MANAGED BY:
RABU
18 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MANCANEGARA

Kamis, 13 Juni 2019 01:22
Di Korut, Bocah 7 Tahun Dipaksa Lihat Keluarganya Dieksekusi Mati
ilustrasi

PROKAL.CO, Kekejaman otoritas Korea Utara (Korut) belum berakhir. Laporan terbaru dari Transitional Justice Working Group (TJWG) memastikan bahwa mereka masih mengintimidasi penduduknya sendiri. Salah satunya dengan melakukan eksekusi mati di hadapan umum.

LSM internasional tersebut mewawancarai 610 pembelot yang berhasil kabur dari Korut dalam jangka waktu empat tahun. Dari penelitian itu, mereka menemukan 318 lokasi yang biasa dijadikan sebagai tempat hukuman mati.

Kebanyakan eksekusi dilakukan di tempat terbuka seperti lapangan, samping sungai, bahkan sekolah. Biasanya pemerintah mengumpulkan lebih dari seribu penduduk lokal untuk menyaksikan terdakwa ditembak mati. ’’Aturannya, ada tiga penembak yang masing-masing meluncurkan tiga peluru,’’ ujar Ethan Shin, salah seorang penulis laporan, kepada Agence France-Presse.

Kasus terdakwa mati beragam. Mulai mencuri sapi atau tembaga hingga tertangkap menonton siaran televisi Korea Selatan. Yang mengerikan, keluarga terpidana dipaksa mengisi barisan paling depan penonton eksekusi.

Beberapa saksi mengatakan, bocah 7 tahun pun pernah dipaksa untuk menyaksikan keluarganya dibunuh. ’’Ini adalah metode paling ampuh bagi pemerintah Korut untuk menanamkan rasa takut sehingga tak ada yang melanggar aturan negara,’’ jelasnya.

 

Beberapa kali eksekusi mati juga dilakukan di depan tahanan di penjara atau kamp buruh. Salah seorang pembelot mengaku pernah melihat eksekusi mati bersama tahanan lain. Yang dibunuh adalah tiga perempuan yang gagal saat berusaha kabur ke Tiongkok. ’’Ini bisa terjadi pada kalian semua,’’ ujar petugas dari Kementerian Keamanan Rakyat menurut BBC.

Aparat di Korut, tampaknya, juga bisa menerapkan hukuman mati diam-diam. Contoh saja salah satu kasus terbaru, pembunuhan saudara tiri Kim Jong-un, Kim Jong-nam.

Anak sulung Kim Jong-il itu meninggal saat mengunjungi Malaysia pada 2017. Saat itu, banyak yang ragu apa motivasi Kim Jong-un membunuh kakak tirinya. Namun, laporan dari Wall Street Journal mungkin memberikan titik terang.

Media asal AS itu menduga bahwa Jong-nam merupakan informan Central Intelligence Agency (CIA). Salah satu alasan kedatangannya ke Kuala Lumpur pada Februari adalah bertemu dengan agen spionase AS tersebut. Sayang, sebelum bertemu dengan mata-mata AS, Jong-nam meninggal lebih dulu akibat racun saraf VX.

Kini dua perempuan asing yang terlibat dalam pembunuhan itu sudah bebas. Siti Aisyah dari Indonesia dilepaskan Maret, kemudian Doan Thi Huong menyusul pada Mei. Sementara itu, pemerintah Korut menyangkal keterlibatan mereka tanpa mau bekerja sama terhadap penyelidikan aparat Malaysia. (bil/c7/dos)


BACA JUGA

Selasa, 17 September 2019 17:12

Tatkala Tangan Menelusup

Para pegulat pehliva ini selalu sukses menarik perhatian khalayak. Lewat…

Selasa, 17 September 2019 17:04

Buntut Serangan Drone Iran, AS Siap Membalas

Amerika Serikat mengklaim ada 19 target yang terdampak serangan. Sementara…

Selasa, 17 September 2019 17:03

Derita Penduduk Jammu dan Kashmir setelah Blokade Sebulan

Sejak otonomi dan status khusus Jammu dan Kashmir dicabut 5…

Selasa, 17 September 2019 17:02

Menabrak Batu, Kapal Terbalik

NEW DELHI – Madhavilatha begitu terpukul. Dia kehilangan suami dan…

Senin, 16 September 2019 15:12

Kabut Asap Serang Malaysia, Pemerintah Liburkan 300 Sekolah

 Pemerintah Malaysia terpaksa meliburkan 300 sekolah di Negara Bagian Johor…

Senin, 16 September 2019 14:34

NGERI..!! Perang Kartel Narkoba, Puluhan Mayat Dibuang di Sumur

MEXICO CITY– Pemerintah Meksiko mengonfirmasi penemuan 44 jenazah di sumur…

Senin, 16 September 2019 13:37

Iiihh Bikin Malu..!! Hakim Curi Celana Dalam Tetangga

Robert Cicale seharusnya malu berat. Betapa tidak. Dia adalah seorang…

Senin, 16 September 2019 11:52

AS Salahkan Iran Serangan Drone di Kilang Saudi

RIYADH– Arab Saudi baru saja menjadi korban serangan drone pada…

Senin, 16 September 2019 11:51

Hongkongers Minta Bantuan Inggris

HONGKONG– Massa radikal Hongkong belum putus asa mencari cara menggulingkan…

Senin, 16 September 2019 11:49

Johnson Bangkang Putusan Parlemen

LONDON– Perdana Menteri Inggris Boris Johnson tetap pada pendiriannya. Menghadapi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*