MANAGED BY:
KAMIS
22 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Selasa, 11 Juni 2019 15:31
Mantan Dirut Pertamina Divonis 8 Tahun
”Allahu Akbar, Allahu Akbar, Saya Banding..!"
Mantan Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan menjalani sidang vonis di PN Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (10/6) (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)

PROKAL.CO, Hanya Kena Pasal Tiga

 

Divonis Delapan Tahun, Karen Siapkan Banding

 

JAKARTA – Satu dari lima hakim dalam sidang putusan kasus dugaan korupsi dengan terdakwa mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina Karen Galaila Agustiawan menyampaikan pendapat berbeda. Itu disampaikan oleh hakim anggota tiga, Anwar. Berbeda dengan empat hakim lainnya, Anwar menyatakan bahwa Karen tidak terbukti dan tidak bersalah dalam kasus dugaan korupsi sebagaimana dakwaan jaksa penuntut umum (JPU). 

Pendapat berbeda itu disampaikan Anwar sebelum hakim ketua Emilia Djaja Subagia membacakan amar putusan. ”Menyatakan bahwa terdakwa Karen tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan jaksa penuntut umum,” kata dia disambut tempuk tangan pendukung Karen. Sejak menjelang siang, para pendukung Karen memang sudah berdatangan ke Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat.  

Ada beberapa alasan yang melatari Anwar menyampaikan, pendapat berbeda atau dissenting opinion. Di antaranya keputusan melakukan investasi yang diambil bersama jajaran direksi Pertamina lainnya. Dia menyebutkan bahwa dewan komisaris Pertamina memang tidak mengizinkan investasi tersebut. Namun, dia menilai yang punya kewenangan mengambil keputusan bukan dewan komisaris. Melainkan jajaran direksi. 

Tidak hanya itu, Anwar juga menyatakan, binis minyak dan gas penuh ketidakpastian. Sebab, belum ada teknologi yang bisa memastikan ada atau tidaknya cadangan minyak dan gas di bawah perut bumi maupun di bawah dasar laut. Dia pun menyatakan, kerugian negara yang disebut dalam dakwaan tidak serta merta bisa dinyatakan sebagai kerugian negara. ”Karena tidak digunakan untuk kepentingan terdakwa,” jelasnya. 

Anwar pun menilai, tidak ada upaya memperkaya diri sendiri yang dilakukan oleh Karen. Sebab, pembayaran atas investasi tersebut dilaksanakan secara terbuka dan jelas. Berkenaan dengan Roc Oil Company Limited (ROC, Ltd) yang disebut diuntungkan oleh Karen, dia menyebutkan, seharusnya ada pembuktian melalui pemeriksaan perusahaan tersebut. ”Kenyataanya ROC, Ltd tidak menjadi saksi dalam persidangan ini,” jelasnya. 

Namun, pendapat berbeda itu tidak lantas membatalkan putusan yang dibacakan oleh Emilia. Hanya, dalam putusan itu juga disebutkan bahwa Karen tidak terbukti melakukan tindak pidana korupsi berdasar dakwaan primer. Yakni pasal 2 ayat 1 UU Tipikor. Karen dinyatakan bersalah lantaran melanggar pasal 3 UU Tipikor juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 sebagaimana dakwaan subsider. 

”Menjatuhkan pidana oleh karena itu terhadap terdakwa Karen pidana penjara menjatuhkan pidana penjara 8 tahun dan denda sebesar Rp 1 miliar,” terang dia. Dalam putusan kemarin, majelis hakim juga mementahkan pasal 18 ayat 1 huruf b UU Tipikor sebagaimana disampaikan jaksa penuntut umum. Untuk itu, Karena tidak dibebani membayar uang pengganti kepada negara. 

Atas putusan itu, Karen langsung mengambil sikap. Dia tegas menyatakan banding. ”Allahu Akbar, Allahu Akbar, saya banding,” kata dia. Perempuan kelahiran 1958 itu menyampaikan bahwa banding harus dia lakukan meski dirinya menghormati putusan hakim. ”Saya berharap di banding banyak sosok seperti hakim Anwar yang melihat ini secara utuh,” terangnya. Sebab, lanjut Karen, fakta persidangan tidak bisa dipotong-potong. 

Penasihat hukum Karen, Soesilo Aribowo pun menyampaikan hal serupa. Sepanjang sidang putusan kemarin, dia menyebutkan, dirinya memerhatikan betul setiap poin yang dibacakan oleh majelis hakim. ”Saya lihat, saya cermati pertimbangan-pertimbangan majelis tadi, tidak ada yang menggunakan fakta-fakta persidangan,” terang dia. Karena itu, dia kecewa kliennya dijerat memakai pasal 3 UU Tipikor. 

Menurut pria yang biasa dipanggil Soesilo itu, mejelis hakim banyak mengabaikan fakta persidangan. Padahal, itu bisa menjadi salah satu dasar putusan. ”Yang ada di dalam surat tuntutan bisa saja dipertimbangkan lain berdasarkan fakta persidangan yang ada,” ungkap dia. Untuk itu pula, dia menghargai betul sikap Anwar yang memilih menyampaikan pendapat berbeda. 

Meski kecewa, Soesilo tetap menghargai putusan yang sudah disampaikan oleh majelis hakim. Sebagaimana disampaikan oleh Karen, banding menjadi jawaban atas putusan tersebut. Dia berharap salinan putusan segara tuntas. Sehingga pihaknya segera membuat memori banding. ”Kami akan berupaya maksimal membuat memori banding berdasarkan fakta-fakta persidangan,” bebernya. 

Ada banyak hal yang bakal disertakan dalam memori banding itu. Termasuk di antaranya fakta-fakta persidangan. Misalnya terkait kerugiaan keuangan negara. ”Yang sejak awal sudah kami sampaikan bahwa seharusnya ROC diperiksa. Tidak hanya mengatakan ROC diperkaya. Tetapi, yang diperkaya tidak pernah diperiksa secara pro justitia,” imbuhnya. ”Jadi, nanti akan kami gali kembali melalui memori banding,” tambahnya. 

Sebelum meninggalkan Pengadilan Tipikor, Karen juga sempat menyampaikan bahwa kasusnya merupakan preseden buruk bagi BUMN di tanah air. Sebab, sebaik apa pun bekerja untuk negara, bukan tidak mungkin dililit kasus seperti yang dia alami. "Dan saya berharap jangan ada lagi direksi Pertamina di-Karen-kan. Cukup saya yang berkorban dan tidak ada lagi," ungkap dia. (syn/)


BACA JUGA

Kamis, 22 Agustus 2019 12:04

Polri Buru Kelompok Penghasut Papua

JAYAPURA–Aksi massa di Papua diduga ditunggangi kelompok separatis. Indikasi itu…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:26

As-Haabee, Museum Baru yang Mengisahkan Sejarah Sahabat Nabi di Makkah

Jamaah haji tahun ini bisa mengisi waktu dengan mengunjungi Museum…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:21

Kota Pancasila Konsep Ibu Kota Baru, 800 Ribu PNS Bakal Dipindah

JAKARTA– Desain ibu kota negara (IKN) Indonesia yang baru mengusung…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:11
Cerita Si Emen, Pelajar Jangkung 2,6 Meter

Ukuran Sepatu Jumbo, Bongkar Pintu agar Bisa Lewat

Tidak banyak orang yang memiliki tinggi di atas 2 meter…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:01

Menteri Keuangan Kecewa dengan BPJS Kesehatan

JAKARTA– Defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tahun ini…

Kamis, 22 Agustus 2019 10:07

Jadi Calon Ibukota Negara, Samboja Kebanjiran Pembeli Tanah

PROKAL.CO, KUKAR - Tokoh masyarakat Samboja Anwar mengaku beberapa pihak…

Rabu, 21 Agustus 2019 23:00
Lokasi Ibu Kota Negara, Gubernur Tetap Pilih Tahura

“Maaf Kalteng, Kaltim yang Dipilih”

BALIKPAPAN– Dicoretnya Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto sebagai kandidat…

Rabu, 21 Agustus 2019 22:15

Jika Jadi Ibukota, Lahan PPU Siap, Bupati Siap Menggratiskan

DICORETNYA Tahura Bukit Soeharto dari lokasi ibu kota negara membawa…

Rabu, 21 Agustus 2019 21:09

Tak Sampai Jutaan Kok, Segini Nih PNS Pusat yang Bakal ke Ibukota Baru di Kalimantan

Rencana pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan akan…

Rabu, 21 Agustus 2019 21:02

Ini Bayangan Desain Ibu Kota Baru di Kalimantan

Rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ingin memindahkan ibu kota…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*