MANAGED BY:
KAMIS
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Kamis, 23 Mei 2019 14:36
GIMANA NIH..!! Sudah Diresmikan, Maloy Tak Kunjung Beroperasi
BUTUH PERCEPATAN: Operasional Kawasan Ekonomi Khusus Maloy belum memuaskan karena masih terkendala penyediaan air bersih dan listrik.

PROKAL.CO, SAMARINDA- Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK-MBTK) di Kutai Timur telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada April lalu. Namun hingga saat ini geliat industri di kawasan tersebut terlihat. Padahal berbagai kemudahan sudah diberikan Pemprov Kaltim agar para investor masuk.

Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi mengakui pergerakan industri di Maloy masih minim. Ini disebabkan kawasan tersebut masih terkendala penyedia air bersih dan listrik. Tahun ini, PLN berencana memasang transmisi di sana, pihaknya juga meminta bupati untuk mempercepat pengoperasiannya. “Terkait seluruh janji pemprov seperti insentif pengurangan pajak untuk para pengusaha, lalu kemudahan lain semua pasti tetap berjalan,” katanya.

Dia menegaskan, saat ini yang terpenting pemerintah daerah terus melakukan percepatan agar semakin siap beroperasi. Kendala yang ada segera diselesaikan. Tahun ini, ketika semua fasilitas sudah memadai dia yakin Maloy siap beroperasi dan berkontribusi besar bagi perekonomian Bumi Etam. “Para pengusaha sudah siap, bahan baku sudah ada, tinggal berjalan saja,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Ujang Rachmad mengatakan, kesiapan bahan baku di Kaltim untuk menopang industri hilir di Maloy sudah cukup baik. Rata-rata produksi CPO per tahun mencapai 2,5-3,5 per tahun. Kaltim punya 81 pabrik kelapa sawit dengan kapasitas 4.500 ton tandan buah segar (TBS) per jam.

“Artinya sangat besar sekali produksi CPO kita. Sekarang dengan hasil sebanyak itu mayoritas diantar ke daerah lain atau diekspor,” katanya kepada Kaltim Post Selasa malam (21/5) usai menghadiri buka puasa bersama Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kaltim.

Dia menilai, Maloy bisa menjadi salah satu cara Kaltim untuk mempercepat proses hilirisasi. Tentu, Disbun Kaltim sebagai penyedia bahan baku harus gayung bersambut dengan industri hilirnya. “Kalau industri hilirnya siap, tentu petani lebih bergairah dalam menanam TBS kelapa sawit. Petani jadi memiliki kepastian pasar,” tuturnya.

Terlebih di dalam perda perkebunan berkelanjutan disebutkan ada kewajiban perusahaan perkebunan untuk mengalokasikan minimal 70 persen untuk penyedia bahan baku industri hilir yang berkembang di Kaltim. Sehingga dari aspek regulasi sudah siap, secara produktivitas juga sudah siap, agar di depan industri hilir di Kaltim tidak ada yang kekurangan bahan baku.

“Sebetulnya percepatan itu kami sudah tunggu. Peresmian sudah, berbagai fasilitas juga sudah, tinggal menunggu percepatannya saja,” pungkasnya.

Bersamaan, Pembina Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kaltim Azmal Ridwan mengatakan, dari pengusaha hanya menjadi user. Sebagai user tentunya siap dan tidak memiliki pilihan lain. Ketika Maloy berjalan tentunya pelaku usaha senang, karena banyak ongkos yang bisa dipangkas kalau punya pelabuhan sendiri.

“Masa kita mau jualan harus ke daerah lain dulu. Kalau bisa dari daerah sendiri, banyak ongkos logistik yang bisa kita pangkas,” ungkapnya.

Menurutnya, pelaku usaha saat ini siap untuk mengisi Maloy. Para pengusaha tidak punya pilihan untuk tidak suka, karena saat ini untuk berjualan bisa ke terminal terdekat. Secara prinsip yang didesak harusnya pemerintah, agar mempercepat karena pemakainya sudah sangat siap. “Maloy itu ibarat permata. Untuk apa ada permata di sana tapi untuk akses ke sana masih susah,” katanya.

Dia menjelaskan, Maloy butuh infrastruktur yang bagus untuk menuju hilirisasi. Jadi, jangan Maloy-nya saja yang sangat bagus, tapi jalan menuju ke sana juga harus sudah bagus. “Sudah dari tujuh tahun yang lalu kami siap, tapi belum bisa dipakai hingga saat ini,” tutupnya. (*/ctr/ndu)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 18 September 2019 14:20

Berjuang Masuk Tim di Periode Baru

BALIKPAPAN-Setelah dibentuk Senin (16/9) lalu, tim Panitia Khusus (Pansus) DPR…

Rabu, 18 September 2019 14:19

Polisi Sudah Tetapkan 9 Tersangka

SAMARINDA–Kabut asap telah menyebar dan menyelimuti langit Kaltim sepekan terakhir.…

Rabu, 18 September 2019 14:15

Bandara Buka, Penerbangan Tutup

DAMPAK kabut asap membuat seluruh penerbangan di Bandara APT Pranoto…

Rabu, 18 September 2019 14:08
OTT Balikpapan Bergulir di Samarinda

Kasus Hakim PN Balikpapan yang Terima Suap Mulai Diadili

SAMARINDA – Operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang menyeret Kayat,…

Rabu, 18 September 2019 14:00

Bunuh Pacar, Kodok Divonis 14 Tahun Penjara

SINGARAJA- Kadek Indra Jaya alias Kodok, 21 akhirnya divonis hukuman…

Rabu, 18 September 2019 13:38
Polemik Revisi UU nomor 30/2002 tentang KPK

Pemberantasan Korupsi Lumpuh, Publik Berancang-Ancang Judicial Review

JAKARTA– Polemik revisi UU nomor 30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi…

Rabu, 18 September 2019 13:10

Gubernur: Ekspor Kaltim Bagus, Pembagian Hasil Harus Lebih Besar Lagi

Neraca perdagangan Kaltim selalu surplus.  Hanya saja, minimnya komoditas hilir…

Rabu, 18 September 2019 13:08

Pulau Balang Mulai Lanjut, Kontruksi Telah Mencapai 65 Persen

BALIKPAPAN—Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Balikpapan segera melakukan pembebasan lahan…

Rabu, 18 September 2019 13:04

Tambang Masih Seksi di Mata Investor

SAMARINDA-Dominasi pertambangan batu bara terhadap struktur investasi baru di Kaltim…

Rabu, 18 September 2019 10:48

Cukai Rokok Naik, Diyakini Perokok Pemula Turun

JAKARTA  – Pemerintah berencana menaikan cukai rokok. Hal ini mendapat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*