MANAGED BY:
SELASA
20 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Senin, 27 Mei 2019 15:46
Mahmud ”Hypegrandy”, Kakek Gaul Penggemar Gaya Hypebeast yang Viral
Dandanan Boleh Kekinian, tapi Hobi Tetap Ternak Burung
Kakek dua cucu itu memilih mengenakan pakaian hypebeast ala anak muda zaman now.

PROKAL.CO, Kemeja, celana bahan, dan sepatu pantofel tampaknya sudah so yesterday bagi Mahmud. Bukannya mengenakan pakaian normal untuk pria seusianya, kakek dua cucu itu memilih mengenakan pakaian hypebeast ala anak muda zaman now. Bagi dia, usia boleh menua, tapi soal gaya, tak boleh itu-itu saja.

DINDA JUWITA, Jakarta

 

Deretan pakaian dengan berbagai merek seperti Supreme, A Bathing Ape, hingga Trasher dengan macam model dan warna tergantung rapi di pojok kamar berukuran 3 x 4 meter. Di sebelahnya, belasan boks sneakers Air Jordan 5 Retro Supreme, Air Jordan 11 Platinum Tint, Air Jordan 3 Retro Tinker Hatfield, dan masih banyak seri lain ditumpuk apik.

Seluruh koleksi fashion item itu sengaja ditaruh di sebuah dressing room dan ditata sesuai keinginan pemiliknya. Siapakah pemakai barang-barang hypebeast dengan harga selangit itu? Dialah Mahmud, kakek 62 tahun yang diberi julukan Hypegrandy karena gemar mengenakan outfit hypebeast dari ujung kepala hingga ujung kaki. Namun, jangan bayangkan Mahmud tampil dengan mengenakan koleksi busana dan sneakers keluaran merek-merek favorit anak muda itu setiap hari. ”Sehari-hari kegiatan saya jadi RT, ngantar jemput cucu sekolah juga,” ujarnya saat ditemui Jawa Pos Senin lalu (8/4).

Dengan kesibukan layaknya bapak-bapak pada umumnya, Mahmud memilih berpenampilan normal tanpa dandanan gaul. Namun, di saat tertentu, dia tampil kekinian dengan dandanan hypebeast. ”Ya, kebetulan cucu ngajakin, ’Yuk, dandan begini (hypebeast).’ Ya, saya sih ayo aja,” imbuhnya.

Mahmud menceritakan, keisengan sang cucu Reynaldi Ferdiansyah-lah yang membuatnya mau didandani bak anak muda zaman now. Bagi dia, apa yang dilakukan Rey wajib didukung. ”Saya juga tanya ke nenek dulu, kira-kira (kakek) mau nggak ya foto buat lucu-lucuan,” tutur Rey.

Menurut Mahmud, tak ada yang salah dengan ajakan cucunya. Dia pun rajin membantu Rey berburu spot foto kece di sekitar Jakarta. Tak sekadar mencari spot foto, keduanya sering mendatangi event-event hype yang didominasi anak muda. Hingga suatu ketika, dalam event Jakarta Sneakers Day beberapa waktu lalu, kemunculan Mahmud menarik perhatian. Saat itu Mahmud menemani cucunya ke event yang didominasi milenial tersebut. Mahmud tak ingin setengah-setengah dalam berpenampilan. Padu padan streetwear dipilih untuk momentum tersebut.

Pensiunan pegawai rumah sakit itu memilih memadupadankan setelan A Bathing Ape dengan salah satu sneakers Air Jordan miliknya. Tampil serba-wah dari ujung kepala hingga ujung kaki seperti itu membuat kehadiran Mahmud membuat orang menoleh dua kali.

”Pas itu tiba-tiba banyak yang minta foto, ada juga yang candid. Nggak lama ternyata di-posting oleh beberapa influencer di Instagram. Dari situ ternyata foto kakek saya nyebar ke mana-mana,” tambah Rey.

Berangkat dari pengalaman itu, Rey pun terpikir untuk membuat akun Instagram khusus untuk kakeknya. Nama @Hypegrandy pun dipilih pemuda 19 tahun itu untuk sang kakek. Sebenarnya, lanjut Rey, akun tersebut adalah akun lawas miliknya yang tak lagi digunakan. Jumlah follower-nya pun tak seberapa. Namun, berkat foto Mahmud yang banyak di-repost beberapa influencer, akun Hypegrandy pun viral. Jumlah pengikutnya pun meningkat tajam. Dari mulai hitungan jari, akhirnya meningkat menjadi belasan ribu. Penampilan Mahmud yang nyentrik juga membuat daya tarik bagi sebagian orang. ”Pernah jalan-jalan ke mal, ada yang ngajak salaman, tiba-tiba dimintain foto. Yailah, saya mah belon jadi ape-ape,” ujar Mahmud dengan logat khas Betawi, lantas terkekeh.

Meski sering menghabiskan waktu bersama cucu, Mahmud tak melupakan kegiatan sehari-harinya sebagai ketua RT. Hingga kini dia masih aktif menerima dialog warga dan menggelar pengajian. ”Siang antar-jemput cucu. Karena saya hobi ternak burung, jadi ngasih makan burung, ngelayanin warga, malamnya biasanya ada pengajian di sekeliling musala,” tutur pria kelahiran 7 Juni 1956 itu.

