MANAGED BY:
SELASA
24 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Senin, 10 Juni 2019 19:53
BANJIR PARAH..!! Mendesak Jalur Alternatif Layak ke Bandara APT Pranoto
TAK BISA KEMANA MANA: Seorang pria terpekur di kepung banjir di Samarinda.

PROKAL.CO, CURAH hujan tinggi dan debit air yang tidak mampu ditampung drainase membuat sejumlah wilayah di Kota Tepian terendam banjir. Masalah kian pelik mengingat kemarin menjadi hari terakhir libur panjang Lebaran karena hari ini (10/6), seluruh aktivitas kembali seperti sedia kala.

Lalu lintas selepas mudik pun jadi korban karena banjir mengadang akses ke beberapa titik moda transportasi. Jalan DI Pandjaitan di Samarinda Utara, misalnya. Akses utama menuju Terminal Lempake dan Bandara APT Pranoto macet total karena banjir.

“Untuk beberapa akses jalan ke bandara sudah pulih jelang sore. Yang fokus saat ini ke beberapa kawasan banjir yang langsung berdampak dengan warga,” ucap Sekkot Samarinda Sugeng Chairuddin selepas rapat darurat penanganan banjir, kemarin.

Hasil inventarisasi sejauh ini, ada tiga lokasi yang terbilang cukup parah terdampak, Bengkuring, Griya Mukti, Gunung Lingai di Kecamatan Samarinda Utara. Pemkot dan entitas lain pun kini, sebut Sugeng, mengutamakan untuk mendistribusikan bantuan makanan ke tiga lokasi tersebut.

Diperkirakan lebih 10 ribu jiwa terkena dampak langsung banjir di Samarinda. “Makanya fokus dulu ke persoalan distribusi MCK (makan, cuci, kakus). Untuk beberapa kawasan yang sudah terlalu parah sebaiknya diungsikan sementara,” tuturnya.

Soal info Bendungan Benanga yang kelebihan daya tampung, sebut dia, hanya hoaks. Sugeng langsung meninjau kondisi Benanga pada Jumat (8/6). Kondisi lapangan hingga kini, tutur dia, masih di level siaga. “Enggak benar itu (bendungan jebol), hoaks saja. Masih di kuning, belum merah. Karena posisinya baik saja,” ungkapnya.

Evaluasi dalam rapat dadakan itu terungkap, kondisi debit air Sungai Mahakam yang tinggi, ditambah kiriman air dari hulu sungai membuat air tidak bisa cepat terbuang ke Sungai Mahakam. “Lambat mengalir. Apalagi, Samarinda kan memang dataran rendah,” tutupnya.

PERLU JALUR ALTERNATIF

Ketiadaan jalan alternatif dari perkotaan menuju Bandara APT Pranoto, Samarinda, memang cukup mengganggu pelayanan penerbangan. Terlebih saat banjir melanda akses menuju lapangan terbang di Sungai Siring, Samarinda Utara, itu. Bayang-bayang gagal terbang pun menghinggapi penumpang.

“Dampaknya cukup signifikan. Terutama kaitannya dengan pelayanan penerbangan di bandara. Banyak penumpang yang tidak terkejar dengan jadwal penerbangan mereka. Seperti pagi tadi (kemarin), yang jadwal penerbangannya pagi baru bisa terbang siang. Itu termasuk para kru maskapai Batik Air,” beber Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) APT Pranoto Samarinda Dodi Dharma Cahyadi.

Karena banjir kemarin, hampir semua jadwal penerbangan tertunda. Pasalnya, sebagian dari kru maskapai juga terjebak banjir di daerah Lempake dan sekitarnya. Pada malamnya, mereka menginap di beberapa hotel di Samarinda.

“Penerbangan paling cepat sekitar pukul 10.30 Wita. Kami bersyukurnya, para penumpang pesawat masih bisa diberangkatkan. Walau memang ada keterlambatan. Saya berkoordinasi dengan teman-teman maskapai tentang kondisi yang ada dan mereka cukup memahami,” tuturnya.

Dodi berharap, Pemkot Samarinda atau Pemprov Kaltim segera menata akses jalan menuju bandara. Utamanya di daerah yang memang jadi pusat kemacetan dan banjir. Misalnya, di sekitar daerah Lempake atau Samarinda Ilir.

