MANAGED BY:
SABTU
23 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

BALIKPAPAN

Jumat, 14 Juni 2019 15:39
Pemprov Tunggu Lobi Anggota Dewan

Penanganan Abrasi Pantai Manggar Terkendala Biaya

Sejak 2014 hingga sekarang, objek wisata pantai di Balikpapan Timur ini telah kehilangan bibir pantai hingga 40 meter.

PROKAL.CO, Entah kapan masalah abrasi di objek wisata Pantai Manggar tuntas. Jadi tanggung jawab pemprov, anggaran penanganan justru tidak ada.

 

BALIKPAPAN-Belum ada langkah konkret terkait penanganan abrasi di Pantai Manggar yang kian kritis. Sejak 2014, objek wisata pantai di Balikpapan Timur ini telah kehilangan bibir pantai hingga 40 meter. Setiap tahunnya terjadi abrasi hingga 5 meter.

Dikonfirmasi Kaltim Post, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltim Indra Riyadi mengatakan, hingga kemarin (13/6), dirinya belum menerima surat pengajuan penahan abrasi atau breakwater (pemecah gelombang) dari Pemkot Balikpapan. Diketahui, berdasarkan UU 23/ 2014 tentang Pemerintah Daerah yang antara lain mengatur perluasan kewenangan provinsi di sektor kelautan, jarak 0-12 mil menjadi tanggung jawab pemprov. Adapun jarak Pantai Manggar masuk regulasi tersebut.

Akibat belum adanya pengajuan tersebut, tutur Indra, pihaknya belum mengalokasikan penanganan abrasi Pantai Manggar dalam APBD maupun APBN tahun ini. “Permasalahan abrasi bukan hanya di Balikpapan, tapi terjadi pula di berbagai daerah seperti Berau, Paser, dan Samboja. Seperti di Pantai Bidukbiduk, Berau, pemecah gelombang memang lebih efektif. Lagi-lagi masalahnya klasik, yakni masalah pendanaan. Dana yang dibutuhkan tidak sedikit, ini yang butuh dukungan dari berbagai elemen,” ujarnya.

Terkait penyebab abrasi di Pantai Manggar dan sekitarnya, Indra belum bisa memastikan jika disebabkan akibat dari proyek reklamasi di sepanjang Pantai Klandasan, Pasar Baru, dan Balikpapan SuperBlock (BSB). Menurutnya, butuh kajian dan bukti, mengingat pembangun/reklamasi yang ada mestinya sudah memiliki izin dan lulus uji analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal). “Bila memang ada reklamasi sudah pasti dikaji dulu Amdal-nya. Sekarang ‘kan lagi cuaca buruk dan gelombang tinggi, terlebih angin selatan,” ucap Indra.

Ia mengakui, bahwa wilayah perairan 0-12 mil telah masuk wilayah provinsi. Hanya saja, instansinya tidak memiliki pos anggaran khusus untuk permasalahan abrasi, sebab pihaknya tengah fokus pada pengawasan dan kriminalitas di perairan. “Bukan berarti kami mengesampingkan abrasi, tapi saat ini kami prioritaskan pengawasan kapal asing, illegal fishing dan pengeboman terumbu karang. Kita tetap memberikan perhatian, apabila ada usulan dari teman-teman kita usulkan di APBD dan APBN. Breakwater di Bidukbiduk itu’ kan DPR yang mendorong. Jadi mohon dukungan teman-teman legislatif juga,” imbuhnya.

Sebelumnya, pemandu penyelaman dan pemerhati lingkungan Balikpapan Herry Saputro menuturkan, abrasi terjadi akibat rekayasa alam atau lingkungan. Seperti reklamasi di sepanjang pantai Klandasan, Pasar Baru, dan Balikpapan SuperBlock (BSB). “Setiap ada rekayasa alam/lingkungan selalu ada pengaruhnya (dampak). Misal ada reklamasi di satu titik di daerah pesisir, maka di titik yang lain di daerah pesisir pasti akan mengalami abrasi, serta di titik yang lain lagi di pesisir pasti tiba-tiba muncul pasir tambahan (sedimentasi) di pantai lainnya,” bebernya.

Sementara itu, Kepala UPTD Pantai Manggar Rusliansyah mengatakan, setiap tahunnya terjadi abrasi hingga 5 meter. ”Kemarin ada usulan dari provinsi (Pemprov Kaltim) ingin membangun semacam rekreasi air, tapi kami meminta agar segera menyelesaikan masalah abrasi ini lebih dulu. Lebih penting. Lebih berbahaya,” ujarnya. (lil/riz/k15)


BACA JUGA

Jumat, 22 November 2019 11:54

PMI Siapkan Aplikasi Layanan, Persingkat Waktu, Jaminan Darah Berkualitas

Palang Merah Indonesia (PMI) Balikpapan tengah menyiapkan aplikasi layanan, sehingga…

Jumat, 22 November 2019 11:54

Musim Penghujan, Tetap Siaga Karhutla

BALIKPAPAN-Kepala Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan, Suseno menyebut saat ini…

Jumat, 22 November 2019 11:53

Dinda, Satu Kekurangan Berjuta Kelebihan

Bakat adalah hal yang membanggakan bagi siapa pun pemiliknya. Satu…

Jumat, 22 November 2019 11:38

Dorong Kepolisian Kejar Prestasi, Berantas Paham Radikal

Kapolda Kaltim resmi dijabat Irjen Muktiono. Menggantikan Irjen Priyo Widyanto…

Jumat, 22 November 2019 11:30

Progres 85 Persen, Dibuka Awal Tahun Depan

BALIKPAPAN–Kemacetan di Balikpapan Utara, khususnya di Simpang Kilometer 5, Jalan…

Kamis, 21 November 2019 10:48

Cegah Kecelakaan di Jalan Berulang, Truk Wajib Uji Berkala

BALIKPAPAN- Kecelakaan yang melibatkan mobil beban jenis truk di kawasan…

Kamis, 21 November 2019 10:42

Kaji Ulang Sertifikasi Nikah, Bimbingan Pranikah 2 Hari Saja Susah, Apalagi Pembekalan 3 Bulan

Pembekalan selama 3 bulan bagi pasangan yang ingin menikah berpotensi…

Kamis, 21 November 2019 10:41

Balikpapan Harus Miliki Layanan Bentuk Aplikasi

BALIKPAPAN – Kemunculan teknologi berapa tahun terakhir menimbulkan tumbuhnya banyak…

Kamis, 21 November 2019 10:41

Frozen 2, Membekukan para Penggemarnya

Sejumlah media dan tamu undangan memenuhi Studio Premier XXI Pentacity…

Selasa, 19 November 2019 10:47

Balikpapan Krisis Tenaga Pengajar, Guru SD Kurang 1.037, SMP Kurang 310

BALIKPAPAN— Balikpapan krisis guru. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*