Karena keunikannya, Mahmud juga sempat diundang menjadi bintang tamu talk show di salah satu stasiun TV. Pengalaman pertama dalam hidupnya itu membuatnya senang. ”Seneng soalnya ketemu Bolot,” tuturnya. Setelah tampil di TV, Mahmud dikenal banyak orang. Jamaah pengajian dan warga sekeliling pun ikut meminta foto bersama. ”Mereka bilang Pak Mahmud jadi artis, masuk TV. Aduh, saya begini artis apaan. Yang beli burung juga ada yang minta foto, lah saya bilang, ’Aduh, lagi begini (tidak gaya) kok minta foto, ada-ada aja dah’,” imbuhnya.

Untuk urusan gaya, dia menyebut memilih pakaian yang lumrah pada umumnya. Namun, request sang cucu datang kepadanya untuk bergaya kekinian, dia pun santai dan cukup percaya diri. Tetapi, untuk urusan medsos, Mahmud tak ambil pusing. Seluruhnya diserahkan kepada Rey. Sama dengan kakek-kakek pada umumnya, Mahmud tak begitu paham berselancar di medsos. Soal mix and match dari ujung kepala hingga ujung kaki dipercayakan kepada sang cucu. ”Yang penting atas sampai bawah matching. Atasan kebanyakan pakai Bape (A Bathing Ape) atau Supreme. Bawahan biasa aja, paling keluaran H n M. Kalau sepatu paling sering pakai Air Jordan seri macem-macem,” imbuh Rey.

Bagi Rey, mendandani Mahmud bukan perkara sulit. Namun, ada prinsip yang diterapkannya. Yakni, sang kakek harus lebih terlihat ”menonjol” darinya. Rey juga tak kehilangan akal agar koleksi pakaiannya tetap up-to-date. ”Paling dipakai satu atau dua kali saja, foto-foto, nggak lama, lalu dijual lagi,” tambah pemuda kelahiran 6 Desember 1999 itu. Pembeli beragam fashion berharga jutaan itu cukup banyak. Tak hanya di Indonesia, tapi juga di mancanegara. Melalui bisnis jual beli barang branded yang digeluti dua tahun belakangan itu pulalah, pemuda yang baru lulus SMA tersebut mendapatkan pundi-pundi.

Rey juga mengaku tak pernah meminta sepeser pun uang saku dari Mahmud untuk membeli barang-barang branded itu. Bahkan, karena ukuran sepatu duo kakek-cucu tersebut sama, mereka pun bergantian menggunakan koleksi sneakers. Meski sering memakai sneakers bermerek, Mahmud tak banyak menghafal satu per satu merek tersebut. ”Ya, saya mah ngertinya apa, namanya juga orang tua. Lebih hafal burung,” kelakarnya. (*/c10/oni)

 


BACA JUGA

Jumat, 16 Agustus 2019 10:19

Penelitian Akar Bajakah yang Viral sebagai Obat Antikanker

Doktor Eko sempat kaget. Tumbuhan yang pernah ia uji di…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:07

Begini Suasana Saat Anak Donald Trump Tinjau Langsung Proyek di Tanah Lot

Presiden AS Donald Trump terlibat dalam proyek prestisius di Kawasan…

Jumat, 16 Agustus 2019 09:28

Begini Cara Gus Mus Menghormati Para Guru

USIANYA sudah 86 tahun. Sudah hampir tiga dekade silam dia…

Selasa, 13 Agustus 2019 12:34
Dari Kasus Bule Cebok di Pancoran Pura Beji Monkey Forest Ubud

Warga Siapkan Upacara Guru Piduka, Pasangan Bule Ceko Diminta Hadir

Untuk kesekian kalinya, tempat suci menjadi sasaran pelecehan. Kali ini,…

Selasa, 13 Agustus 2019 10:37
Menjaga Kelawasan Sekaligus Menambah Penghasilan

Kampung Kayutangan, Kampung Heritage Tujuan Wisata

Jika Seoul punya Bukchon Hanok Village, Malang punya Kampung Kayutangan.…

Sabtu, 10 Agustus 2019 14:39

Syanaz Nadya Winanto Putri, Petik Hikmah dari Tertahannya Tas-Tas Produknya di Bandara Rusia

Tas-tas produk Syanaz Nadya Winanto Putri dituding petugas bandara Rusia…

Jumat, 09 Agustus 2019 09:07

Ini Dia, Pasangan Pengembang Software Pertanian Tania

Di tangan pasangan suami istri ini, bertani menjadi semakin optimal…

Senin, 05 Agustus 2019 09:26

Dua Putri Dayak Raih Emas di Korsel berkat Obat Penyembuh Kanker Payudara

Jangan remehkan alam. Sebab, alam menyediakan bermacam obat untuk berbagai…

Jumat, 02 Agustus 2019 10:52

Cerita Anggota Komunitas Difabel DC2

Tak mudah menjadi penyandang disabilitas di negeri ini. Keterbatasan fisik,…

Rabu, 31 Juli 2019 13:18
Mengunjungi Daerah Terdampak Gempa Palu

Tiap Ada Getaran, Siswa Berlari ke Titik Selamat

Gempa, tsunami, dan likuefaksi meluluhlantakkan Kota Palu dan Donggala. Lebih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*