MANAGED BY:
RABU
21 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Kamis, 30 Mei 2019 14:07
Kisah Mudik dengan Kendaraan Mewah
Ada Tombol Minta Perhatian
KELAS ATAS: Petugas safety Helicity tengah membantu penumpang yang hendak mudik menggunakan helikopter. Whitesky Aviation for Jawa Pos

PROKAL.CO, Ritual mudik identik dengan perjuangan. Mempersiapkan libur, memburu tiket, hingga membelah kemacetan. Namun, bagi orang-orang di bawah ini, mudik bisa dilakukan dengan penuh gaya.

Taufiqurrahman

Agfi Sagittian 

Virdita Rizki Ratriani, Jakarta

======================

SUATU waktu di grup para pencinta kereta api ada pengumuman beredar bahwa pemerintah akan meluncurkan kereta api Sleeper Luxury generasi kedua. Radar pencinta kereta api milik Rizki Kurniawan, pemuda 27 tahun asal Kediri Jawa Timur langsung menyala.

Bagi Rizki dan mungkin sebagian besar para pencinta kereta api yang lain, menjajal kereta jenis baru hukumnya wajib. Semacam kebanggaan tersendiri. “Saya dulu nyobain kereta prioritas, kereta luxury yang pertama juga pernah,” kata Rizki sambil menaiki tangga menuju area pemberangkatan Stasiun Gambir kemarin (29/5).

Rizki sore ini akan menaiki kereta Gajayana dengan relasi Jakarta-Malang. Rute terjauh di antara yang lain. Tiketnya pun “lumayan”. Rizki harus mengeluarkan Rp 1 juta untuk sekali jalan. Waktu tempuh kira-kira 15 jam. Apa tidak kemahalan? “Kalau sudah pengin nyobain, pasti beli. Istilahnya, khilaf. Kayak khilafnya orang beli gundam hehe,” katanya sambil tertawa.

Apakah Rizki naik kereta dalam rangka mudik? Jawabannya iya dan tidak. Jadi ceritanya, Rizki membeli tiket untuk tanggal 29 karena banyak orang mengira cuti bersama akan diberlakukan pemerintah mulai tanggal itu.

Sebab, hari Kamisnya, tanggal 30 Mei adalah hari libur alias tanggal merah. Maka seharusnya, Jumat adalah hari kejepit nasional sehingga hampir dipastikan libur. “Tapi ternyata pengumumannya Jumat masih masuk kerja  wkwkwk,” tutur pria yang bekerja di Kementerian Keuangan ini.

Jadi sore ini Rizki berangkat, besok pagi (hari ini) jam 8 sampai ke Kediri. Pulang ke rumah, meletakkan tas dan barang-barang, lalu sorenya berangkat lagi ke Jakarta naik pesawat.

”Kalau tiketnya eksekutif ya mungkin saya batalin saja. Tapi ini kan luxury, jadi sayang. Sekalian memulangkan barang-barang dan njajal kereta baru. Kalau di antara komunitas pencinta kereta api, istilahnya joyride,” tuturnya.

Kereta berangkat meninggalkan Stasiun Gambir tepat saat waktu berbuka. Irma Anjani Vaulina, ditugaskan sebagai pramugari kereta api (prami) khusus gerbong luxury, sejak penumpang naik tadi, gadis 21 tahun ini sudah sibuk membagikan bantal dan selimut. Kini ketika kereta sudah beberapa lama menggelinding, dia berkeliling membagikan minuman dan snack. “Nanti ada satu kali pembagian snack dan minuman gratis,” tuturnya.

Di pojok belakang gerbong luxury ini adalah semacam mini bar tempat minuman dan snack. Jadi penumpang kelas luxury tidak perlu repot berjalan menuju gerbong restorasi. “Nanti juga ada pembagian makan sekali. Tapi kalau mau nambah ya harus ke restorasi,” katanya.

Irma selalu standby di gerbong Luxury. Tidak “jalan-jalan” seperti prami yang lain. Penumpang luxury punya tombol “minta perhatian” alias attendance call untuk memanggil Prami seperti Irma. Mirip tombol pemanggil pramugari di pesawat terbang.

Prami yang ditempatkan juga berseragam khusus. Berupa gaun terusan panjang yang mewah. Tapi kebetulan Irma memakai seragam reguler prami. “Seragamnya bukan ini sebenarnya, tapi karena limited terpaksa yang ini saya pakai hehe,” tuturnya sambil tertawa.

Selain tombol minta perhatian, penumpang luxury juga punya kursi empuk yang bisa didatarkan full flat seperti ranjang. Ada layar untuk menonton film atau mendengarkan musik. Prami juga membagikan headset besar pada masing-masing penumpang.  Konfigurasi kursi 1-2 memungkinkan kapasitas penumpang sebanyak 26 seat. Lebih banyak dari kereta luxury generasi 1 yang cuma 18 seat dengan konfigurasi 1-1.

Tapi tentu saja ada yang dikorbankan. Menurut Rizki, kereta luxury generasi 1 lebih punya privasi dan ruang yang luas. Selain itu, menurut Rizki, untuk kelas luxury, goncangan kereta masih cukup terasa. Rizki juga harus kecewa ketika mengakses layar Audio and Video on Demand (AVOD), dia belum bisa mengakses satu pun situs internet. ”Tab film isinya cuma trailer dan video profil KAI,” jelasnya.

MOBIL MEWAH

Berbicara mudik mewah, pelaku usaha rental mobil premium turut mendulang keuntungan dari momen Lebaran. Sebab, kendaraan-kendaraan mewah yang mereka punya tak pernah sepi peminat. Selalu ada pemudik yang memilih menyewa kendaraan mewah untuk mudik.

”Peminat kendaraan mewah untuk mudik selalu ada setiap tahunnya. Tahun ini saja sudah sekitar lima unit terpesan untuk model Alphard dan Vellfire,” ujar Manager Sembodo Rent Car Jakarta Kisnanto Hadi Prabowo, saat ditemui Jawa Pos, kemarin (29/5).

Bowo menjelaskan, jumlah penyewa tersebut masih berpotensi meningkat. Penyewa kendaraan mewah untuk mudik, menurut Bowo, rata-rata adalah kalangan menengah dan ke atas. Sebagian besar dari konsumen itu, memilih mobil mewah sebagai transportasi mudik karena dianggap nyaman dan bergengsi.

”Alasan cari nyaman itu pasti. Banyak yang bilang tidak ingin anak-anaknya rewel karena macet atau kelelahan sehingga memilih kendaraan yang nyaman,” bebernya.

Tidak jarang dari kalangan atas, seperti pengusaha dan pejabat daerah, sebenarnya memiliki kendaraan serupa di rumah. Namun, karena sayang dengan kendaraaan sendiri, sehingga memilih untuk menyewa.

”Misalnya ada punya Alphard di rumah, tapi lebih pilih sewa karena sayang kalau mobilnya dipakai mudik kilometernya jadi tinggi. Mereka juga menghindari ada hal-hal yang tidak diinginkan selama di jalan yang membahayakan kendaraan pribadi,” urai Bowo.

Selain itu, lanjut Bowo, ada yang menyewa mobil mewah dari kalangan menengah yang ingin  terlihat gengsi saat pulang ke kampung. Sempat dirinya menyurvei salah satu konsumen yang hendak menyewa sebuah Vellfire untuk dipakai mudik ke Jogjakarta. Saat disurvei, ternyata penyewa tersebut adalah keluarga dari kalangan menengah.

”Sudah jadi rahasia umum barangkali, sebagian perantau di Jakarta ingin pulang kampung dengan image sukses. Mobil mewah pun menjadi salah satu simbol tersebut. Jadi ya, memang ada yang ingin mengejar gengsi,” beber Bowo.

Ada beberapa model mobil mewah yang disediakan pelaku usaha rental, seperti Toyota Alphard, Toyota Vellfire, Jeep Rubicon, dan Mercedez Benz E-Class. Namun model MPV premium seperti Alphard dan Vellfire lah yang paling laris di pasaran. Salah satunya adalah karena mobil tersebut memiliki fitur yang nyaman dan ramah keluarga, serta muat lebih banyak.

Mobil-mobil mewah tersebut rata-rata dibanderol dengan harga sewa Rp 2-3 juta per hari. Harga menyesuaikan dengan tahun kendaraan. Semakin muda tahun mobilnya, harga akan relatif lebih mahal. Selain itu, menyewa mobil mewah sepaket dengan sopir akan membuat harga lebih tinggi. Biaya tambahan yang dikenai untuk sopir berkisar antara Rp 350 ribu per hari, tidak termasuk tol dan BBM.

Mengenai durasi, pemudik dapat memilih berbagai paket seperti paket 5 hari, 7 hari, 10 hari, sampai maksimal 15 hari. ”Khusus untuk mobil mewah ini tidak kami sewakan sehari dua hari. Minimal adalah lima hari, namun rata-rata penyewa memilik 7–10 hari. Biasanya itu sangat bergantung dari panjangnya liburan. Untuk tahun ini liburnya lumayan panjang,” jelas Bowo.

Fitur yang melekat pada kendaraan premium tentu saja adalah kenyamanannya yang  jauh lebih tinggi dibandingkan mobil pada umumnya. Selain itu, mobil mewah biasanya dilengkapi fitur yang ramah keluarga, desain kursi yang lebih nyaman, serta kabin yang lebih lega.

COO Trac Astra Rent A Car Agus Riyadi mengakui bahwa tahun ini penyewaan mobil di musim mudik secara umum meningkat. ”Karena secara akses jalan pun sudah semakin mudah dengan adanya tol trans jawa,” ujarnya. Agus menjelaskan bahwa penyewaan mobil mewah tetap ramai peminat meski jumlahnya tak semasif kendaraan kelas menengah.

Menyinggung soal rute, sebagian besar pelaku usaha rental hanya mengizinkan rute di dalam Pulau Jawa untuk penyewaan mobil mewah. Destinasi paling umum yang dituju pemudik mobil mewah adalah Bandung, Semarang, Jogjakarta, dan Surabaya.

HELIKOPTER

Macet? Males mudik? Jika memiliki dana berlebih, bisa mencoba untuk mudik menggunakan helikopter. Tarif yang dibanderol Rp 15 juta untuk rute Jakarta–Bandung. Harga tersebut masih belum termasuk pajak. Kalau ditambah dengan pajak, kocek yang harus dirogoh guna menikmati perjalanan naik helikopter selama 45 menit dari Jakarta ke Bandung sebesar Rp 16,5 juta untuk 4 orang.

Layanan mudik mewah menggunakan helikopter ini disediakan oleh Whitesky Aviation. Perusahaan maskapai tidak berjadwal ini menyediakan fasilitas helikopter untuk mudik mulai 25 Mei hingga 16 Juni 2019. Calon pemudik bisa menentukan sendiri waktu keberangkatan dan lokasi helikopter berangkat. Begitu pun, calon pemudik juga bisa menentukan di lokasi mana ingin turun.

“Lokasi helipad disesuaikan dengan lokasi atau domisili terdekat pemudik,” ujar Business Development and Marketing Director Whitesky Aviation Ari Nurwanda. Untuk memilih lokasi helipad bisa dilakukan melalui aplikasi Helicity yang tersedia di App Store maupun Google Play Store. Seperti, jika berangkat dari Kebon Jeruk, Jakarta Barat, maka ada dua helipad terdekat yang bisa dipilih yakni di Soho Capital (rooftop) dan Wang Residence (rooftop) dengan biaya pendaratan sekitar Rp 2,2 juta.

Nah, biaya pendaratan ini nantinya harus dibayar juga oleh calon pemudik. Begitu pun nanti ketika sudah mendarat di lokasi tujuan masih ada biaya pendaratan yang harus dibayar juga oleh calon pemudik. “Sistemnya kita kerja sama dengan pemilik lahan atau pemilik helipad,” terangnya. Whitesky Aviation saat ini mengelola lima helikopter, tetapi hanya satu helikopter yang digunakan untuk armada mudik yakni helikopter berjenis Bell 505.

Pemudik bisa menikmati music entertainment selama perjalanan dari Jakarta ke Bandung. Sayangnya, belum ada movie entertainment maupun makanan lantaran dengan banderol harga tersebut Whitesky Aviation memang hanya menyediakan armada. “Kita menawarkan juga untuk penjemputan tetapi ada additional charge-nya,” terangnya.

