MANAGED BY:
SELASA
21 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Kamis, 23 Mei 2019 14:42
Kaltim Belum Minat Obligasi

Anggap Dana Saat Ini Cukup Bangun Infrastruktur

Hadi Mulyadi

PROKAL.CO, SAMARINDA- Pemprov Kaltim tampaknya belum tertarik menerbitkan obligasi sebagai alternatif pendanaan dalam melanjutkan proyek infrastruktur di Bumi Etam. Pasalnya hingga saat ini mereka belum menunjukkan keseriusan mencari modal di pasar saham seperti daerah lain, salah satunya Jawa Timur.

Diketahui, saat ini pemda memiliki alternatif mendapatkan pembiayaan selain dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) maupun APBD melalui obligasi. Obligasi daerah merupakan surat utang yang diterbitkan pemda yang ditawarkan kepada publik melalui penawaran umum di pasar modal.

Obligasi daerah bersifat jangka panjang, yakni lebih dari lima tahun, dalam mata uang rupiah. Ada beberapa daerah yang sudah mengajukan obligasi untuk infrastruktur antara lain Pemprov Jawa Barat, Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan.

Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi mengatakan, hingga sekarang pihaknya belum mau mengikuti langkah daerah lain yang sudah menerbitkan surat utang. Sebab dia menilai dana saat ini masuk cukup untuk membiayai seluruh pembangunan infrastruktur. “Kita belum ada terpikir mau obligasi, karena kalau APBD tidak cukup kita minta dari pusat untuk membiayai proyek-proyek pembangunan lain,” ujarnya, Rabu (22/5).

Dia mengungkapkan, menerbitkan obligasi belum menjadi prioritas. Meski biasanya pembangunan infrastruktur dengan skema obligasi jauh lebih transparan karena utang tersebut langsung disalurkan langsung kepada kontraktor, untuk pembangunan dan memiliki pengawasan ketat. “Kita belum ke arah sana, mungkin nanti kalau sudah sangat dibutuhkan baru kita akan terbitkan obligasi,” pungkasnya.

Terpisah, Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan, membangun infrastruktur dengan cara menerbitkan surat utang dapat menyebabkan ketidakstabilan kondisi ekonomi. Di Indonesia, surat berharga Negara (SBN) yang dimiliki asing terus mendominasi sejak 2014. Saat ini, total SBN yang dipegang asing sudah mencapai 39,5 persen.

“Untuk daerah, obligasi daerah memang bernilai strategis dalam pembangunan. Namun, pemda harus hati-hati karena sifatnya utang komersial. Jadi akan ada jatuh tempo untuk membayar utang,” katanya saat dihubungi Kaltim Post.

Dia menjelaskan, dalam penerbitan obligasi daerah, ada serangkaian persyaratan yang harus dipenuhi. Persyaratan tersebut mencakup persiapan di daerah, pertimbangan Menteri Dalam Negeri, pengajuan usulan kepada Menteri Keuangan, kemudian dilanjutkan oleh persiapan registrasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Melalui obligasi daerah, tentu dana yang diperoleh dapat digunakan untuk membiayai proyek infrastruktur. Jika Kaltim merasa belum butuh, wajar jika tidak menerbitkan seperti daerah lain yang sudah melakukan obligasi,” pungkasnya. (*/ctr/ndu)


BACA JUGA

Senin, 20 Januari 2020 14:16

Kendalikan Banjir Samarinda, Perlu Dam Seluas Delapan Kali Lapangan Bola

SAMARINDA–Pengendalian banjir di Samarinda memerlukan dam raksasa. Luasnya delapan kali…

Senin, 20 Januari 2020 14:14
Profil ASN Ibu Kota, 977 Janda-Duda hingga 73.535 Jomblo

Pemindahan Pegawai ke Kaltim Sedot Rp 2,9 Triliun

Selain mendapat tunjangan kemahalan dan insentif hingga dua kali lipat,…

Senin, 20 Januari 2020 14:08

KPK Rombak Satgas Kasus Harun, Pimpinan Anggap Wajar, Pegawai Sebut Tidak Lazim

JAKARTA– Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merombak para personel yang…

Senin, 20 Januari 2020 14:02

Jalan Rapak Indah Ditutup Ahli Waris, Sekda Temui Ahli Waris dan Buat Pernyataan Bersama

SAMARINDA - Ahli waris Djagung Hanafiah (almarhum), Datu Hairil Usman…

Senin, 20 Januari 2020 13:08

Dewas dan Direksi TVRI Tidak Harmonis sejak 2007

JAKARTA- Pemecatan Helmy Yahya dari posisi Direktur Utama TVRI memunculkan…

Senin, 20 Januari 2020 11:02

Tingkat Kemiskinan Kaltim Diklaim Rendah

SAMARINDA – Meski mengalami peningkatan sebanyak 990 orang, Pemprov Kaltim…

Senin, 20 Januari 2020 11:01

Lima WNI Diculik di Laut Malaysia, Pelaku Diduga Kelompok Abu Sayyaf

JAKARTA- Warga negara Indonesia (WNI) kembali menjadi korban penculikan di…

Senin, 20 Januari 2020 10:29

Atasi Banjir Samarinda, Beli Alat di Belanda

Sepekan sudah banjir menggenangi Samarinda. Aneka gangguan kesehatan menghantui. Sementara…

Senin, 20 Januari 2020 10:27

Perlu Fokus Membenahi Drainase

BANJIR masih menjadi masalah klasik bagi Samarinda. Bencana itu seperti…

Senin, 20 Januari 2020 10:26
Setelah Keraton Agung Sejagat “Runtuh

Tukang Loak Itu Pun Batal Jadi Jenderal Bintang Tiga

Seragam yang gagah, jabatan mentereng, iming-iming bayaran, dan cerita tentang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers