MANAGED BY:
KAMIS
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

CELOTEH

Minggu, 26 Mei 2019 13:56
7-9 Jam Perhari, Jaga Kualitas Tidur Saat Ramadan
ilustrasi

PROKAL.CO, SETIAP orang memiliki kesibukan beragam. Apalagi semakin bertambahnya usia, berbanding lurus dengan aktivitas yang dilakukan. Hal itu berpengaruh pada kualitas tidur seseorang. Segudang aktivitas membuat mereka tidak memiliki waktu istirahat cukup. Walau, tiap individu memiliki kebutuhan tidur berbeda.

Definisi kurang tidur sebenarnya merujuk pada keadaan seseorang yang waktu tidurnya kurang dari kebutuhan harian. Beda hal dengan gangguan tidur atau biasa disebut insomnia. Jika sudah insomnia, keparahannya lebih meningkat dibanding kurang tidur biasa. Oleh sebab itu, kurangnya waktu istirahat tidak bisa dianggap sepele.

Achmad Aidil Tazakka, dokter dari Rumah Sakit Samarinda Medika Citra mengungkapkan beberapa hal yang bisa mengganggu kesehatan jika Anda kurang tidur. Beberapa di antaranya mampu meningkatkan risiko hipertensi, diabetes, strok, serta penyakit jantung. Berkurangnya konsentrasi hingga terjadi kecelakaan. Bisa pula memengaruhi suasana hati dalam keseharian.

“Waktu yang ideal untuk tidur di malam hari itu sesuai dengan irama sikardian tubuh. Untuk kebutuhan tidur berbed tiap usia. Semakin tua, maka makin sedikit kebutuhan waktu tidurnya. Sebagai contoh, kebutuhan tidur bayi 14-17 jam perhari. Dewasa, 7-9 jam perhari dan yang berusia lanjut 7-8 jam perhari,” jelas Aidil.

Kesibukan membuat banyak orang menggadaikan waktu istirahat. Meski disadari jika tubuhnya lelah dan mulai mengantuk, hal itu kerap diabaikan. Namun, menurut Aidil tidak ada jam-jam tertentu yang bisa membuat orang dilanda kantuk. Normalnya, orang akan mengantuk pada saat malam hari sesuai irama sikardian tubuh. Kebalikannya, ada pula orang yang biasanya sudah mendapatkan waktu tidur cukup, namun kerap mengantuk ketika tengah beraktivitas. Dia menyarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter.

Bertepatan dengan bulan Ramadan, jam tidur otomatis berubah karena harus bangun sahur sebelum subuh. Hal tersebut tak begitu mengganggu kualitas tidur. Paling penting, usahakan kebutuhan tidur tercukupi setiap harinya.

“Untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik, mulai dengan mencoba tidur dan bangun pada jam yang sama. Misalkan, tidur pada pukul 9 malam dan bangun pada pukul 6 pagi. Awalnya memang akan terasa sulit. Terutama bagi mereka yang pola tidurnya memang sudah terganggu. Namun, tetap harus dicoba,” lanjut dokter kelahiran Samarinda itu. (*/ysm*/rdm2)

 

 


BACA JUGA

Senin, 16 September 2019 10:44

Dipuji Tidak Terbang, Dicaci Tidak Tumbang

Ragu melangkah keluar, menghadapi hal yang belum pasti. Semua orang…

Senin, 16 September 2019 10:43

Seimbangkan Dua Kewajiban

JABATAN general manager (GM) tidak pernah dikejar oleh Jenny Marini.…

Senin, 16 September 2019 10:41

Sarkoma Ewing, Kanker Tulang Mematikan

Merupakan momok paling menakutkan bagi masyarakat. Di antara jenis kanker,…

Senin, 16 September 2019 10:39

Sarkoma Ewing Rentan Menyerang Anak-Anak

TERBENTUK dari tumor ganas yang melekat pada tulang atau jaringan…

Senin, 16 September 2019 10:35

Panic Attack, Sering Dikira Serangan Jantung

Serangan cemas yang tiba-tiba serta ada fase puncaknya. Namun akan…

Senin, 16 September 2019 10:34

Tekanan yang Membuat Out of Control, Merasa Akan Segera Mati

TEKANAN yang begitu besar datang menjelang proses penyusunan tesis. Sehingga…

Senin, 16 September 2019 10:19

Crispy Meat Lover Pizza, Renyah Tipis Topping Melimpah

Kehadirannya begitu populer dan jadi favorit. Pernahkah Anda menemukan piza…

Senin, 16 September 2019 10:18

Tempe Gami Penuh Cinta

Oleh: Ananda Ayu Anastashia, warga Samarinda Bahan: 5 buah cabe…

Senin, 16 September 2019 10:16
Roti Gembung Barra dan Iced Chocolate Jelly

Sajian Hitam Serta Es Cokelat Nikmat

JIKA biasanya roti gembung berwarna cokelat kekuningan, di Swiss-Belhotel Borneo,…

Selasa, 10 September 2019 20:47

Si Hijau Spirulina, Turunkan Kolesterol dan Gula Darah

Warnanya khas. Hijau tua pekat. Berasal dari alga atau ganggang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*