MANAGED BY:
SABTU
23 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

BALIKPAPAN

Kamis, 13 Juni 2019 14:26
Parkir Progresif Dongkrak PAD

Secure Parking Diprediksi Setor hingga Rp 15 Miliar

Total keseluruhan lokasi parkir Kota Minyak sebanyak 24 tempat. Di antaranya, 10 lokasi dikelola Secure Parking.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN- Meningkatnya tarif parkir di beberapa kawasan di Balikpapan turut berimbas pada pendapatan asli daerah (PAD). Berdasarkan kajian Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD), persentase kenaikannya cukup signifikan. Misalnya untuk mobil, jumlah kenaikan sebesar 33 persen dari tarif lama. Sementara itu, kenaikan 50 persen untuk sepeda motor.

Sekretaris BPPRD Balikpapan Haimusri Umar menuturkan, kenaikan tarif parkir merupakan usulan vendor parkir, khususnya Secure Parking dengan nama PT Securindo Packatama Indonesia. Usulan ini sudah diajukan sejak Februari 2019. Kemudian pihaknya melakukan kajian bersama OPD teknis lainnya. “Kami setuju mengusulkan kenaikan ini sebagai alternatif target pajak dari parkir dapat terealisasi,” tuturnya. Dia mengungkapkan, kenaikan tarif ini tidak bisa serta-merta hanya usulan Pemkot Balikpapan. Namun, tetap harus berdasarkan usulan dari pengelola parkir. Ini yang membuat tidak semua vendor serta lokasi parkir mengalami kenaikan tarif tersebut.

“Vendor melihat jumlah kendaraan yang masuk banyak dan butuh peralatan lebih,” sebutnya. Saat ini, tercatat ada 10 lokasi parkir yang di bawah pengelolaan Secure Parking. Seluruhnya menerapkan tarif parkir baru (lihat grafis). Namun dengan jumlah kenaikan tarif yang bervariasi. Seperti Balikpapan SuperBlock (BSB) dan Plaza Balikpapan. Kenaikan tarif parkir beserta progresifnya sebesar Rp 1.000.

Haimusri mengungkapkan, Secure Parking sangat berperan dalam menyumbang pajak parkir ke kas daerah. Bahkan menjadi vendor parkir terbesar di Balikpapan. Total keseluruhan lokasi parkir Kota Minyak sebanyak 24 tempat. Di antaranya, 10 lokasi dikelola Secure Parking. Sisanya dikelola vendor lokal hingga koperasi atau pengelola gedung sendiri. “Tahun lalu, hampir sekitar 50 persen pendapatan pajak parkir berasal dari Securindo. Dari target Rp 20 miliar, Securindo menyumbang kurang lebih Rp 10 miliar,” katanya.

Di mana, target pajak yang terealisasi 2018 sebesar 99 persen dengan angka sekitar Rp 19,9 miliar. Hanya kurang Rp 70 juta. Sementara untuk tahun ini, target pendapatan pajak parkir masih sama. Yaitu Rp 20 miliar. Berdasarkan perhitungan BPPRD, adanya kenaikan tarif parkir ini membuat kenaikan pajak parkir sebesar 50 persen atau Rp 5 miliar. Artinya sumbangan Secure Parking pada 2018 sebesar Rp 10 miliar, kini diprediksi dapat berubah menjadi Rp 15 miliar. “Ini pun karena mulai penerapan di pertengahan tahun. Kalau mulai dari Januari kemarin, kenaikan bisa Rp 10 miliar,” ujarnya.

Dia berharap, pada tahun ini pencapaian pajak parkir bisa menyentuh lebih dari target. Walau hingga memasuki pertengahan tahun ini, pajak yang sudah terealisasi sebesar Rp 8 miliar. “Kami berharap agar pelaku usaha jasa parkir taat asas untuk bayar pajak setiap bulan. Ada transparansi pembayaran, kami sedang pasang alat tapping box per 1 Januari,” ujarnya. Sebuah alat perekam transaksi bernama tapping box ini berfungsi mencatat atau menangkap seluruh transaksi yang kemudian dicetak pada printer point of sales.

Diwartakan sebelumnya, sejak 1 Juni 2019, beberapa lokasi parkir di Kota Minyak mengalami peningkatan tarif. Khususnya pada parkir yang dikelola Secure Parking (pihak ketiga jasa parkir). Imbauan ini terpampang melalui spanduk di setiap pintu masuk area parkir. Di mana, tertulis berdasarkan SK Nomor: 05/DMPT/Parkir/2019 diberlakukan tarif parkir baru. Seperti yang diterapkan di Balikpapan SuperBlock (BSB). Untuk tarif mobil 1 jam pertama dikenakan Rp 4 ribu. Selanjutnya, dikenakan Rp 3 ribu per jam (progresif). Hanya berbeda seribu, tarif kendaraan roda dua kini Rp 3 ribu untuk satu jam pertama dan Rp 2 ribu per jam berikutnya. Mobil box dikenakan Rp 10 ribu di satu jam pertama. Sedangkan Rp 5 ribu per jam berikutnya. Sedangkan untuk truk/bus dikenakan Rp 20 ribu per jam. (gel/riz/k15)


BACA JUGA

Jumat, 22 November 2019 11:54

PMI Siapkan Aplikasi Layanan, Persingkat Waktu, Jaminan Darah Berkualitas

Palang Merah Indonesia (PMI) Balikpapan tengah menyiapkan aplikasi layanan, sehingga…

Jumat, 22 November 2019 11:54

Musim Penghujan, Tetap Siaga Karhutla

BALIKPAPAN-Kepala Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan, Suseno menyebut saat ini…

Jumat, 22 November 2019 11:53

Dinda, Satu Kekurangan Berjuta Kelebihan

Bakat adalah hal yang membanggakan bagi siapa pun pemiliknya. Satu…

Jumat, 22 November 2019 11:38

Dorong Kepolisian Kejar Prestasi, Berantas Paham Radikal

Kapolda Kaltim resmi dijabat Irjen Muktiono. Menggantikan Irjen Priyo Widyanto…

Jumat, 22 November 2019 11:30

Progres 85 Persen, Dibuka Awal Tahun Depan

BALIKPAPAN–Kemacetan di Balikpapan Utara, khususnya di Simpang Kilometer 5, Jalan…

Kamis, 21 November 2019 10:48

Cegah Kecelakaan di Jalan Berulang, Truk Wajib Uji Berkala

BALIKPAPAN- Kecelakaan yang melibatkan mobil beban jenis truk di kawasan…

Kamis, 21 November 2019 10:42

Kaji Ulang Sertifikasi Nikah, Bimbingan Pranikah 2 Hari Saja Susah, Apalagi Pembekalan 3 Bulan

Pembekalan selama 3 bulan bagi pasangan yang ingin menikah berpotensi…

Kamis, 21 November 2019 10:41

Balikpapan Harus Miliki Layanan Bentuk Aplikasi

BALIKPAPAN – Kemunculan teknologi berapa tahun terakhir menimbulkan tumbuhnya banyak…

Kamis, 21 November 2019 10:41

Frozen 2, Membekukan para Penggemarnya

Sejumlah media dan tamu undangan memenuhi Studio Premier XXI Pentacity…

Selasa, 19 November 2019 10:47

Balikpapan Krisis Tenaga Pengajar, Guru SD Kurang 1.037, SMP Kurang 310

BALIKPAPAN— Balikpapan krisis guru. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*