MANAGED BY:
KAMIS
21 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Jumat, 14 Juni 2019 16:51
9 Korban Meninggal Dunia dalam Rusuh 22 Mei
Penembak Korban Kerusuhan dari Kelompok Tak Terdeteksi
Barisan Brimob dengan pakaian lengkap sedang bersiap mengamankan kerusuahan aksi 22 Mei di depan kantor Bawaslu. (Dery/JawaPos.com)

PROKAL.CO, JAKARTA— Kapolri Jenderal Tito Karnavian memprediksi masih ada kelompok lain yang tak terdeteksi dan melakukan penembakan terhadap korban kerusuhan 22 Mei. Mereka bukan kelompok Kivlan Zein, bukan pula kelompok S dan 15 orang yang ditangkap di Jawa Barat.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menuturkan bahwa selama ini Polri telah mengungkap tiga kelompok yang memiliki senjata ilegal terkait peristiwa 22 Mei. Pertama, kelompok yang beranggotakan 15 orang dengan memiliki empat senjata. ”Kelompok kedua Bapak S yang mengirim senjata dari Aceh dan KZ yang kelompoknya memiliki senjata,” urainya.

Tiga kelompok tersebut terindikasi akan menggunakan senjata api. Tapi, mungkin ada pihak lain yang tidak terdeteksi menggunakan senjata api. Untuk memastikan hal tersebut, Polri  saat ini masih menunggu uji balistik sejumlah senjata-senjata yang akan digunakan. ”Saya sampaikan ini belum bisa disimpulkan, karena masih penelitian,” tuturnya di Monumen Nasional (Monas) kemarin.

Polisi juga mengidentifikasi sembilan korban meninggal dunia. Tidak semua meninggal karena tembakan. Ada beberapa yang mengalami luka karena benda tumpul. Bisa jadi karena pukulan petugas atau justru dilempar oleh pelaku kerusuhan. ”Lalu, ada korban meninggal yang karena tembakan senjata api,” terangnya.

Korban meninggal dunia karena senjata api itu ada yang proyektilnya masih di dalam tubuh dan yang sudah keluar tubuh. Untuk yang proyektilnya keluar tubuh itu lebih sulit pembuktiannya. 

Kapolri mengungkapkan apabila ternyata peluru ditembakkan aparat, investigasi akan dilakukan lebih mendalam. Apakah ini eksesif (keadaan yang melampaui kebiasaan) atau justru pembelaan diri. ”Korban ini kan ada yang berasal dari Petamburan, dimana diketahui ada asrama yang diserang dan dibakar, ” papar mantan Kapolda Metro Jaya tersebut.

Tito juga mengklarifikasi terkait informasi bahwa KZ merupakan dalang kerusuhan. Menurutnya, Polri tidak pernah menyebut KZ merupakan dalang kerusuhan, yang disampaikan adalah kronologi peristiwa 22 Mei dimana ada 2 segmen, aksi damai dan aksi yang sengaja membuat kerusuhan. 

Banyaknya purnawirawan TNI yang terseret dalam kasus kerusuhan 22 Mei membuat Panglima TNI Hadi Tjahjanto angkat bicara. Menurutnya, purnawirawan sebenarnya masuk dalam ranah sipil. Namun, untuk kesatuan sendiri masih melakukan pembinaan terhadap para purnawirawan. ”Kami terus berkomunikasi dengan beliau-beliau untuk menjaga persatuan dan kesatuan,” jelasnya.

Untuk proses hukum, TNI tidak ikut terlibat. Sebab, sudah masuk ranah sipil. ”Untuk soliditas TNI dan polri sampai sekarang masih terus. Seperti Babinsa dan Babainkamtibmas salah satu bentuknya,” jelasnya.

Tito juga merespon terkait banyaknya purnawirawan TNI yang terjerat kasus kerusuhan. Menurutnya, perlu diakui dengan jujur bahwa penanganan kasus purnawirawan TNI ini bagi Polri secara pribadi dan institusi menimbulkan ketidaknyamanan. ”Bagi Polri sendiri enggak nyaman,” ungkapnya. (idr/git)

 


BACA JUGA

Kamis, 21 November 2019 13:50

Ayah yang Jadi Pelatih Juga Bisa Brutal

BERLATIH dibawah gemblengan ayah sendiri bisa memberikan motivasi tinggi bagi…

Kamis, 21 November 2019 13:47
Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara

Awal Tahun Draf RUU Rampung, Akhir Tahun Groundbreaking di IKN

JAKARTA– Pemerintah terus mempersiapkan aspek legal atau dasar hukum pemindahan…

Kamis, 21 November 2019 10:40

Segera Hapus TP4 Pusat - Daerah

JAKARTAs - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko…

Kamis, 21 November 2019 10:38

Kartu Pra Kerja Diberikan Per Kuota Daerah

JAKARTA– Pemerintah menyediakan kuota 2 juta untuk mengisi program kartu…

Kamis, 21 November 2019 10:29

Delapan Tahun Penantian Istri Umar Patek Menjadi WNI

Gina Gutierez Luceno resmi menjadi warga negara Indonesia (WNI). Istri…

Rabu, 20 November 2019 13:18

Polda dan Polres Jadi Sasaran, Densus Tangkap Empat Orang Jaringan Bom Medan

Polrestabes Medan diserang kelompok teroris Rabu (13/11). Tak lama berselang,…

Rabu, 20 November 2019 10:17
Nasib Nestapa Stadion Palaran yang

Anggaran yang Ada Hanya Cukup untuk Bersih-Bersih

Dulu disayang. Kini “dibuang”. Mungkin jadi ungkapan yang pas menggambarkan…

Rabu, 20 November 2019 10:14

Mau Bahas IKN, Baleg DPR Kecewa dengan Pemprov Kaltim

BALIKPAPAN- Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke…

Rabu, 20 November 2019 10:10

Kedapatan Ngobrol saat Kapolri Beri Arahan, Kapolres Kampar Dicopot

JAKARTA— Kapolri Jenderal Idham Aziz menunjukkan ketegasannya dalam memimpin Polri.…

Selasa, 19 November 2019 17:49

Tiga Tempat di Samarinda Digerebek Densus 88

SAMARINDA - Tim Densus 88 menggerebek tiga tempat di Samarinda,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*