensi…

Kamis, 21 November 2019 10:41

Balikpapan Harus Miliki Layanan Bentuk Aplikasi

BALIKPAPAN – Kemunculan teknologi berapa tahun terakhir menimbulkan tumbuhnya banyak…

Kamis, 21 November 2019 10:41

Frozen 2, Membekukan para Penggemarnya

Sejumlah media dan tamu undangan memenuhi Studio Premier XXI Pentacity…

Selasa, 19 November 2019 10:47

Balikpapan Krisis Tenaga Pengajar, Guru SD Kurang 1.037, SMP Kurang 310

BALIKPAPAN— Balikpapan krisis guru. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan…

Selasa, 19 November 2019 10:46

Gedung Parkir Klandasan Masih Sepi, DPRD Minta Pemkot Lebih Inovatif

BALIKPAPAN –Gedung Parkir Klandasan saat ini masih terbilang lengang. Sangat…

Selasa, 19 November 2019 10:45

Pelaku Curanmor Ngaku Terpaksa Maling untuk Hidupi Istri dan Tiga Anak

BALIKPAPAN – Fachrizal alias Rizal (27) tertunduk malu saat dihadirkan…

Selasa, 19 November 2019 10:44

Gagal, Pasokan Air Baku PDAM dari PPU

Opsi memasok air baku PDAM dari Sungai Telake di Penajam…

Senin, 18 November 2019 12:04

Penerimaan CPNS 2019, 200 Pendaftar, Baru 7 Kirim Berkas

BALIKPAPAN—Pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019 di lingkungan Pemkot…

Senin, 18 November 2019 11:30
Meriahnya Festival Ayo Gerak 2019 di Lapangan Merdeka

Tak Menang Tetap Senang, Terpenting Terapkan Hidup Sehat

Beragam senam, dari SKJ Djadoel 2018, poco-poco, aerobik hingga zumba…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*