MANAGED BY:
SABTU
21 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

CELOTEH

Minggu, 02 Juni 2019 18:15
Long Distance Marriage, Berisiko Selingkuh dan Rentan Kesepian
ilustrasi

PROKAL.CO, Cinta yang jauh dan tak terawat, akan kalah dengan cinta yang dekat dan akrab.Para pelaku pernikahan jarak jauh tentunya harus saling membangun kepercayaan. Komunikasi adalah pemotong jarak dan pelepas rindu.

 

SETIAP pasangan akan berusaha sebaik mungkin menciptakan standar rumah tangga ideal menurut mereka masing-masing. Sinergi dalam kehidupan berumah tangga bukan suatu hal yang datang dengan sendirinya.

Untuk mewujudkannya, tentu saja ada usaha yang dilakukan secara kompak antara suami dan istri. Namun, apa jadinya bila pasangan suami istri itu harus menjalani pernikahan jarak jauh alias long distance marriage (LDM)?

Psikolog klinis Yulia Wahyu Ningrum mengatakan jika pernikahan jarak jauh merupakan keadaan pasangan yang mempunyai kendala jarak dan waktu untuk dapat bertemu. Kendala itu berdampak pada pertemuan singkat.

“Umumnya hal ini terjadi karena tuntutan pekerjaan. Baik dari suami, istri, ataupun keduanya. Walhasil, mereka harus berjarak sementara waktu. Pernikahan biasa saja harus siap lahir batin. Apalagi LDM, pasti lebih harus disiapkan, khususnya perihal mental,” imbuhnya.

Dia menjelaskan bahwa harus ada kesiapan mental dan kesepakatan. Sering disebut perjanjian pra nikah. Menurutnya hal ini wajib dilakukan agar meminimalisasi permasalahan yang terjadi kemudian hari.

Yulia menjelaskan bagaimana contoh-contoh kesepakatan yang bisa diterapkan. Yakni, perihal komunikasi. Misalnya wajib menelepon atau sekadar mengirim pesan dua kali dalam sehari. Serta intensitas pertemuan, misalnya dalam sebulan minimal bertemu sekali.

“Anda harus siap mental. Bahwa akan bekerja keras dua kali lipat dari rumah tangga yang tidak menjalani LDM. Sebab, Anda dan pasangan akan melakukan aktivitas masing-masing. Walhasil, biaya menjadi double alias lebih boros dibanding satu rumah atau satu dapur,” jelas pemilik Biro Psikologi Mata v Hati itu.

Pasangan LDM biasanya lebih berisiko cemburu. “Misalnya pulang kerja merasa lelah secara fisik dan psikologis karena ada masalah di kantor. Tiba-tiba istri atau suami minta video call dan Anda menolak karena lelah, hal ini bisa menjadi pemicu saling curiga dan cemburu,” bebernya.

Selain risiko cemburu, pasangan LDM sangat rentan kesepian. Terlebih jika salah satu pasangan memilih tinggal sendiri. Suasana rumah sepi nan sunyi semakin terasa. “Jika mental Anda tidak cukup kuat, pasti akan rawan terjadi perselingkuhan. Sebab, cinta yang jauh dan tak terawat, akan kalah dengan cinta yang dekat dan akrab,” imbaunya.

Beda halnya jika Anda memiliki pasangan pelaut atau tentara yang mungkin nyaris jarang bisa berkomunikasi. Kematangan dalam segi mental harus lebih siap, dibanding pasangan LDM yang hanya terpisah jarak.

Selain mental, Anda juga harus siap mengasuh anak sendiri dan harus mampu menggantikan peran suami selama bertugas. Jika sekarang Anda memiliki pasangan tentara atau pelaut, Yulia mengimbau untuk memperbanyak aktivitas. Meminimalisasi kesepian.

“Saya yakin, jauh sebelum memutuskan untuk menikah pasti Anda sudah memahami atau setidaknya mengetahui apa saja risiko yang dihadapi jika memiliki pasangan prajurit. Saling memeluk dalam doa, mungkin itu yang bisa Anda lakukan untuk memotong jarak,” ucapnya kemudian tersenyum.

Bagi pelaku LDM, harus siapkan mental dan tetapkan satu tujuan. Bahwa LDM harus dilakukan demi masa depan bersama. Ibarat kapal, LDM adalah jalur yang harus dilewati dalam menggapai pelabuhan cinta yang indah.

Cinta itu haruslah seperti arang di dalam tungku, dia tidak berkobar tapi tetap menyala. Dia tidak statis, tapi dinamis. Dia juga konsisten memberikan kehangatan. Dan komunikasi ibarat kipas bambu yang akan membuat bara api cinta tetap menyala,” pungkasnya. (*/nul*/rdm2)


BACA JUGA

Senin, 16 September 2019 10:44

Dipuji Tidak Terbang, Dicaci Tidak Tumbang

Ragu melangkah keluar, menghadapi hal yang belum pasti. Semua orang…

Senin, 16 September 2019 10:43

Seimbangkan Dua Kewajiban

JABATAN general manager (GM) tidak pernah dikejar oleh Jenny Marini.…

Senin, 16 September 2019 10:41

Sarkoma Ewing, Kanker Tulang Mematikan

Merupakan momok paling menakutkan bagi masyarakat. Di antara jenis kanker,…

Senin, 16 September 2019 10:39

Sarkoma Ewing Rentan Menyerang Anak-Anak

TERBENTUK dari tumor ganas yang melekat pada tulang atau jaringan…

Senin, 16 September 2019 10:35

Panic Attack, Sering Dikira Serangan Jantung

Serangan cemas yang tiba-tiba serta ada fase puncaknya. Namun akan…

Senin, 16 September 2019 10:34

Tekanan yang Membuat Out of Control, Merasa Akan Segera Mati

TEKANAN yang begitu besar datang menjelang proses penyusunan tesis. Sehingga…

Senin, 16 September 2019 10:19

Crispy Meat Lover Pizza, Renyah Tipis Topping Melimpah

Kehadirannya begitu populer dan jadi favorit. Pernahkah Anda menemukan piza…

Senin, 16 September 2019 10:18

Tempe Gami Penuh Cinta

Oleh: Ananda Ayu Anastashia, warga Samarinda Bahan: 5 buah cabe…

Senin, 16 September 2019 10:16
Roti Gembung Barra dan Iced Chocolate Jelly

Sajian Hitam Serta Es Cokelat Nikmat

JIKA biasanya roti gembung berwarna cokelat kekuningan, di Swiss-Belhotel Borneo,…

Selasa, 10 September 2019 20:47

Si Hijau Spirulina, Turunkan Kolesterol dan Gula Darah

Warnanya khas. Hijau tua pekat. Berasal dari alga atau ganggang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*