MANAGED BY:
SENIN
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Selasa, 21 Mei 2019 13:22
Masih di Luar Negeri, Jonan Batal Diperiksa
Juru Bicara KPK Febri Diansyah

PROKAL.CO, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan kembali tidak memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia (KAI) itu masih berada di luar negeri. Sehingga, meminta pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka Sofyan Basir ditunda. 

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, agenda pemeriksaan Jonan kemarin (20/5) sejatinya penjadwalan ulang. Sebelumnya, KPK telah mengagendakan pemeriksaan Jonan pada Rabu (15/5) pekan lalu. Di kesempatan itu, Jonan tidak hadir dengan alasan yang sama, yakni masih ada tugas di luar negeri. 

Karena tidak memenuhi panggilan, KPK berencana mengagendakan pemeriksaan Jonan Senin (27/5) pekan depan. Menurut informasi yang diperoleh KPK, Jonan dijadwalkan kembali ke tanah air pada Jumat (24/5) mendatang. "Oleh karena itu, pemeriksaan akan dijadwalkan ulang pekan depan," kata Febri. 

Febri menambahkan, Jonan masuk agenda pemeriksaan saksi dalam perkara dugaan suap PLTU Riau 1 dan kasus dugaan rasuah terminasi kontrak perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B). Dalam perkara itu, KPK menetapkan Dirut PLN (nonaktif) Sofyan Basir. Dan bos Borneo Lumbung Energi dan Metal Samin Tan.

KPK berharap Jonan memenuhi panggilan penyidik sesuai jadwal yang ditentukan. Keterangan Jonan diperlukan untuk mendalami perkara suap proyek pembangunan PLTU Riau 1 dan terminasi kontrak PKP2B PT Asmin Kolaindo Tuhup (AKT) milik Samin Tan. ”Kami berharap saksi datang dan memberikan keterangan yang diperlukan,” tegas Febri.

Dalam dua kasus yang sedang ditangani KPK itu, Kementerian ESDM memang memiliki kapasitas. Sebab, baik PLTU Riau 1 maupun terminasi kontrak PKP2B masuk ranah bidang energi. PLTU Riau 1 merupakan salah satu investasi di bidang pembangkit listrik dan batubara.

Khusus kasus Samin Tan, KPK tengah menelisik dugaan suap Rp 5 miliar untuk Eni Maulani Saragih. Dalam kasus ini, Eni terbukti membantu PT AKT. Perusahaan itu mengalami masalah PKP2B Generasi 3 di Kalimantan Tengah dengan Kementerian ESDM. (tyo) 

 


BACA JUGA

Senin, 23 September 2019 11:24
Persik Kediri vs Mitra Kukar

PUNCAK MEMANAS

Sasaran Mitra Kukar bisa naik selevel. Tidak lagi tentang merebut…

Sabtu, 21 September 2019 11:06

Ipong "Lewati" PKS, Parpol-Bupati Harus Chemistry

PONOROGO- – Ipong Muchlissoni ’’melewati’’ Partai Keadilan Sejahtera.…

Sabtu, 21 September 2019 10:58

Keberadaan Pesawat Rimbun Air Masih Belum Jelas

JAYAPURA-Pencarian terhadap pesawat Rimbun Air jenis Twin Otter DHC6 dengan…

Jumat, 20 September 2019 10:57

Sopir Taksi Perkosa Bocah 9 Tahun

GIANYAR – Bejat. Kata ini nampaknya pantas disematkan atas perilaku…

Jumat, 20 September 2019 09:55

Data Penumpang Bocor, Lion Group Investigasi

JAKARTA– Puluhan juta data penumpang maskapai milik Lion Air Group…

Kamis, 19 September 2019 00:32

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Imam Nahrawi Bantah Terima Duit Suap Sebesar Rp26,5 M

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga…

Rabu, 18 September 2019 12:13

PBB Akui Papua Bagian dari Indonesia

JAKARTA- Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menegaskan tidak ada lagi pembahasan…

Selasa, 17 September 2019 16:30

RUU MD3 Disahkan, Pimpinan MPR Resmi Bertambah

JAKARTA– DPR akhirnya mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Ketiga…

Selasa, 17 September 2019 16:17

Minta Tak Serahkan Mandat di Tengah Jalan

JAKARTA– Lima pimpinan KPK hasil pemilihan Komisi III DPR hadir…

Selasa, 17 September 2019 15:11

Kado Hari Anak Nasional, Revisi UU Perkawinan Sah

JAKARTA– Wajah Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*