MANAGED BY:
KAMIS
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MANCANEGARA

Jumat, 24 Mei 2019 13:45
BJP Menang Telak, Modi PM Lagi
Narendra Modi (skynews)

PROKAL.CO, NEW DELHI – Kembang api menghiasi langit di atas kantor pusat Bharatiya Janata Party (BJP) di New Delhi, India. Itulah ekspresi kegembiraan para pendukung partai atas hasil pemilu. Sebagian pendukung lainnya melemparkan kelopak mawar ke arah massa. BJP menang telak. Artinya, Narendra Modi kembali memimpin India sebagai perdana menteri (PM) untuk lima tahun mendatang.

’’Bersama kita tumbuh, makmur, dan membangun India yang kuat dan inklusif. India sekali lagi telah menang,’’ cuit Modi di akun Twitter-nya ketika mengetahui BJP menang.

Hasil resmi penghitungan suara memang belum keluar. Namun, BJP sudah mendapatkan 300 kursi. Jika ditambah dengan partai-partai yang berkoalisi dengannya, mereka menguasai 349 kursi di majelis rendah alias Lok Sabha. Jumlah tersebut sudah jauh dari kata cukup untuk membentuk pemerintahan. Sebab, yang dibutuhkan hanyalah 272 kursi. Calon PM yang diusung BJP tentu saja Modi.

Sebanyak 600 juta di antara 900 juta penduduk yang terdaftar sebagai pemilih memberikan suara. Kemenangan BJP kali ini jauh lebih besar jika dibandingkan pada 2014. Saat itu partai berlambang teratai itu memenangkan 282 kursi. Ketika itu perolehan BJP adalah kemenangan besar satu partai dalam 30 tahun terakhir. Dengan perolehan 300 kursi saat ini, BJP memecahkan rekornya.

BJP juga berhasil membalik hasil analisis para pengamat. Selama ini banyak yang menilai bahwa BJP akan kalah akibat banyaknya ketidakpuasan di bidang perekonomian. Angka pengangguran meningkat, pendapatan dari sektor pertanian menurun, dan berbagai hal lainnya.

Modi menggunakan metode yang sama dengan PM Australia Scott Morrison. Yakni, membuat pemilihan itu berkenaan dengan memilih Modi, bukan tentang partainya atau pemerintahannya. Cara tersebut terbukti cespleng. Karisma Modi mampu mendulang banyak suara. Sama dengan Morrison yang membalik hasil seluruh polling.

Di pihak lain, India National Congress (INC) harus menanggung malu. Partai yang dipimpin Rahul Gandhi itu hanya berhasil mengumpulkan 49 kursi. Jauh dari perolehan BJP. Gandhi bersikap sportif dengan mengakui kekalahannya dalam sesi konferensi pers di kantor pusat INC. Dia menyatakan, penduduk India telah memutuskan bahwa yang menjadi PM selanjutnya adalah Modi, bukan dirinya.

’’Hari ini adalah hari saat kita mendoakan yang terbaik untuknya (Modi, Red) dan berharap dia bakal menjaga kepentingan negara ini,’’ tegas Gandhi sebagaimana dikutip CNN.

Ucapan selamat juga datang dari beberapa pemimpin dunia. Presiden Tiongkok Xi Jinping mengirimkan surat ucapan selamat kepada Modi. Kantor berita India ANI juga melaporkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin mengirim telegram berisi ucapan selamat. Raja Bhutan Jigme Khesar Namgyel Wangchuck lebih memilih menelepon Modi secara langsung. ’’Saya berharap kesuksesan membentang ke depan dan saya tak sabar bekerja sama dengan Anda,’’ tutur Perdana Menteri Nepal K.P. Sharma Oli.

Kembali terpilihnya Modi membuat penduduk muslim India dan warga dari kasta Dalit waswas. Selama periode pertama kepemimpinan Modi, kasus pembunuhan warga muslim dan Dalit karena memakan, memotong, dan menjual daging sapi terus melonjak. Nama beberapa kota yang masih terkait dengan kekaisaran Islam Mughal telah diganti. Beberapa buku sekolah juga diubah untuk mengecilkan kontribusi umat muslim di India. (sha/c14/dos)

Tentang Pemilu di India

 

–             Dilaksanakan 11 April–19 Mei.

 

–             Pengumuman resmi 23 Mei waktu setempat.

 

–             Sebanyak 900 juta penduduk memiliki hak pilih. Itu setara hampir tiga kali lipat jumlah seluruh penduduk AS.

 

–             Ada 7 partai nasional, 53 partai negara bagian, dan lebih dari 2.000 partai lokal yang ikut berpartisipasi.

 

–             Sebanyak 543 kursi diperebutkan lebih dari 8.000 kandidat.

 

–             Minimal 272 kursi dibutuhkan untuk membentuk pemerintahan dan menunjuk perdana menteri.

Sumber: AFP, BBC


BACA JUGA

Rabu, 18 September 2019 13:18

Kereta Tergelincir, Pemerintah Enggan Berspekulasi

Kereta penumpang tergelincir di Hong Kong, Selasa (17/9). Pada jam…

Selasa, 17 September 2019 17:12

Tatkala Tangan Menelusup

Para pegulat pehliva ini selalu sukses menarik perhatian khalayak. Lewat…

Selasa, 17 September 2019 17:04

Buntut Serangan Drone Iran, AS Siap Membalas

Amerika Serikat mengklaim ada 19 target yang terdampak serangan. Sementara…

Selasa, 17 September 2019 17:03

Derita Penduduk Jammu dan Kashmir setelah Blokade Sebulan

Sejak otonomi dan status khusus Jammu dan Kashmir dicabut 5…

Selasa, 17 September 2019 17:02

Menabrak Batu, Kapal Terbalik

NEW DELHI – Madhavilatha begitu terpukul. Dia kehilangan suami dan…

Senin, 16 September 2019 15:12

Kabut Asap Serang Malaysia, Pemerintah Liburkan 300 Sekolah

 Pemerintah Malaysia terpaksa meliburkan 300 sekolah di Negara Bagian Johor…

Senin, 16 September 2019 14:34

NGERI..!! Perang Kartel Narkoba, Puluhan Mayat Dibuang di Sumur

MEXICO CITY– Pemerintah Meksiko mengonfirmasi penemuan 44 jenazah di sumur…

Senin, 16 September 2019 13:37

Iiihh Bikin Malu..!! Hakim Curi Celana Dalam Tetangga

Robert Cicale seharusnya malu berat. Betapa tidak. Dia adalah seorang…

Senin, 16 September 2019 11:52

AS Salahkan Iran Serangan Drone di Kilang Saudi

RIYADH– Arab Saudi baru saja menjadi korban serangan drone pada…

Senin, 16 September 2019 11:51

Hongkongers Minta Bantuan Inggris

HONGKONG– Massa radikal Hongkong belum putus asa mencari cara menggulingkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*