“Kami tentu berharap dari pemerintah setempat dapat menyiapkan aksesibilitas yang baik dan bagus menuju bandara. Dalam konteks ini, kami sebatas mengusulkan kepada pemerintah. Tapi sebelumnya, kami sudah berkomunikasi dengan pemprov terkait usulan penataan dan pelebaran jalan menuju bandara,” katanya.

Jika akses jalan perkotaan menuju bandara tidak segera dibenahi oleh pemerintah, maka dapat memberikan dampak yang begitu luas bagi bisnis penerbangan di Bandara APT Pranoto. Apalagi bandara tersebut masih terbilang cukup baru. Sehingga memerlukan banyak kepercayaan dan kenyamanan dari pelaku bisnis dan pengguna jasa.

“Makin banyak penerbangan, maka semakin meningkat aktivitas masyarakat yang ke bandara. Kalau aksesibilitas yang menuju ke situ (bandara) tidak segera dibenahi, tentu tidak bagus untuk iklim bisnis. Aksesibilitas harus dibenahi. Harus ada kerja sama yang baik antara kami di bandara dan pemerintah,” jelas Dodi.

Untuk melayani penumpang yang terjebak banjir kemarin, pihak UPBU APT Pranoto bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim dan kepolisian setempat menyiapkan tujuh mobil Damri dan dua kendaraan operasional.

“Semoga saja segera ada solusi dari pemerintah. Biar kejadian seperti ini (banjir) tidak sampai mengganggu kegiatan penerbangan. Ke depan pasti jumlah penumpang yang ke Bandara APT Pranoto terus bertambah. Jadi perlu dipikirkan solusi jangka panjangnya,” harap Dodi. (*/dra/*/drh/*/ryu/rom/k8)


BACA JUGA

Senin, 23 September 2019 11:48

Smart SIM Diluncurkan, Biayanya Tak Berubah, Ini Keunggulannya

JAKARTA – Mulai hari ini (23/9) masyarakat bisa mendapatkan Smart…

Senin, 23 September 2019 10:13

Tujuh Hari Lahan di Cagar Alam Kersik Luway Terbakar, Petugas Minta Water Booming

PROKAL.CO, SAMARINDA - Areal cagar alam, Kersik Luway Kabupaten Kutai…

Senin, 23 September 2019 09:01
Bandar Narkoba Tewas

Satu Proyektil Bersarang di Kepala Bandar Narkoba

SAMARINDA–Irwan (35), pengedar narkoba yang ditangkap di kawasan simpang empat…

Senin, 23 September 2019 08:52

Bangun Ibu Kota, Perhatikan Kota Penyangga

Pembangunan ibu kota negara (IKN) di Penajam Paser Utara (PPU)…

Sabtu, 21 September 2019 11:45

Dilumpuhkan setelah Kejar-kejaran

SAMARINDA–Penyelundupan narkoba di Samarinda masuk radar Badan Narkotika Nasional (BNN)…

Sabtu, 21 September 2019 11:40

Ketika Ribuan Mahasiswa Menyuarakan Penolakan RUU KUHP dan UU KPK

Keprihatinan yang sama terhadap isu RUU KUHP dan UU KPK…

Sabtu, 21 September 2019 11:28

Jalan Ibu Kota Negara Dibagi Lima Zona

Ada banyak alasan mengapa kereta dipilih dibanding moda transportasi lain.…

Sabtu, 21 September 2019 11:27

Ancam Kebebasan Berekspresi, Banyak Masalah di RKUHP

BALIKPAPAN- Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) masih menjadi sorotan.…

Sabtu, 21 September 2019 11:26
RUU KUHP Hanya Ditunda, Bukan Dibatalkan

Jokowi Minta 14 Pasal RUU KUHP Dikaji Ulang

JAKARTA– Makin tingginya gelombang penolakan pada Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang…

Jumat, 20 September 2019 12:13

Walhi Yakin Korporasi Terlibat Karhutla

SAMARINDA–Dugaan lahan dibakar untuk kepentingan perkebunan menguat. Kebun sawit diindikasikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*