MANAGED BY:
SELASA
04 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM REDAKSI

Selasa, 21 Mei 2019 11:22
Ayat Anti-hoax
Syafril Teha Noer*

PROKAL.CO,

Catatan

Syafril Teha Noer*

Al WALID bin Uqbah dapat tugas dari Rasulullah Muhammad SAW. Mengambil zakat tahunan dari Bani Musthaliq. Alih-alih menuntaskannya, Walid berbalik saat tiba di depan gerbang pemukiman kabilah itu. Pulang seraya membawa dalih; Bani Musthaliq telah murtad. Menunggunya dengan pedang. Bersiap membunuhnya.

Rasulullah masygul. Lalu bersurat, mempertanyakan. Tak lama balasan tiba. Dikirim pemimpin Bani Musthaliq. Al Harits namanya. Isinya meluruskan. Kerabat Musthaliq justru menyongsong Walid dengan pundi-pundi zakat. Tentang pedang, “Lha itu ‘kan perkara biasa di kalangan kabilah? Lagipula, toh tersarung? Tidak terhunus? Masih tergantung di pinggang!” jawab Harits, kira-kira.

Untuk memastikan validitas keterangan ini Rasulullah mengutus Khalid bin Walid. “Tiba di sana menjelang Magrib. Aku mendengar azan, tak lama setelah mereka terima. Selagi di sana aku juga mendengar azan Isya,” lapor Khalid yang kembali sambil membawa zakat Bani Musthaliq. Dia menyimpulkan, Bani Musthaliq tidak murtad.

Hubungan moyang Walid dengan Bani Musthaliq memang tak baik sejak lama. Dilatari persaingan antar-kabilah, pergaulan mereka melulu diwarnai pertikaian. Tapi riwayat kabilah Walid sendiri parah. Ayahnya, Uqbah, dikenal karena pembangkangan dan gangguan terhadap kaum muslim. Dia mati karena hukum penggal. Adapun kerabat Musthaliq relatif konsisten taat.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2012 07:14

Sambaliung-Gunung Tabur Bakal Terhubung

<div> <div> <strong>TANJUNG REDEB</strong> - Selain Pembangunan Jembatan Kelay…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers