MANAGED BY:
RABU
13 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 04 Juni 2019 14:14
Ck..ck..ck..!! Demi Harta, Tega Habisi Orangtua

Korban Tewas setelah Dikeroyok Anak Dibantu Keponakan

Dua tersangka sudah diamankan.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN–Menjelang Idulfitri kabar duka datang dari Balikpapan. Darmansyah (56) tewas di tangan anak dan keponakannya sendiri. Dipicu sakit hati para tersangka setelah ditegur oleh korban. Namun, di sisi lain ada dugaan kasus ini terjadi sebagai puncak kekesalan lantaran harta warisan.

Kasus ini bermula, Sabtu (1/6) sekitar pukul 16.15 Wita. Saat itu kedua tersangka bernama Siti Sunianingsih alias Nia (31), warga Jalan Projakal, Kelurahan Graha Indah, dan Armadyah alias Arma (32), warga Jalan Sumber Mulia, Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Utara, datang ke rumah korban di Jalan Kauman, Gunung Sari Ilir, Balikpapan Tengah.

 “Keduanya datang untuk memberikan zakat kepada sang nenek, Siti Sarah yang tinggal di rumah korban,” terang Kapolres Balikpapan, AKBP Wiwin Firta melalui Wakapolsek Balikpapan Utara AKP Wiyono, kemarin (3/6).

Ketika berada di depan rumah, Nia berteriak untuk memanggil neneknya. Namun, teriakannya ditegur korban. Darmansyah mengingatkan anak perempuannya itu untuk tidak membuat keributan lantaran tak enak dengan tetangga yang sedang menjalani ibadah puasa. “Korban menegur. Jangan teriak-teriak, enggak enak didengar tetangga,” imbuhnya.

Sayang teguran itu lantas dibalas sang anak dengan kalimat binatang. Darmansyah yang bekerja sebagai sopir ambulans itu pun terpancing emosinya. Dia mendatangi Nia, tapi Nia langsung memegang baju korban.

Melihat reaksi tersebut, korban hendak menampar anaknya. Namun tangan korban dipegang oleh pelaku lainnya, Arma, yang merupakan keponakan korban. Tanpa memedulikan pria di hadapannya adalah sang ayah, Nia kemudian menampar Darmansyah. “Setelah berhadapan, baju korban dipegang salah satu pelaku (Nia), dan muka korban ditampar pelaku,” ujar Wiyono.

Korban yang menerima tamparan langsung membalasnya. Larut dalam pertengkaran, Arma tiba-tiba mengambil helm dan berkali-kali memukul kepala korban. Bahkan saat kondisi korban terjatuh akibat ditampar Nia. Mendengar keributan, anak korban lainnya, Dea, langsung memanggil ibunya (istri korban), Hariyani, yang ada di dalam rumah. “Keributan lalu dilerai istri korban. Korban pun dibawa menjauh dari para tersangka. Namun baru tiga langkah, korban langsung ambruk,” bebernya.

Diduga ketika ambruk, wajah Darmansyah membentur aspal. Sayang, saat melihat ayahnya ambruk, para tersangka tidak ikut menolong. Bahkan, keduanya memberikan kalimat “Mampus kamu”. Ini terungkap dari hasil pemeriksaan terhadap para tersangka di Mapolsek Balikpapan Utara.

Korban lantas ditolong anak lelakinya, Ahmad Maulana, yang saat kejadian sedang menjaga parkir di pasar Ramadan, tak jauh dari lokasi kejadian. “Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Restu Ibu Balikpapan untuk mendapat pertolongan. Namun tak lama, korban dinyatakan telah meninggal,” ujar Wiyono.

Di hadapan awak media, para tersangka mengakui perbuatannya. Arma, yang diduga berperan memukul kepala korban menggunakan helm hanya bisa menangis. Sementara itu, Nia menjelaskan, keributan yang merenggut nyawa ayahnya itu merupakan puncak kekesalan karena menyangkut harta warisan berupa sertifikat rumah. “Dari dulu tidak pernah akur. Saya juga bukan dia (korban) yang rawat dari kecil. Gara-gara sertifikat rumah yang ada di notaris mau diambil sama dia (korban),” ungkap Nia.

Perempuan berbadan gemuk itu berkilah sebagai yang pertama kali memulai keributan. Sang ayah dituding yang hendak memukulnya. Meski tidak kena, dia membalas dengan memukul ayahnya. Baik menggunakan tangan kosong hingga memakai helm dibantu Arma. “Bapak duluan yang mau mukul saya. Saya pukul sekali kena kepala pakai helm, dia pukul saya,” ujarnya.

Nia dan Arma pun dijerat dengan Pasal 170 Ayat 2 KUHP tentang Pengeroyokan dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. Hingga kemarin, penyidik menyebut masih menunggu hasil visum dari rumah sakit untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban. Polisi juga mengamankan barang bukti yaitu dua helm yang digunakan kedua pelaku untuk menganiaya korban, serta satu lembar pakaian milik korban. (rdh/rom/k8)


BACA JUGA

Rabu, 13 November 2019 12:03

Formasi Penjaga Tahanan Paling Banyak Peminat

JAKARTA – Antusias masyarakat mengikut tes calon pegawai negeri sipil…

Rabu, 13 November 2019 12:01

Infrastruktur 5 Tahun Butuh Rp 2000 Triliun

JAKARTA – Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyebut butuh uang Rp.…

Rabu, 13 November 2019 11:25

Markas Polrestabes Medan Diteror Bom Bunuh Diri, 4 Luka-Luka, Tubuh Pelaku Hancur

MEDAN - Markas Polrestabes Medan di Jalan HM Said No.1…

Rabu, 13 November 2019 11:09

Si Kecil Pedas yang Jadi Pemicu Inflasi di Kaltim

SAMARINDA – Dalam sepuluh tahun terakhir, komoditas cabai berkontribusi cukup…

Rabu, 13 November 2019 11:05
Pertemuan Prabowo dengan Dubes Arab Saudi Bicarakan Hubungan Bilateral

Ajak Presiden Bahas Masalah Rizieq

JAKARTA– Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam)…

Rabu, 13 November 2019 11:03

Menkes Belum Berhasil Loloskan Subsidi Iuran BPJS

JAKARTA– Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto belum berhasil meyakinkan adanya…

Rabu, 13 November 2019 10:58

Apa Kabar Kartu Prakerja untuk Pengangguran..??

JAKARTA –  Salah satu program kampanye Presiden Joko Widodo, yaitu…

Rabu, 13 November 2019 10:51

Ini Motif Aksi Teror yang Selama Ini Terjadi

JAKARTA—Badan Nasional Penanggulangan Teror (BNPT) terus mencari cara mencegah kelompok…

Selasa, 12 November 2019 13:57

Lagi, Polisi Samarinda Temukan Tungku Penyulingan Minyak Mentah Dekat Gerbang Jalan Tol

PROKAL.CO, SAMARINDA - Jajaran kepolisian dari Polres Samarinda menemukan lagi…

Selasa, 12 November 2019 13:20

Ada Partai Gelora, PKS Kaltim Yakin Tetap Solid

SAMARINDA-Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) mengentak publik di awal kemunculannya.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*