MANAGED BY:
MINGGU
20 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Sabtu, 15 Juni 2019 14:19
Banjirnya Sekarang, Diatasi Akhir 2020

Pemkot Diadang Anggaran, Relokasi Pasar Segiri Dipertimbangkan

HUJAN LEBAT SUNGAI MELUAP: Korban banjir Samarinda.

PROKAL.CO, Usulan relokasi Pasar Segiri disambut Pemkot Samarinda. Salah satu cara mengatasi banjir di ibu kota provinsi.

 

SAMARINDA–Padatnya Pasar Segiri disebut jadi salah satu penyebab Sungai Karang Mumus (SKM) menyempit. Pemerintah daerah pun kesulitan menormalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Mahakam tersebut tersebut. Rencana pemindahan salah satu pasar terbesar di Kota Tepian itu kembali menyeruak.

Empat tahun lalu, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Samarinda telah menyiapkan rencana pemindahan Pasar Segiri. Namun, realisasinya urung dilaksanakan karena terganjal minimnya anggaran. “Sudah kami usulkan. Karena itu kaitannya dengan penataan SKM. Sekarang tinggal membahas masalah sosial di situ. Begitu pun dengan kendalanya,” kata Kepala Bappeda Samarinda Ananta Fathurrozi, kemarin (14/6).

Dalam waktu dekat, Pemkot Samarinda dan Pemprov Kaltim akan duduk satu meja membahas persoalan banjir di Kota Tepian. Akan ada banyak hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Dari skema penyelesaian banjir hingga dukungan pendanaan. “Kami pada dasarnya sejalan saja dengan yang disarankan teman-teman ahli di Samarinda maupun Kaltim. Dan membenahi SKM merupakan prioritas. Di antaranya menata sungai di Pasar Segiri,” kata dia.

Penataan SKM di Pasar Segiri memiliki banyak opsi. Mulai merelokasi seutuhnya pasar. Tetapi bisa juga sebagian. Dengan demikian, aktivitas di pasar tradisional masih bisa berjalan maksimal.

Jika direlokasi seutuhnya, dari sekarang pemerintah mesti menyiapkan lokasi lain sebagai pengganti. Jika relokasi dilakukan total, warga yang tinggal di belakang pasar dan di atas sempadan sungai bakal dipindahkan. “Daerah Pasar Segiri itu memang masuk sempadan sungai. Perlu ditata. Di sekitar pasar ada lahan dengan luas sekitar seribu meter persegi. Nantinya, lahan itu bisa dimanfaatkan untuk keperluan normalisasi sungai,” tuturnya.

Sebelum merelokasi warga yang tinggal di bantaran SKM, kata Ananta, pemerintah perlu membangun terlebih dulu rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Begitu juga jika Pasar Segiri direlokasi, maka paling tidak harus sudah ada pasar pengganti yang disiapkan.

Khusus untuk relokasi Pasar Segiri, para perhimpunan arsitektur di Samarinda dan Kaltim menyarankan agar pasar dipindah di lahan eks Bandara Temindung. Selain karena masih kosong, daerah itu juga dinilai cukup strategis untuk aktivitas berdagang. “Bisa saja. Namun, skema pembangunannya perlu kami lihat dulu. Karena di lokasi itu (Bandara Temindung) pemerintah memiliki perencanaan lain,” sebut dia.

Ananta menyebut, penataan SKM tidak hanya pada opsi normalisasi. Tetapi bisa dengan melakukan penyodetan. Salah satunya menyodet aliran sungai di Gang Nibung atau depan Jalan Dr Soetomo. Rencana itu telah disusun Bappeda jauh-jauh hari.

Namun, rencana tersebut urung diwujudkan. Ada banyak persoalan yang membuat pemerintah menimbang-nimbang rencana itu. Di antaranya, persoalan sosial dan pembebasan lahan. Selain pendanaan, regulasi yang mengatur itu perlu disiapkan pemerintah. “Kalau di Gang Nibung itu dilakukan penyedotan, aliran air bisa langsung dibiarkan mengalir lurus. Tidak perlu belok ke depan Jalan Dr Soetomo lagi,” jelas dia.

Jika merujuk pada masterplan pembangunan sebelumnya, diperlukan dana puluhan hingga ratusan miliar untuk penyodetan SKM. Dana itu sudah termasuk penyelesaian masalah sosial yang ditimbulkan dan pembangunan rusunawa untuk merelokasi warga. “Sekarang kami perlu melihat ulang berapa keperluan pembebasan lahannya. Serta berapa banyak masyarakat yang harus direlokasi,” tutur dia.

Dari sisi pendanaan, diakui Ananta, pemerintah pusat sudah pernah mengutarakan siap membantu Pemkot Samarinda. Utamanya pendanaan program pengentasan banjir di Kota Tepian. Baik untuk keperluan normalisasi SKM, sungai Karang Asam, pembuatan bendungan, dan proyek drainase.

Namun, dengan catatan, semua yang berkaitan dengan masalah sosial dalam proyek itu menjadi tanggung jawab pemerintah kota. Salah satunya berkaitan dengan masalah pembebasan lahan warga. “Pusat sudah mempersilakan kami meminta dana berapa pun untuk pembangunan infrastruktur. Tapi hal-hal yang berkaitan dengan dampak sosialnya, biar pemkot yang mengurusnya,” imbuhnya.

