MANAGED BY:
SENIN
14 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Jumat, 14 Juni 2019 14:08
Lion Air Bantah Utang Rp 614 T
EKSPANSI BISNIS: Ratusan pesawat pesanan Lion Air akan dioperasikan di tiga negara; Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

PROKAL.CO, Order 800 pesawat dikabarkan menyisakan utang besar bagi Lion Air. Bantahan pun meluncur dengan menyebut keuangan “singa terbang” baik-baik saja.

====================

JAKARTA–Lion Air tiba-tiba memberi klarifikasi. Terkait kabar tak sedap; utang Rp 614 triliun untuk pembelian pesawat. Utang yang dituduhkan itu disebut dijamin negara. Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro menyebut, semua itu tidak benar.

"Bahwa informasi utang atau berpotensi utang serta akan menjadi beban pihak lain adalah tidak benar," kata Danang, kemarin.

Menurut Danang, Lion Air Group benar melakukan pemesanan armada (order) lebih dari 800 pesawat udara di berbagai pabrikan pesawat (aircraft manufacture) di seluruh dunia.

Saat ini, Lion Air Group telah menerima lebih dari 340 pesawat dari total pesanan dimaksud. Dan sudah dioperasikan di tiga negara; Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Lion Air menyampaikan, pendanaan pengadaan pesawat udara itu menggunakan berbagai metode. "Tidak semua pesawat diperoleh dengan cara meminjam dana," katanya.

Pesawat-pesawat tersebut tidak semua akan dioperasikan di Indonesia. Pengadaannya pun tidak dijamin oleh siapa pun dan tidak menjaminkan siapa pun. Lion Air sendiri yang bertanggung jawab atas pengadaan pesawat dengan jaminan aset perusahaan, termasuk pesawat yang dibeli.

"Apabila pesawat tersebut disewa, maka tidak diperlukan jaminan," ujar Danang.

Saat ini, lanjut Danang, kondisi operasional dan keuangan Lion Air dalam keadaan normal dan lancar. "Lion Air menegaskan sesuai pandangan dan analisis tajam bisnis ke depan, Lion Air bersama anggota Lion Air Group yang lain akan terus melakukan pengembangan bidang usaha dan rute (ekspansi bisnis)," paparnya.

Terkait adanya penyebaran informasi yang tendensius, menyesatkan dan menyudutkan perusahaan serta pemilik perusahaan, Lion Air sedang mempelajari untuk menentukan langkah-langkah berikutnya. (boy/jpg/dwi/k8)

 

loading...

BACA JUGA

Senin, 14 Oktober 2019 11:35

HUT Bankaltimtara ke 54, Gubernur Isran Singgung Calon Dirut

PROKAL.CO, SAMARINDA - PT BPD Kaltim Kaltara atau lebih dikenal…

Senin, 14 Oktober 2019 09:54

Perkuat Modal, Bank Kecil Merger

SOLO – Jumlah bank perkreditan rakyat (BPR) di Jatim terus…

Senin, 14 Oktober 2019 09:44

Pertumbuhan Tetap Stabil, Meski Tertekan Perang Dagang

JAKARTA– Pertumbuhan ekonomi tahun ini diyakini masih berada di atas…

Senin, 14 Oktober 2019 09:33

Proyek IDD Belum Temukan Titik Terang

BALIKPAPAN – Proyek migas laut dalam RI dengan nilai investasi…

Sabtu, 12 Oktober 2019 14:40

Aset Bankaltimtara Capai Rp 29,65 T

SAMARINDA – PT Bankaltimtara berhasil mencatatkan peningkatan aset perbankan. Berdasarkan…

Sabtu, 12 Oktober 2019 14:39

Mengapa Harus Emas?

EMAS merupakan komoditas investasi yang populer di Indonesia saat ini…

Sabtu, 12 Oktober 2019 14:39

Bergegas Penuhi Kebutuhan Daging Sapi

Pemprov Kaltim berusaha keras menggenjot produksi daging sapi. Targetnya, ketika…

Sabtu, 12 Oktober 2019 13:33

Sepatu Lokal Lebih Berkualitas, tapi Lebih Mahal

SURABAYA– Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI) melakukan berbagai upaya…

Sabtu, 12 Oktober 2019 13:20

Ekspor Kopi Olahan Naik Tajam

SURABAYA – Produk kopi olahan Jawa Timur (Jatim) mendapat tempat…

Sabtu, 12 Oktober 2019 10:24

Harga Komoditas Mulai Mendaki, Bakal Sumbang Inflasi Oktober

JAKARTA– Memasuki pekan kedua Oktober, harga beberapa komoditas cenderung mulai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*