MANAGED BY:
SENIN
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Selasa, 21 Mei 2019 12:44
Istana Imbau, 22 Mei Tak Perlu ke Jakarta

PROKAL.CO, JAKARTA - TNI kembali melakukan simulasi pengamanan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, kemarin. Ribuan prajurit dari Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) bersama personel Kodam Jaya mempraktikan skema penyelamatan di hadapan sejumlah pejabat teras Mabes TNI.

Sebagai instansi yang dipercaya membantu Polri mengamankan pengumuman hasil pemilu, sejak jauh hari TNI memang sudah bersiap. Di antaranya melalui latihan dan simulasi yang berulang kali mereka lakukan, termasuk kemarin. ”Mengerahkan empat helikopter TNI-AD,” terang Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Sisriadi. Dalam latihan tersebut, turut diperagakan sejumlah teknik penyelamatan oleh prajurit TNI. Salah satunya fast roping yang dilaksanakan langsung dari atas helikopter. Menurut Sisriadi, simulasi yang dilakukan prajurit TNI merujuk pada tactical floor game (TFG) yang disusun melalui koordinasi di Mabes TNI pada Kamis (16/5).

Lewat latihan tersebut, prajurit TNI yang diberi tugas untuk pengamanan proses hitung suara maupun pengumuman hasil pemilu dihadapkan pada situasi rusuh. Merujuk data dari Pusat Penerangan TNI, jumlah personel TNI yang diminta membantu Polri sebanyak 12 ribu orang. ”Selain 12 ribu personel tersebut, TNI menyiapkan 20 ribu personel cadangan,” imbuhnya.

Seluruh personel itu bergerak di bawah komando Kodam Jaya. Di Jakarta, Kodam Jaya bekerja sama dengan Polda Metro Jaya untuk mengamankan pengumuman hasil pemilu. Di samping pasukan Kostrad, mereka juga dapat bantuan pasukan dari Kodam III/Siliwangi dan Korps Marinir.

Kepala Penerangan Kostrad Kolonel Infanteri Adhi Giri Ibrham menyampaikan bahwa total jumlah prajurit yang diperbantukan dari instansinya sebanyak 1.500 orang. ”Untuk pengamanan pengumuman pemilu,” imbuhnya. Sampai pengumuman hasil pemilu oleh KPU tuntas, mereka bertugas di bawah perintah Kodam Jaya.

Sementara itu, pergerakan massa dari daerah ke Jakarta mendapat respons dari istana. Pemerintah mengimbau agar masyarakat mengurungkan rencana ke Jakarta. Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Purnawirawan Moeldoko mengajak masyarakat menggunakan jalur hukum dalam menyikapi hasil pemilu. Dia menilai, jika menggunakan aksi jalanan, Moeldoko menyebut rawan terjadi gesekan yang merugikan sesama anak bangsa. "Karena kondisi itu tidak menguntungkan bagi siapapun," ujarnya di Kantor KSP, Jakarta, kemarin.

Sebaliknya, lanjut dia, yang diuntungkan adalah kelompok-kelompok tertentu yang sudah memiliki agenda khusus untuk mengacaukan situasi nasional. Moeldoko mengakui, pemerintah sudah mengendus adanya kelompok-kelompok yang berniat menunggangi aksi tersebut. "Ada kelompok teroris, kelompok yang ingin membuat trigger ya, menjadikan martir, sehingga nanti akan menjadi titik awal melakukan anarkis," imbuhnya.

Karena itu, kata Moeldoko, jajaran kepolisian di daerah aktif melakukan operasi terhadap massa yang bergerak ke Jakarta. Upaya itu ditempuh untuk memastikan kegiatan pada 22 Mei besok terhindar dari peristiwa yang tidak diinginkan. "Jangan sampai membawa perlengkapan yang dilarang. Ada yang bawa senjata tajam juga, gak ada relevansinya dengan demo," tuturnya.

Moeldoko menambahkan, isu adanya potensi kelompok penyusup dalam aksi 22 Mei bukan isapan jempol atau upaya menakut-nakuti masyarakat. Namun, hal itu didasarkan pada informasi yang diperoleh. Polri, misalnya, sudah menangkap terduga teroris di sejumlah tempat. Selain itu, intelejen juga telah membekuk upaya penyelundupan senjata yang diduga digunakan untuk mengacaukan situasi. "Bisa saja ada yang menembak pada kerumunan, akhirnya seolah-olah tembakan itu dari aparat kemananan. Itu akan menjadi trigger berawalnya kondisi chaos," ucapnya. (far/syn/oni)


BACA JUGA

Senin, 23 September 2019 11:48

Smart SIM Diluncurkan, Biayanya Tak Berubah, Ini Keunggulannya

JAKARTA – Mulai hari ini (23/9) masyarakat bisa mendapatkan Smart…

Senin, 23 September 2019 10:13

Tujuh Hari Lahan di Cagar Alam Kersik Luway Terbakar, Petugas Minta Water Booming

PROKAL.CO, SAMARINDA - Areal cagar alam, Kersik Luway Kabupaten Kutai…

Senin, 23 September 2019 09:01
Bandar Narkoba Tewas

Satu Proyektil Bersarang di Kepala Bandar Narkoba

SAMARINDA–Irwan (35), pengedar narkoba yang ditangkap di kawasan simpang empat…

Senin, 23 September 2019 08:52

Bangun Ibu Kota, Perhatikan Kota Penyangga

Pembangunan ibu kota negara (IKN) di Penajam Paser Utara (PPU)…

Sabtu, 21 September 2019 11:45

Dilumpuhkan setelah Kejar-kejaran

SAMARINDA–Penyelundupan narkoba di Samarinda masuk radar Badan Narkotika Nasional (BNN)…

Sabtu, 21 September 2019 11:40

Ketika Ribuan Mahasiswa Menyuarakan Penolakan RUU KUHP dan UU KPK

Keprihatinan yang sama terhadap isu RUU KUHP dan UU KPK…

Sabtu, 21 September 2019 11:28

Jalan Ibu Kota Negara Dibagi Lima Zona

Ada banyak alasan mengapa kereta dipilih dibanding moda transportasi lain.…

Sabtu, 21 September 2019 11:27

Ancam Kebebasan Berekspresi, Banyak Masalah di RKUHP

BALIKPAPAN- Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) masih menjadi sorotan.…

Sabtu, 21 September 2019 11:26
RUU KUHP Hanya Ditunda, Bukan Dibatalkan

Jokowi Minta 14 Pasal RUU KUHP Dikaji Ulang

JAKARTA– Makin tingginya gelombang penolakan pada Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang…

Jumat, 20 September 2019 12:13

Walhi Yakin Korporasi Terlibat Karhutla

SAMARINDA–Dugaan lahan dibakar untuk kepentingan perkebunan menguat. Kebun sawit diindikasikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*