MANAGED BY:
MINGGU
20 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

BALIKPAPAN

Senin, 27 Mei 2019 13:43
Kilo 5 Biang Macet saat Mudik, Bagaimana Antisipasinya?

Dinas PU Belum Sreg dengan Akses Grand City

Kawasan Kilo 5, Balikpapan kerap macet. Apalagi pada saat arus mudik nanti.

PROKAL.CO, Simpang Km 5 Balikpapan Utara diprediksi akan menjadi titik kemacetan selama arus mudik-balik Idulfitri nanti. Untuk mengantisipasinya, ada beberapa jalur alternatif yang disiapkan. Bagaimana dengan akses Grand City?

 

BERKACA pada pemandangan momen Lebaran tahun lalu, lalu lintas kendaraan di Simpang Km 5, Jalan Soekarno-Hatta tercatat padat merayap. Kendaraan dari Samarinda tujuan Balikpapan maupun sebaliknya harus berhenti beberapa saat ketika masuk di kawasan tersebut. Kondisi ini diperparah dengan hilir mudik kendaraan beroda jamak dari dan menuju penyeberangan feri Kariangau. Kasi Jalan dan Jembatan, UPTD Dinas Pekerjaan Umum Kaltim Wilayah Selatan, Joniansyah menuturkan, untuk mengatasi kemacetan di simpang Km 5 nanti, pihaknya memberikan empat opsi kepada Dinas Perhubungan dan kepolisian.

Solusi pertama, jika arus lalu lintas tersendat di Km 5, maka kendaraan dari arah Samarinda bisa dialihkan lewat jalan perumahan milik Grand City. Dengan catatan, rekayasa lalu lintas di Grand City dilakukan pada siang hari saja. “Karena jalannya belum seratus persen siap. Beberapa ratus meter masih tanah. Belum ada lampu penerangan dan belum ada pemasangan box culvert,” katanya kepada Kaltim Post pekan lalu.

Lanjut dia, solusi kedua adalah kendaraan dari Kariangau diarahkan ke jalan yang tembus Km 8 atau Km 12. Adapun alternatif ketiga, kendaraan dari atau tujuan Kariangau bisa melewati jalur kompleks PDAM. “Jadi ada dua jalur alternatif yang siap. Meskipun sebagian jalan masih tanah,” ungkapnya. Joniansyah kemudian menggarisbawahi jalur alternatif Grand City yang bakal diresmikan dalam waktu dekat.

“Karena status jalan Grand City ini masih status developer maka kami tidak dapat memberikan jaminan atau bertanggung jawab. Karena jalannya masih tanah,” tandasnya. Solusi sementara, lanjut dia, adalah memberi batu/aggregat. Atau memberikan pengamanan pada bagian kiri-kanan jalan. (riz2/k18)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:15

Balikpapan Diajukan sebagai Kota Layak Pemuda

Pertama di Kaltim, Balikpapan mengajukan diri dalam penilaian kota layak…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:13

Pemkot Balikpapan Gali Potensi Start Up

BALIKPAPAN – Pemkot Balikpapan tengah menyusun rencana jangka panjang untuk…

Jumat, 18 Oktober 2019 12:01

Simak Nih.., Konjen Australia di Makassar Richard Mathews Bicara Pemindahan IKN ke Kaltim

Pemindahan ibu kota negara (IKN) dari Jakarta ke Kaltim digadang-gadang…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:31

Penajam Semakin Kondusif

PENAJAM – Situasi dan kondisi Penajam Paser Utara (PPU) terus…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:15

Siregar, Impikan Pilkada Syar’i

Dalam kesempatan sosialisasi pencalonan wali kota dan wali kota dalam…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:14
Kasus Ibu Bunuh Bayi Baru Lahir

Sempat Digugurkan, Gagal

BALIKPAPAN – Ada perkembangan terbaru dalam kasus pembunuhan bayi oleh…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:13
Kasus Ibu Bunuh Bayi Baru Lahir

Sempat Digugurkan, Gagal

BALIKPAPAN – Ada perkembangan terbaru dalam kasus pembunuhan bayi oleh…

Jumat, 18 Oktober 2019 09:58

Ditabrak Truk, Lampu Lalin di Km 5,5 Miring

BALIKPAPAN-- Lampu lalu lintas (lalin) di tanjakan Km 5,5 Balikpapan…

Jumat, 18 Oktober 2019 09:57
KPU Mulai Sosialisasi Pilwali, Jalur Independen Paling Awal

“Jangan Kalah sebelum Perang”

Penyerahan dukungan dari calon perseorangan menjadi tahapan paling awal Pilwali…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:54

Mancing Berujung Maut

BALIKPAPAN- Hilang ditelan ombak di Pantai Segara Sari, Manggar, Balikpapan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*