MANAGED BY:
SABTU
23 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

BALIKPAPAN

Kamis, 13 Juni 2019 14:28
Abrasi Kian Mengancam Pantai Manggar

Butuh Breakwater, Penanganan Kewajiban Pemprov

Sejak 2014 hingga sekarang, objek wisata pantai di Balikpapan Timur ini telah kehilangan bibir pantai hingga 40 meter.

PROKAL.CO, Abrasi yang terjadi di Pantai Manggar diduga akibat rekayasa alam atau lingkungan. Seperti reklamasi di sepanjang Pantai Klandasan, Pasar Baru, dan Balikpapan SuperBlock (BSB).

 

BALIKPAPAN- Sejak 2014 hingga sekarang, objek wisata pantai di Balikpapan Timur ini telah kehilangan bibir pantai hingga 40 meter. Kepala UPTD Pantai Manggar Rusliansyah mengatakan, setiap tahunnya terjadi abrasi hingga 5 meter. ”Kemarin ada usulan dari provinsi (Pemprov Kaltim) ingin membangun semacam rekreasi air, tapi kami meminta agar segera menyelesaikan masalah abrasi ini lebih dulu. Lebih penting. Lebih berbahaya,” ujarnya.

Lanjut dia, Juli hingga Agustus nanti kerap terjadi gelombang besar. Fenomena ini pun mengancam keindahan Pantai Manggar. Mengingat tinggi gelombang bisa mencapai 6 meter. Gelombang besar kerap terjadi pada sore hingga malam hari membuat ambles permukaan pasir hingga bibir pantai.

Dari itu perlu penanganan secepatnya. Berharap Pemprov Kaltim dapat mengabulkan pembuatan pemecah gelombang laut. “Dulu juga ada pohon cemara itu habis tumbang karena abrasi. Baru-baru ini juga sudah ada 6 pohon yang tumbang kembali,” ucap Rusli. Bahkan demi mengurangi dampak abrasi pada pertengahan 2018 lalu, pihaknya bersama masyarakat gotong royong membuat penahan ombak sementara dengan tumpukan pasir dan batang pohon di lubang sekitar bibir pantai. Namun tak juga bertahan lama.

“Bila ada breakwater (penahan ombak sementara), aman lah sudah. Selain mencegah abrasi para pengunjung yang ingin berenang juga lebih safety (aman). Tanggul di depan patung beruang juga seperti tidak bertahan lama, sudah mulai rusak,” ucapnya. Koordinator TPI Klandasan dan Petugas Syahbandar Pelabuhan Perikanan Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Balikpapan Hery Saputro, yang juga seorang dive guide and eco-diver conservationist menuturkan, abrasi terjadi akibat rekayasa alam atau lingkungan. Seperti reklamasi di sepanjang Pantai Klandasan, Pasar Baru, dan Balikpapan SuperBlock (BSB).

“Setiap ada rekayasa alam/lingkungan selalu ada pengaruhnya (dampak). Misal ada reklamasi di satu titik di daerah pesisir, maka di titik yang lain di daerah pesisir pasti akan mengalami abrasi. Serta di titik yang lain lagi di pesisir pasti tiba-tiba muncul pasir tambahan (sedimentasi) di pantai lainnya,” bebernya. Untuk di daerah pesisir yang dapat dijadikan sebagai tindakan mitigasi/pencegahan bencana adalah penanaman mangrove di daerah pesisir. Maupun pembangunan breakwater yang disesuaikan dengan arus laut sekitarnya.

“Bukan hanya di Pantai Manggar, abrasi juga terjadi di Lamaru dan Teritip, karena ada tambak dan empang warga di sana yang ikut tenggelam,” bebernya. Hery mengamati tidak seluruh pesisir Balikpapan memiliki hutan bakau. Ada bagian-bagian (lokasi) tertentu di pesisir yang memiliki mangrove (bakau), tetapi ada pula pesisir yang tak memiliki pohon bakau. Padahal keberadaan pohon ini sangat penting sebagai penangkal abrasi. Ia menambahkan, bakau tumbuh subur di daerah yang berlumpur.

“Mangrove perlu waktu 20 tahun agar tumbuh kuat dan menahan arus laut. Tapi sebenarnya gelombang musim selatan itu sudah rutin, tidak akan merusak. Yang merusak alam atau lingkungan itu justru manusia itu sendiri,” ucapnya. Sempat ikut dalam peninjauan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Suryanto mengakui, abrasi di Pantai Manggar tidak bisa disepelekan. Membutuhkan perhatian khusus. Hanya saja sesuai peraturan yang ada, saat ini kebijakan terkait perairan mulai 0-12 mil sudah masuk wilayah provinsi.

“Betul abrasi di Pantai Manggar semakin parah. Tapi ‘kan pemerintah kota tidak bisa berbuat banyak. Semua ada di provinsi, mereka yang berwenang. Harus segera diperbaiki, selain abrasi ada juga kan sedimentasi. Mudah-mudahan dapat bantuan dari provinsi tahun ini,” harapnya. (lil/riz/k15)


BACA JUGA

Jumat, 22 November 2019 11:54

PMI Siapkan Aplikasi Layanan, Persingkat Waktu, Jaminan Darah Berkualitas

Palang Merah Indonesia (PMI) Balikpapan tengah menyiapkan aplikasi layanan, sehingga…

Jumat, 22 November 2019 11:54

Musim Penghujan, Tetap Siaga Karhutla

BALIKPAPAN-Kepala Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan, Suseno menyebut saat ini…

Jumat, 22 November 2019 11:53

Dinda, Satu Kekurangan Berjuta Kelebihan

Bakat adalah hal yang membanggakan bagi siapa pun pemiliknya. Satu…

Jumat, 22 November 2019 11:38

Dorong Kepolisian Kejar Prestasi, Berantas Paham Radikal

Kapolda Kaltim resmi dijabat Irjen Muktiono. Menggantikan Irjen Priyo Widyanto…

Jumat, 22 November 2019 11:30

Progres 85 Persen, Dibuka Awal Tahun Depan

BALIKPAPAN–Kemacetan di Balikpapan Utara, khususnya di Simpang Kilometer 5, Jalan…

Kamis, 21 November 2019 10:48

Cegah Kecelakaan di Jalan Berulang, Truk Wajib Uji Berkala

BALIKPAPAN- Kecelakaan yang melibatkan mobil beban jenis truk di kawasan…

Kamis, 21 November 2019 10:42

Kaji Ulang Sertifikasi Nikah, Bimbingan Pranikah 2 Hari Saja Susah, Apalagi Pembekalan 3 Bulan

Pembekalan selama 3 bulan bagi pasangan yang ingin menikah berpotensi…

Kamis, 21 November 2019 10:41

Balikpapan Harus Miliki Layanan Bentuk Aplikasi

BALIKPAPAN – Kemunculan teknologi berapa tahun terakhir menimbulkan tumbuhnya banyak…

Kamis, 21 November 2019 10:41

Frozen 2, Membekukan para Penggemarnya

Sejumlah media dan tamu undangan memenuhi Studio Premier XXI Pentacity…

Selasa, 19 November 2019 10:47

Balikpapan Krisis Tenaga Pengajar, Guru SD Kurang 1.037, SMP Kurang 310

BALIKPAPAN— Balikpapan krisis guru. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*