MANAGED BY:
SENIN
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Rabu, 22 Mei 2019 22:19
Rusuh di Jakarta, Sudah 6 Orang Meninggal
Kapolri Bilang, Tidak Ada Peluru Tajam, Petugas Cuma Bawa Perisai dan Pentungan

Tito : Mereka Perusuh, Dibayar, Bertato. Rakyat Jangan sampai Terkecoh

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan, kerusuhan yang terjadi di Ibu Kota bukan datang dari massa aksi yang menggelar demonstrasi sejak pukul 14.30 WIB di depan kantor Bawaslu pada Selasa (21/5) siang. (Jpnn/JawaPos/com)

PROKAL.CO, class="p1">JAKARTA- Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan, kerusuhan yang terjadi di ibu kota bukan datang dari massa aksi yang menggelar demonstrasi sejak pukul 14.30 WIB di depan kantor Bawaslu pada Selasa (21/5) siang. Diketahui kerusuhan yang berlangsung hingga dini hari itu meledak di  depan kantor Bawaslu, Tanah Abang dan Petamburan

Kerusuhan tersebut menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Ratusan luka dan belasan kendaraan yang terparkir di asrama Brimob terbakar. Aksi brutal itu dilakukan oleh segerombolan perusuh.

Tito menjelaskan, sebelum terjadinya kerusuhan tersebut, aparat TNI-Polri telah memberikan toleransi kepada massa pengunjuk rasa dari batas waktu menyampaikan pendapat di muka umum hingga pukul 18.00 WIB. Kemudian diberikan toleransi untuk berbuka puasa bersama hingga melakukan salat tarawih secara berjamaah.

“Bahkan korlap meminta untuk diizinkan bukber, lanjut solat magrib, solat isya dan tarawih. Kita berikan toleransi, meskipun dalam UU, batas waktu demonstrasi hanya pada  pukul 18.00 WIB. Alhamdulilah pada saat itu juga anggota kami melakukan ibadah tanpa sekat,” kata Tito di kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (22/5).

Usai salat tarawih, massa aksi kemudian diminta untuk membubarkan diri sekitar pukul 21.00 WIB. Kemudian massa pengunjuk rasa dipimpin koordinator aksi secara kooperatif membubarkan diri.

Setelah massa mulai membubarkan diri, para pasukan keamanan pun melalukan konsolidasi, namun tiba-tiba sekira pukul 23.00 WIB, ada massa yang berulah anarkis dan provokatif berusaha merusak barrier dan melawan petugas.

“Sesuai SOP sudah tidak ada lagi massa aksi, namun beberapa massa itu di ruas jalan di Jalan Sabang dan Wahid Hasyim, mereka menyerang petugas (lempar batu, molotov, petasan ukuran besar) massa tersebut sangat brutal,” ujar Tito.

Anggotanya pun kemudian terus mengimbau hingga pukul 03.00 WIB. Namun, tindakan terpaksa dilakukan karena massa tidak kunjung kooperatif dan makin gencar menyerang petugas.

“Kita dorong massa yang sangat brutal tersebut. Publik juga sudah bisa melihat, kami mengimbau segera pulang itulah imbauan polisi sesuai SOP. Massa terpecah menjadi dua ada yang ke Sabang dan masuk ke gang-gang kecil,” imbuhnya.

Sekitar pukul 02.45 WIB, lanjutnya, ada sekelompok massa lain lagi yang datang, sebab massa dari Bawaslu sudah terurai sejak 03.00 WIB. Polisi pun mengamankan 58 orang provokator, dengan dugaan sementara, mereka masyarakat  dari luar Jakarta. 

Namun pada saat bersamaan ada 200 orang yang berkumpul di Jalan KS Tubun yang diduga keberadaan massa itu sudah disiapkan atau di -setting. Seperti biasa, pihak Kepolisian pun mengimbau untuk membubarkan diri dibantu tokoh masyarakat. 

