MANAGED BY:
SENIN
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Rabu, 22 Mei 2019 11:25
Partisipasi Pemilih Melonjak, Tertinggi sejak Pemilu 2004
ilustrasi

PROKAL.CO, JAKARTA – Pemilu 2019 menghasilkan sejumlah kejutan. Salah satunya adalah tingkat partisipasi yang melonjak jauh dibanding pemilu edisi sebelumnya. Fakta tersebut melebihi ekspektasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku penyelenggara pemilu. Juga mematahkan pesimisme para pengamat yang justru khawatir partisipasi pemilih bakal turun.

Berdasar hasil rekapitulasi nasional KPU kemarin (21/5), partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 menembus angka 81 persen. Untuk pilpres, partisipasi mencapai 81,97 persen. Tidak kurang dari 158.012.506 pemilih menggunakan hak pilihnya di TPS. Sedangkan pileg menghasilkan partisipasi 81,69 persen. Ada 157.475.213 pemilih yang menggunakan hak pilih di pileg anggota DPR.

Dari sisi pilpres saja, ada peningkatan jumlah pemilih yang signifikan untuk tiap-tiap paslon. Dalam hal ini Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto. Pada Pilpres 2014 Jokowi memperoleh 70.997.851 suara saat menggandeng Jusuf Kalla (JK) sebagai cawapres. Tahun ini Jokowi mendapat 85.607.362 suara saat berpasangan dengan Ma’ruf Amin. Naik 14.609.511 suara.

Sementara itu, Prabowo memperoleh 62.576.444 saat menggandeng Hatta Rajasa sebagai cawapres pada Pilpres 2014. Tahun ini suara Prabowo naik menjadi 68.650.239 saat berpasangan dengan Sandiaga Salahuddin Uno. Peningkatannya mencapai 6.073.795 suara.

Sejak awal KPU tidak berani mematok target tinggi untuk partisipasi pemilih. Sebab, partisipasi pada pemilu sebelumnya anjlok. ”Target kami partisipasi pemilih 77,5 persen,” ucap Ketua KPU Arief Budiman. Dengan hasil pemilu yang menunjukkan peningkatan partisipasi, target tersebut telah resmi terlampaui.

Sebagai perbandingan, pada Pilpres 2014, partisipasi pemilih hanya mencapai 69,58 persen. Sementara partisipasi Pileg 2014 mencapai 75,1 persen. Sejak Pemilu 2004, partisipasi pilpres mengalami tren penurunan. Sedangkan partisipasi pileg mengalami penurunan sejak Pemilu 1999, tapi naik lagi pada Pemilu 2014 (lihat grafis).

Tingginya partisipasi pemilih disambut baik sejumlah kalangan. Salah satunya pendiri Network for Democracy and Electoral Integrity (Netgrit) Hadar Nafis Gumay. Menurut dia, peningkatan partisipasi tersebut merupakan pertanda baik bagi demokrasi Indonesia.

Hadar menjelaskan, faktor utama meningkatnya partisipasi pemilih adalah kualitas kompetisi. Meskipun kali ini kandidatnya sama, khususnya pada pilpres, kompetisinya begitu ketat. ”Masing-masing berusaha mendukung calon yang disukai sehingga partisipasi menjadi tinggi,” terangnya kemarin.

Faktor penentu lainnya adalah keserentakan pemilu. Menurut Hadar, biasanya orang akan berpartisipasi pada kompetisi pemilu yang dia sukai. Pada pileg trennya cenderung naik karena pesertanya banyak dan lebih dekat dengan pemilih di akar rumput. Sebagian dari mereka golput di pilpres saat pemilu masih dipisah.

Pun demikian penyuka pilpres. Sebagian dari mereka golput di pileg saat pemilu belum serentak. ”Kalau disatukan, satu saja yang menarik, maka dia akan datang untuk semua (pemilihan),” lanjut mantan komisioner KPU itu.

Saat ke TPS, pemilih akan diberi lima surat suara sehingga partisipasi di jenis pemilihan lain yang sebenarnya tidak dia sukai tetap meningkat. Karena itu, menurut Hadar, hal baik yang terkait dengan partisipasi pemilih perlu dilanjutkan.

”Keserentakan pemilu ini perlu dipertahankan,” tuturnya. Pemilu yang diadakan dua kali setahun cenderung membuat sebagian pemilih malas untuk datang ke TPS. Dengan menyatukan pemilu, pemilih cukup datang satu kali ke TPS. (byu/c9/fat)


BACA JUGA

Senin, 23 September 2019 11:24
Persik Kediri vs Mitra Kukar

PUNCAK MEMANAS

Sasaran Mitra Kukar bisa naik selevel. Tidak lagi tentang merebut…

Sabtu, 21 September 2019 11:06

Ipong "Lewati" PKS, Parpol-Bupati Harus Chemistry

PONOROGO- – Ipong Muchlissoni ’’melewati’’ Partai Keadilan Sejahtera.…

Sabtu, 21 September 2019 10:58

Keberadaan Pesawat Rimbun Air Masih Belum Jelas

JAYAPURA-Pencarian terhadap pesawat Rimbun Air jenis Twin Otter DHC6 dengan…

Jumat, 20 September 2019 10:57

Sopir Taksi Perkosa Bocah 9 Tahun

GIANYAR – Bejat. Kata ini nampaknya pantas disematkan atas perilaku…

Jumat, 20 September 2019 09:55

Data Penumpang Bocor, Lion Group Investigasi

JAKARTA– Puluhan juta data penumpang maskapai milik Lion Air Group…

Kamis, 19 September 2019 00:32

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Imam Nahrawi Bantah Terima Duit Suap Sebesar Rp26,5 M

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga…

Rabu, 18 September 2019 12:13

PBB Akui Papua Bagian dari Indonesia

JAKARTA- Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menegaskan tidak ada lagi pembahasan…

Selasa, 17 September 2019 16:30

RUU MD3 Disahkan, Pimpinan MPR Resmi Bertambah

JAKARTA– DPR akhirnya mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Ketiga…

Selasa, 17 September 2019 16:17

Minta Tak Serahkan Mandat di Tengah Jalan

JAKARTA– Lima pimpinan KPK hasil pemilihan Komisi III DPR hadir…

Selasa, 17 September 2019 15:11

Kado Hari Anak Nasional, Revisi UU Perkawinan Sah

JAKARTA– Wajah Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*