Bila becermin dari kondisi yang ada saat ini, program pengentasan banjir di Kota Tepian baru dapat direalisasikan akhir 2020. Tahun ini dan awal tahun depan, setidaknya pemerintah perlu menyusun ulang skema pembangunan dan program pendanaannya. Baik dari pemerintah pusat, provinsi, maupun kota.

Sementara itu, pengurus Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Kaltim Haryono mengingatkan, Pemkot Samarinda dan Pemprov Kaltim perlu memerhatikan kondisi hulu SKM. Banjir bandang yang melanda Samarinda saat ini tidak bisa dilepaskan dari menjamurnya lokasi pertambangan dan perumahan di sekitar Bendungan Benanga Lempake.

“Hingga kini, Bendungan Benanga belum pernah dinormalisasi lagi. Pemerintah sudah harus menyiapkan sub-sub bendungan di atas Bendungan Benanga. Supaya air tidak langsung terserap ke Bendungan Benanga,” saran dia.

Selain itu, pemerintah diminta untuk menghitung-hitung tata pembangunan di sekitar kawasan Bandara APT Pranoto Samarinda. Pelan tapi pasti, bandara tersebut akan menjadi salah satu sentra pembangunan ke depannya.

Diwartakan sebelumnya, sejumlah arsitektur, ahli tata kota, dan lingkungan duduk bersama di Kota Tepian Kamis (13/6). Dalam Diskusi Terbatas Penanganan Banjir Samarinda yang digelar di Kantor LPJK Kaltim itu mengusulkan relokasi Pasar Segiri. Cara itu ditempuh untuk memudahkan normalisasi SKM.

KAPOLDA-PANGDAM

Hari ke-11 banjir melanda ibu kota Kaltim, perlahan-lahan genangan mulai surut. Namun, di beberapa titik, genangan masih setinggi 70 sentimeter. Pemkot Samarinda pun mengeluarkan status tanggap darurat hingga dua pekan hingga 21 Juni.

BERI PERHATIAN: Pangdam VI Mulawarman Mayjen Subiyanto (kiri) dan Kapolda Kaltim Irjen Priyo Widyanto (kanan) ikut memasak makanan untuk korban banjir di dapur umum PKK Samarinda. (RESTU/PROKAL.CO/KP)

Beberapa pantauan Kaltim Post, seperti simpang Mal Lembuswana, Jalan Dr Soetomo, Jalan Mayjen Sutoyo, dan PM Noor, kini sudah lebih lancar dilintasi kendaraan. Sebelumnya banjir yang cukup dalam membuat kendaraan sulit melintas.

Kemarin Kapolda Kaltim Irjen Priyo Widyanto dan Pangdam VI/Mulawarman Mayjen Subiyanto bertandang ke Samarinda. Keduanya mengunjungi dapur umum yang didirikan PKK Samarinda di Jalan S Parman. Bahkan keduanya ikut mengaduk masakan di sana.

 Dalam kesempatan itu, Priyo mengaku turut prihatin dengan kondisi banjir di Kota Tepian. Menurut dia, lamanya air surut lantaran Kota Tepian sudah seperti kantong air. Selain itu, terjadi penyumbatan di beberapa saluran air. Sehingga air meluap hingga jalanan dan permukiman. “Masyarakat jangan lagi buang sampah sembarangan, biar tidak menumpuk dan tidak menghambat saluran air,” pintanya. (*/drh/*/dra/rom/k16)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Oktober 2019 14:00

Pelantikan Presiden dan Wapres, 3.500 Personel Amankan Kaltim dan Kaltara

 PROKAL.CO, SAMARINDA - Kepala Seksi Oprasional (Kasi Ops) Korem 091/ASN…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:30

Sebulan Setelah Persalinan Langsung Nunggak Iuran

JAKARTA-- Persalinan jadi salah satu jenis layanan kesehatan yang paling…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:29

Kalimantan Sudah Bersih, Jawa Masih Terbakar.

JAKARTA­– Menuju paruh akhir bulan Oktober 2019, Kabut asap akibat…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:28

Ada 672 Peserta Ikut Mendesain Ibukota

JAKARTA– Jumlah peserta sayembara desain Ibukota Negara (IKN) baru terus…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:22

Saling Curiga Harus Diakhiri!

WAMENA-Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Jayawijaya memfasilitasi pertemuan antara kepala-kepala suku…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:05

18 Kepala Negara dan Ratusan Duta Besar Konfirmasi Datang

JAKARTA– Minggu besok (20/10) Presiden Joko Widodo dan wakil presiden…

Jumat, 18 Oktober 2019 12:41

Sani Tetap Menjabat Kepala DPMPTSP

SAMARINDA–Abdullah Sani mestinya berkantor di Kegubernuran Kaltim, Jalan Gajah Mada,…

Jumat, 18 Oktober 2019 12:12

Proyek Masih Jalan, Kantor BPJN Disegel

PROYEK rekonstruksi jalan nasional Samarinda-Bontang-Sangatta belum terpengaruh setelah Komisi Pemberantasan…

Jumat, 18 Oktober 2019 12:05
Dibalik OTT KPK di Samarinda dan Bontang

Begini Praktik Curang yang Dilakukan Kontraktor untuk Menangkan Tender

BONTANG-Operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Samarinda dan Bontang pada…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:57

WIH..!! Pemerintah Bakal Bangun Bandara Dekat IKN untuk VVIP dan Jet Pribadi

Pemerintah berencana membangun bandara baru tidak jauh dari pusat kota…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*