MANAGED BY:
SENIN
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Kamis, 23 Mei 2019 14:25
Error Berjamaah agar Hoax Tak Mudah Menyebar

PROKAL.CO, MEDIA sosial, khususnya Facebook, WhatsApp (WA), dan Instagram (IG), layanannya mengalami penurunan. Hal itu lantaran terkait aksi nasional yang terpusat di Jakarta, kemarin (22/5).

Banyak pengguna mengeluhkan masalah yang mulai dirasakan sejak Rabu siang itu. Pengguna Whatsapp, kebanyakan mengeluh tidak bisa mengirim atau mengunduh gambar. Bahkan, ada pula yang tak bisa mengakses aplikasi berbasis jaringan internet itu.

Namun, keluhan yang paling dirasakan adalah tak bisa masuknya WhatsApp melalui web. Tertulis situs tak bisa dihubungi. Sementara pengguna Instagram, keluhan paling banyak adalah tak bisa memuat ulang linimasa.

Dari pantauan Kaltim Post, Pengguna Instagram dan WhatsApp pun banyak yang ramai membicarakan di aplikasi medsos lainnya, yakni Twitter. Muncul pula tagar #instagramdown dan #whatsappdown. Bahkan, di medsos berlambang burung biru itu, perbincangan server down sampai 77 ribu cuitan. Dari penelusuran, untuk kawasan ibu kota Kaltim, server tiga media sosial tersebut mengalami masalah sejak siang.

Tak hanya layanan WhatsApp dan Instagram, pengguna Facebook juga sempat mengalami bermasalah. Itu bukan pertama kali WhatsApp, Facebook, dan Instagram down secara bersamaan. Error berjamaah juga sempat terjadi sekitar April lalu.

Namun, berbagai alternatif jadi pembahasan netizen. Beralih ke Telegram. Saran lain, mengunduh aplikasi virtual private network (VPN). Di beberapa linimasa pemilik akun Instagram, tagar #SuperVPN juga muncul. Dibahas di Twitter, netizen yang membahas perihal VPN mencapai 41,7 ribu.

SENGAJA DILAKUKAN

Pemerintah mengambil langkah pembatasan sementara untuk mengakses media sosial tertentu. Langkah itu dilakukan untuk mencegah provokasi hingga penyebaran berita bohong (hoax) di masyarakat. Penjelasan itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, kemarin siang.

"Akan diadakan pembatasan akses dan fitur tertentu. Untuk tidak diaktifkan demi menjaga konten negatif terus menyebar dan menimbulkan stigma buruk," ungkap Wiranto.

Didampingi Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Menkominfo Rudiantara, serta beberapa menteri lainnya, fakta-fakta ditemukan kepolisian. Setelah kericuhan, beredar berbagai informasi hoax di media sosial yang meresahkan masyarakat.

“Banyak yang menyalahkan aparat keamanan atas jatuhnya korban,” sambung mantan Panglima TNI 1998-1999 tersebut.

Pemerintah melihat, berdasarkan rangkaian peristiwa hingga kerusuhan pecah, terlihat ada upaya membuat kekacauan nasional. Hal itu terlihat dari pernyataan tokoh-tokoh yang kemudian menyalahkan aparat keamanan atas jatuhnya korban jiwa.

Analisisnya, ada upaya membangun kebencian hingga anti kepada pemerintahan. Padahal, ada aksi brutal yang dilakukan kelompok lain selain pendemo. Mereka menyerang petugas, merusak asrama Polri di Petamburan, Jakarta Pusat, turut membakar sejumlah kendaraan, dan aksi brutal lain.

Pemerintah melakukan pembatasan pada media sosial setelah maraknya berita negatif tentang aksi 22 Mei 2019. Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, pembatasan itu bersifat sementara dan bertahap.

"Pembatasan terhadap fitur-fitur media sosial, tidak semuanya," kata Rudiantara. Diungkapkan saat jumpa pers ke awak media, banyak netizen menyebarkan foto dan video melalui WhatsApp. Sehingga, pihaknya memperlambat khusus unggahan video dan foto. “Kita semua akan mengalami perlambatan jika upload video dan foto," jelasnya.

Hal itu, menurut Rudiantara, banyak hal negatif dan mudah memprovokasi. "Kami sangat menyesalkan, tapi ingin berupaya mengamankan negeri. Mungkin down dua sampai tiga hari. Kalau teks masih bisa," ungkapnya. (*/dra/dwi)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 21 September 2019 11:45

Dilumpuhkan setelah Kejar-kejaran

SAMARINDA–Penyelundupan narkoba di Samarinda masuk radar Badan Narkotika Nasional (BNN)…

Sabtu, 21 September 2019 11:40

Ketika Ribuan Mahasiswa Menyuarakan Penolakan RUU KUHP dan UU KPK

Keprihatinan yang sama terhadap isu RUU KUHP dan UU KPK…

Sabtu, 21 September 2019 11:28

Jalan Ibu Kota Negara Dibagi Lima Zona

Ada banyak alasan mengapa kereta dipilih dibanding moda transportasi lain.…

Sabtu, 21 September 2019 11:27

Ancam Kebebasan Berekspresi, Banyak Masalah di RKUHP

BALIKPAPAN- Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) masih menjadi sorotan.…

Sabtu, 21 September 2019 11:26
RUU KUHP Hanya Ditunda, Bukan Dibatalkan

Jokowi Minta 14 Pasal RUU KUHP Dikaji Ulang

JAKARTA– Makin tingginya gelombang penolakan pada Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang…

Jumat, 20 September 2019 12:13

Walhi Yakin Korporasi Terlibat Karhutla

SAMARINDA–Dugaan lahan dibakar untuk kepentingan perkebunan menguat. Kebun sawit diindikasikan…

Jumat, 20 September 2019 11:39

Pembangunan Jalan Perbatasan Kaltim-Kaltara Sudah Tembus..!! Tapi...

BALIKPAPAN- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) secara bertahap…

Jumat, 20 September 2019 11:11

YESSS..!! Transportasi IKN: Kereta Tanpa Awak dan Rel

Semenjak penetapan ibu kota negara (IKN) di Kaltim, kementerian satu…

Jumat, 20 September 2019 11:10

Beri Tenggat hingga Akhir Bulan

BALIKPAPAN–Rencana pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kaltim tampaknya hanya…

Jumat, 20 September 2019 11:09

19 Hari, 36 Kasus Karhutla di PPU

KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) masih mengancam Kabupaten Penajam Paser…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*