MANAGED BY:
KAMIS
22 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

CELOTEH

Senin, 10 Juni 2019 12:42
Daun Salam dan Daun Kelor, Ini Manfaatnya...

Mudah Diolah, Mudah Dicari

Daun kelor pun tinggi vitamin A

PROKAL.CO, TANAMAN herbal tetap jadi opsi pilihan yang terus dikonsumsi hingga kini. Dua di antara banyaknya daun lain yang terkenal akan manfaatnya adalah daun salam dan daun kelor. Daun salam tinggi asam folat serta kandungan vitamin A dan C. Baik untuk penderita diabetes karena mampu mengontrol gula darah dan kolesterol. Selain itu, bisa mengatasi sembelit dan menghirup uap dari rebusan daun untuk mengurangi gejala batuk.

Adapun kelor, memiliki antioksidan tinggi. Kandungan seratnya juga tinggi sehingga berpengaruh untuk mengatasi masalah perencanaan. Daun kelor pun tinggi vitamin A. Mungkin banyak dari Anda telah familier dengan kedua daun tersebut. Lagi pula, mendapatkannya juga tidak sulit. Makin mudah ketika Anda mencoba untuk menanamnya di pekarangan rumah agar bisa dipetik tiap saat.

Ahmad Shafwan, dokter Klinik NHK Samarinda menyebut, pengobatan penyakit tertentu dengan dedaunan herbal bisa maksimal dan berpengaruh besar terhadap kesembuhan. Dengan catatan, harus dikonsumsi secara rutin dalam jangka waktu panjang karena efek obatnya tidak signifikan dibanding obat generik. Hal itu disebabkan oleh kadar konsentrasi metabolit yang berpotensi untuk pencegahan penyakit berkurang.

Daun salam tinggi asam folat serta kandungan vitamin A dan C

 

“Selain manfaat yang sudah banyak diketahui orang, intinya dedaunan seperti daun sirsak, salam, dan kelor mengandung antioksidan sehingga dapat mencegah pembentukan plak-plak penyumbat pada pembuluh darah. Walhasil, aliran darah akan lancar dan jaringan-jaringan tujuan darah mendapat nutrisi. Beberapa penyakit yang diakibatkan penimbunan plak adalah hipertensi, strok, penyakit jantung koroner, gagal ginjal, dan penyakit pembuluh darah lainnya,” jelas dokter yang karib disapa Wawan itu.

Perubahan tidak langsung menunjukkan kesembuhan. Namun, beberapa gejalanya akan berkurang dan menurun. Nyatanya, masih banyak orang di luar sana yang membandingkan kinerja obat sintetik dan obat herbal. Padahal, keduanya berbeda.

Dijelaskan Wawan, dalam dunia medis, obat sintetik diklaim lebih aman dikonsumsi karena sudah diketahui cara pakainya mulai takaran dosis, efek samping, sampai antidotumnya jika terjadi efek samping tertentu. Sedangkan efek samping dari dedaunan seperti kelor, salam, dan sirsak masih belum diketahui. Namun, karena metabolitnya yang tidak signifikan, dedaunan tersebut masih aman dikonsumsi.

“Semua bahan obat pada dasarnya berasal dari alam termasuk obat sintetik. Cuma, kalau obat sintetik hanya membutuhkan sari-sarinya. Sementara dedaunan tersebut masih mengandung metabolit lain yang tidak bermanfaat pada penyakit tertentu. Soal efek samping pasti ada tapi masih belum diketahui secara jelas saja khusus untuk dedaunan dan belum dikontrol dosisnya,” jelas pria 25 tahun itu.

Mengonsumsi dedaunan lebih dianjurkan sebagai penunjang. Dalam hal medis, obat sintetik lebih diutamakan karena lebih aman. Sebagai dokter, Wawan menganjurkan dedaunan tersebut dikonsumsi sebagai media pencegahan. Dikonsumsi saat tubuh sedang bugar. Kalau sudah sakit, yang utama tetap obat sintetik. Kalau hanya berpatok pada obat herbal, pasien justru mengabaikan obat sintetik dan berakibat pada keparahan penyakit.

“Cara untuk mengetahui daun sudah siap dikonsumsi sangat mudah. Ketika sudah terjadi perubahan warna pada air, artinya metabolit sudah larut. Merebus daun tidak boleh terlalu lama,” lanjut dia.

Idealnya, rebusan daun kelor, salam, dan sirsak harus rutin dikonsumsi untuk mencapai kadar terbaiknya. Sekitar satu kali sehari juga cukup. Rebus 5-7 lembar daun dan tambahkan dengan air. Cari pula daun yang masih hijau, tidak ada bercak kecokelatan atau kehitaman. Kalau ada bercak, kemungkinan terkena virus daun. Kesegaran daun juga harus dijaga. (*/ysm*/rdm2/k16)

 

 


BACA JUGA

Senin, 19 Agustus 2019 10:19

Hidangan Hari Merdeka, Kwetiau Nusantara dan Nasi Merah Putih

Banyak cara yang dilakukan demi menyambut HUT RI. Kreativitas pun…

Senin, 19 Agustus 2019 10:18

Merah Menyala, Manisnya Kue Merdeka

DIBERI nama kue merdeka. Warnanya merah berpadu dengan buah yang…

Senin, 19 Agustus 2019 10:17

Hilangkan Dahaga dengan Es Bendera

INILAH dia minuman dengan konsep kemerdekaan lainnya, es bendera. Penyajiannya…

Senin, 19 Agustus 2019 10:14

Kenali Fear of Missing Out, Gelisah Berujung Depresi jika Tak Akses Media Sosial

Ponsel pintar telah menjadi kebutuhan. Semua informasi dapat diakses secara…

Senin, 19 Agustus 2019 10:12

Terlalu Asyik, Ingin Selalu Update

ARTANA Prihartanti mengaku mulai senang mengakses medsos sejak SMP. Saat…

Senin, 19 Agustus 2019 10:10

Ribuan Siswa Antusias Ikuti Manasik Haji

RIBUAN pelajar Sekolah Islam Terpadu Bunga Bangsa Islamic School Samarinda…

Senin, 19 Agustus 2019 10:08
Kembangkan Potensi Non-akademik

Ekstrakurikuler Sesuai Anjuran Nabi

Sekolah tidak melulu intrakurikuler, hanya duduk manis dan belajar di…

Senin, 19 Agustus 2019 10:06

Plus-Minus Alat Kontrasepsi, Tidak Berisiko, Sesuaikan Kebutuhan

Ada beberapa pasangan yang menunda kehamilan. Alasannya beragam, mulai pendidikan,…

Senin, 19 Agustus 2019 10:05

Bangun Keluarga Sejahtera dengan Melek Pentingnya Kontrasepsi

PERTUMBUHAN penduduk yang tidak terkendali bisa menjadi beban negara dalam…

Minggu, 11 Agustus 2019 22:07

Jangan Sepelekan Pisang, Ini Manfaat dan Kegunaannya

Selama ini buah pisang memang banyak diandalkan sebagai salah satu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*