Dalam sehari, frekuensi penerbangannya sebanyak 4 penerbangan dari Jakarta dan 4 penerbangan dari Bandung. Pengguna memang  mayoritas menyasar pemudik yang enggan menghadapi kemacetan selama perjalanan dari Jakarta ke Bandung. Dengan jarak sekitar 160 kilometer, dibutuhkan waktu tempuh minimal 3 jam via darat untuk kondisi normal.

Pada saat arus mudik, maka waktu yang dibutuhkan bisa lebih lama. Minat masyarakat untuk menjajal mudik bertarif puluhan juta ini pun cukup banyak. Dia mengaku, saat ini sudah ada 16 pesanan. “Perkiraan kalau mungkin hari biasa sekitar 30 penerbangan sebulan. Sekarang ini dengan harga sekarang ini bisa nambah ke 40 penerbangan di masa tersebut,” terangnya.

Perseroan memang membuat banderol harga lebih murah pada masa Lebaran ini dibandingkan hari biasa. Jika pada hari normal, untuk rute Jakarta–Bandung tarifnya bisa mencapai Rp 18 juta sudah termasuk pajak. Promo harga sengaja dilakukan agar masyarakat tertarik untuk menjajal sensasi mudik yang baru.

Sayangnya, rute yang dibuka untuk mudik memang baru Jakarta–Bandung dan sebaliknya saja lantaran keterbatasan waktu tempuh helikopter yang hanya sanggup selama 2 jam. “Setelah dua jam kita harus refuel (isi bahan bakar) jadi penerbangan itu maksimum 45 menit agar refuel-nya di Jakarta lagi,” ungkapnya. Jika lebih dari itu, biaya yang dikeluarkan akan lebih banyak lantaran Whitesky Aviation harus mengerahkan tim untuk melakukan pengisian bahan bakar di kota tujuan. (***/jpg/dwi/k16)


BACA JUGA

Rabu, 21 Agustus 2019 12:20

Rp 13 Triliun untuk Papua-Papua Barat

JAKARTA– Pemerintah membantah disebut menganaktirikan pembangunan di Papua. Buktinya, dana…

Rabu, 21 Agustus 2019 12:19

Manokwari Sudah Kondusif, Dominggus Ikut Minta Maaf

MANOKWARI—Pasca aksi demonstrasi, Senin (19/8) lalu, Kota Manokwari kini berangsur…

Rabu, 21 Agustus 2019 12:15

BUMN Jual Sepuluh Ruas Tol

JAKARTA – Dua perusahaan pelat merah bakal menjual kepemilikannya di…

Rabu, 21 Agustus 2019 12:06

Wapres Serukan Cooling Down, Otonomi Khusus Papua Luar Biasa

JAKARTA– Perlahan namun pasti, ketegangan sebagai imbas peristiwa di Manokwari…

Rabu, 21 Agustus 2019 12:04

Mangku Sitepoe, Dokter Bertarif Sepuluh Ribu Rupiah

Pada September nanti, Dokter Mangku genap berusia 84 tahun. Semangatnya…

Rabu, 21 Agustus 2019 11:25

Mau Pilkada Tanpa Hoax, Ini yang Dilakukan KPU

JAKARTA– Penyelenggaraan pilkada serentak 2020, sebagaimana pemilu 2019, diprediksi belum…

Rabu, 21 Agustus 2019 11:24

Tambah Kapasitas Mina, Saudi Bakal Ratakan Gunung

Laporan M. Hilmi Setiawan dari Makkah     MAKKAH – …

Rabu, 21 Agustus 2019 09:28

Kembalikan Kejayaan Lada Kaltim

SAMARINDA- Perkebunan selalu disebut-sebut menjadi pengganti pertambangan yang saat ini…

Rabu, 21 Agustus 2019 09:27

Kinerja PAD Meningkat, Belanja Malah Turun

SAMARINDA- Realisasi pendapatan daerah pada triwulan II 2019, baik secara…

Selasa, 20 Agustus 2019 13:16

Ragam Cerita Para WNI di Tengah Demonstrasi Hongkong

Ada yang tetap buka restoran saat demo besar. Ada yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*