Segerombolan massa tersebut kemudian merusak kendaraan peribadi dan kendaraan dinas yang terparkir di asrama Brimob. Setelah dilakukan penindakan tegas, aparat kemanan kemudian mengamankan 11 orang yang diduga provokator aksi kerusuhan tersebut.

“Kami lakukan pemeriksaan, mereka ternyata dibadannya ada tato, juga ditemukan amplop berisi uang totalnya kurang lebih Rp 6 juta,” ucap Tito.

Tak hanya itu, pada Rabu (22/5) pagi. Mantan Kapolda Metro Jaya ini menyebut pihaknya turut mengamankan satu ambulan berlogo partai. Dari dalam ambulans tersebut aparat keamanan mengamankan benda tumpul yang diduga akan dipakai untuk aksi 22 Mei.

“Pagi hari situasi mereda, kita mendapatkan suatu ambulans berisi batu dan alat pukul lainnya,” beber Tito.

Terkait korban tewas yang diduga hingga enam orang. Kapolri menyatakan pihaknya akan melakukan identikasi untuk mengetahui penyebab jatuhnya korban dari kerusuhan tersebut.

Sebab, Tito menegaskan pihaknya tidak menggunakan senjata api untuk melerai massa aksi. Namun aparat keamanan menggunakan tameng dan pentungan untuk membubarkan.

“Saya katakan tidak ada peluru tajam, aparat keamanan di instruksikan tidak menggunakan senjata api, mereka menggunakan perisai dan pentungan sehingga tidak mungkin aparat membunuh rakyat,” tegas Tito.

Mantan Kepala BNPT ini juga menegaskan, massa perusuh yang melakukan pengerusakan dan menyebabkan kerusuhan tersebut sengaja dilakukan. Tujuannya agar seolah-olah aparat keamanan yang melakukan penyerangan terhadap rakyat.

“Jadi bukan pendemo, mereka perusuh, menyerang kantor Brimob, mereka dibayar, bertato.  Rakyat jangan sampai terkecoh,” pungkas Tito. (jpc)


BACA JUGA

Sabtu, 21 September 2019 11:06

Ipong "Lewati" PKS, Parpol-Bupati Harus Chemistry

PONOROGO- – Ipong Muchlissoni ’’melewati’’ Partai Keadilan Sejahtera.…

Sabtu, 21 September 2019 10:58

Keberadaan Pesawat Rimbun Air Masih Belum Jelas

JAYAPURA-Pencarian terhadap pesawat Rimbun Air jenis Twin Otter DHC6 dengan…

Jumat, 20 September 2019 10:57

Sopir Taksi Perkosa Bocah 9 Tahun

GIANYAR – Bejat. Kata ini nampaknya pantas disematkan atas perilaku…

Jumat, 20 September 2019 09:55

Data Penumpang Bocor, Lion Group Investigasi

JAKARTA– Puluhan juta data penumpang maskapai milik Lion Air Group…

Kamis, 19 September 2019 00:32

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Imam Nahrawi Bantah Terima Duit Suap Sebesar Rp26,5 M

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga…

Rabu, 18 September 2019 12:13

PBB Akui Papua Bagian dari Indonesia

JAKARTA- Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menegaskan tidak ada lagi pembahasan…

Selasa, 17 September 2019 16:30

RUU MD3 Disahkan, Pimpinan MPR Resmi Bertambah

JAKARTA– DPR akhirnya mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Ketiga…

Selasa, 17 September 2019 16:17

Minta Tak Serahkan Mandat di Tengah Jalan

JAKARTA– Lima pimpinan KPK hasil pemilihan Komisi III DPR hadir…

Selasa, 17 September 2019 15:11

Kado Hari Anak Nasional, Revisi UU Perkawinan Sah

JAKARTA– Wajah Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise…

Senin, 16 September 2019 12:12

Merasa Ditipu Dosennya Sendiri, Dijanjikan PNS Bayar Rp 100 Juta

SLEMAN, - “Malu!”. Itulah yang berulang kali dikatakan Akbar, bukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*