MANAGED BY:
RABU
19 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Minggu, 02 Juni 2019 18:15
Long Distance Marriage, Berisiko Selingkuh dan Rentan Kesepian
ilustrasi

PROKAL.CO, Cinta yang jauh dan tak terawat, akan kalah dengan cinta yang dekat dan akrab.Para pelaku pernikahan jarak jauh tentunya harus saling membangun kepercayaan. Komunikasi adalah pemotong jarak dan pelepas rindu.

 

SETIAP pasangan akan berusaha sebaik mungkin menciptakan standar rumah tangga ideal menurut mereka masing-masing. Sinergi dalam kehidupan berumah tangga bukan suatu hal yang datang dengan sendirinya.

Untuk mewujudkannya, tentu saja ada usaha yang dilakukan secara kompak antara suami dan istri. Namun, apa jadinya bila pasangan suami istri itu harus menjalani pernikahan jarak jauh alias long distance marriage (LDM)?

Psikolog klinis Yulia Wahyu Ningrum mengatakan jika pernikahan jarak jauh merupakan keadaan pasangan yang mempunyai kendala jarak dan waktu untuk dapat bertemu. Kendala itu berdampak pada pertemuan singkat.

“Umumnya hal ini terjadi karena tuntutan pekerjaan. Baik dari suami, istri, ataupun keduanya. Walhasil, mereka harus berjarak sementara waktu. Pernikahan biasa saja harus siap lahir batin. Apalagi LDM, pasti lebih harus disiapkan, khususnya perihal mental,” imbuhnya.

Dia menjelaskan bahwa harus ada kesiapan mental dan kesepakatan. Sering disebut perjanjian pra nikah. Menurutnya hal ini wajib dilakukan agar meminimalisasi permasalahan yang terjadi kemudian hari.

Yulia menjelaskan bagaimana contoh-contoh kesepakatan yang bisa diterapkan. Yakni, perihal komunikasi. Misalnya wajib menelepon atau sekadar mengirim pesan dua kali dalam sehari. Serta intensitas pertemuan, misalnya dalam sebulan minimal bertemu sekali.

“Anda harus siap mental. Bahwa akan bekerja keras dua kali lipat dari rumah tangga yang tidak menjalani LDM. Sebab, Anda dan pasangan akan melakukan aktivitas masing-masing. Walhasil, biaya menjadi double alias lebih boros dibanding satu rumah atau satu dapur,” jelas pemilik Biro Psikologi Mata v Hati itu.

Pasangan LDM biasanya lebih berisiko cemburu. “Misalnya pulang kerja merasa lelah secara fisik dan psikologis karena ada masalah di kantor. Tiba-tiba istri atau suami minta video call dan Anda menolak karena lelah, hal ini bisa menjadi pemicu saling curiga dan cemburu,” bebernya.

Selain risiko cemburu, pasangan LDM sangat rentan kesepian. Terlebih jika salah satu pasangan memilih tinggal sendiri. Suasana rumah sepi nan sunyi semakin terasa. “Jika mental Anda tidak cukup kuat, pasti akan rawan terjadi perselingkuhan. Sebab, cinta yang jauh dan tak terawat, akan kalah dengan cinta yang dekat dan akrab,” imbaunya.

Beda halnya jika Anda memiliki pasangan pelaut atau tentara yang mungkin nyaris jarang bisa berkomunikasi. Kematangan dalam segi mental harus lebih siap, dibanding pasangan LDM yang hanya terpisah jarak.

Selain mental, Anda juga harus siap mengasuh anak sendiri dan harus mampu menggantikan peran suami selama bertugas. Jika sekarang Anda memiliki pasangan tentara atau pelaut, Yulia mengimbau untuk memperbanyak aktivitas. Meminimalisasi kesepian.

“Saya yakin, jauh sebelum memutuskan untuk menikah pasti Anda sudah memahami atau setidaknya mengetahui apa saja risiko yang dihadapi jika memiliki pasangan prajurit. Saling memeluk dalam doa, mungkin itu yang bisa Anda lakukan untuk memotong jarak,” ucapnya kemudian tersenyum.

Bagi pelaku LDM, harus siapkan mental dan tetapkan satu tujuan. Bahwa LDM harus dilakukan demi masa depan bersama. Ibarat kapal, LDM adalah jalur yang harus dilewati dalam menggapai pelabuhan cinta yang indah.

Cinta itu haruslah seperti arang di dalam tungku, dia tidak berkobar tapi tetap menyala. Dia tidak statis, tapi dinamis. Dia juga konsisten memberikan kehangatan. Dan komunikasi ibarat kipas bambu yang akan membuat bara api cinta tetap menyala,” pungkasnya. (*/nul*/rdm2)


BACA JUGA

Selasa, 18 Februari 2020 10:41

Carpal Tunnel Syndrome, Tak Bisa Diprediksi, Pergi Lalu Datang Lagi

Hampir setiap orang mungkin menganggap kesemutan sebagai hal wajar. Bahkan…

Selasa, 18 Februari 2020 10:40

Jangan Anggap Sepele, Kesemutan Berujung Operasi

SERUPA tapi tak sama. Sindrom guyon adalah akibat dari saraf…

Selasa, 18 Februari 2020 10:37

Dulu Benci Kini Jatuh Hati, Koleksi 300 Reptil

Memiliki gecko ratusan ekor cukup membuktikan kecintaan Hansen Gunawan terhadap…

Selasa, 18 Februari 2020 10:35

Teliti Memandikan Sugar Glider

TAK cukup jatuh hati pada gecko, Hansen Gunawan kembali jatuh…

Selasa, 18 Februari 2020 10:33

Sup Buntut Bakar Kaya Rempah

Sajian menu boleh saja sama. Makin banyak orang familiar dan…

Selasa, 18 Februari 2020 10:32

Nasi Goreng Komplit dan Si Merah Romantis

Salah satu menu favorit di Swiss-Belhotel Balikpapan adalah nasi goreng…

Rabu, 12 Februari 2020 11:24

Organic Parenting, Kecerdasan Emosi Meningkat

KONTEN jadi hal utama yang harus diperhatikan orangtua. Di samping…

Rabu, 12 Februari 2020 11:24

Tertarik Profesi YouTuber hingga Selebgram

MUDAHNYA akses segala informasi jadi keuntungan bagi generasi Alpha. Hal…

Rabu, 12 Februari 2020 11:23

Generasi Alpha, Dekat dengan Digital, Lebih Kreatif

Anak-anak yang lahir dan dekat dengan teknologi masa kini dikenal…

Senin, 27 Januari 2020 12:04

Makan Kenyang Ayam Utuh

Ikan merupakan salah satu bahan makanan yang kerap dikonsumsi. Diolah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers