MANAGED BY:
SENIN
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Selasa, 21 Mei 2019 10:47
Bambung Jadi Pengedar Double L, Ditanya Malah Terbahak

Penyelundupan Puluhan Ribu LL Digagalkan

IMBAS MENGANGGUR: Helmi (baju oranye) kembali merasakan dinginnya lantai penjara karena upayanya menyelundupkan puluhan ribu LL. RESTU/KP

PROKAL.CO, SAMARINDA-Helmi (34) alias Imi masuk golongan pengedar narkoba kelas kakap. Jumlah narkoba yang dia edarkan tergolong besar. Seperti ketika dia diringkus oleh kepolisian di kompleks Pasar Kedondong, Karang Asam Ilir, Sungai Kunjang, akhir pekan lalu. Dia ditangkap ketika membawa 20 bungkus besar berisi tablet LL. Rencananya hendak dia edarkan di kawasan Mahakam Ulu (Mahulu).

Saat menghadiri pengungkapan kasusnya ke awak media kemarin, Helmi tampak santai. Bahkan dia bisa sembari tersenyum dan terbahak ketika menjawab pertanyaan pewarta. “Memang seharusnya saya jalani hukuman ini,” ungkapnya.

Mahulu jadi destinasinya karena di sana masih minim “pesaing”. Karena itu, dia yakin dagangannya bisa laku keras di sana. Ini bukan kali pertama dia ditangkap karena bisnis pengedaran LL. Medio 2016, pria berstatus duda beranak satu itu pernah dibekuk. “Makanya dia paham sekali dengan peredarannya,” balas Kaur Bin Ops Satresnarkoba Polresta Samarinda Iptu Suji Hariyanto.

Dua bulan menganggur alias jadi bambungan jadi alasan pria yang bermukim di sekitar Pasar Kedondong itu kembali menekuni bisnis haram tersebut. “Mau bagaimana lagi, lagi butuh uang juga,” ungkapnya. Dia tak jual eceran, seperti yang beberapa kali diungkap kepolisian. Sebungkus besar dijual Rp 1 juta. Setiap bungkus berisi seribu butir. Dari 20 paket besar yang disita, polisi menyita 20 ribu butir.

Dalam Pasal 196 UU No 36/2009 tentang Kesehatan menyebutkan, setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan persediaan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar,  atau persyaratan keamanan, khasiat atau manfaat, serta mutu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 98 Ayat 2 dan 3, bisa dikenai pidana penjara paling lama 10 tahun.

Dijelaskan Suji, LL bisa menyebabkan ketergantungan. Pengguna kecanduan karena efek sampingnya. “Penggunaan dalam jangka panjang bakal merusak organ tubuh bagian luar dan dalam, karena zat kimia dari obat itu,” sambung perwira polisi balok dua tersebut.

Obat itu bisa menghilangkan kesadaran jika konsumsi dalam dosis yang berlebihan. Sehingga pasien bisa menjadi tidak sadar diri dan tidak dapat mengontrol perbuatannya, bahkan mungkin lebih parahnya lagi yaitu overdosis.

Efek lain yang bisa dirasakan penyalah guna, yakni napas terasa berat, dehidrasi, berhalusinasi, mudah kaget, sempoyongan, emosi, bola mata selalu bergerak, dan beberapa dampak lain.

“Setiap pengguna merasakan efek berbeda, bergantung kerentanan masing-masing pengonsumsi obat itu,” tegas Suji. Selain itu, LL banyak memengaruhi mental daripada fisik. “Kalau terus dilanjutkan penggunaannya dengan dosis lebih, kejadian fatal seperti radang usus, penyakit liver, kerusakan otak, dan kerusakan organ-organ,” pungkasnya. (*/dra/ndy/k16)


BACA JUGA

Senin, 23 September 2019 11:38

RAMPOK KEJAM..!! Terjadi di Jalan Poros Samarinda-Bontang, Korban Dipukuli dan Diikat

SAMARINDA–Sungguh nahas nasib Eko Susanto. Sabtu (21/9) sekira pukul 22.00…

Senin, 23 September 2019 11:03

Partai NasDem Buka Pendaftaran Bakal Calon Kepala Daerah

SAMARINDA- Partai NasDem Provinsi Kalimantan Timur turut meramaikan ajang pesta…

Senin, 23 September 2019 08:47

Tantangan Jadi Daya Tarik

 Mengayuh Harapan menggantung di tembok Pameran Besar Seni Rupa di…

Senin, 23 September 2019 08:46

Harus Diakui, Sebaran SMP Belum Merata

SAMARINDA–Jumlah lulusan siswa SD untuk dua tahun ke depan sudah…

Jumat, 20 September 2019 19:26

Mobil Bawa Sabu 1 Kg Nyungsep Setelah Kejar-Kejaran dengan Polisi

PROKAL.CO, SAMARINDA - Aksi kejar-kejaran sebuah mobil merk Ayla plat…

Jumat, 20 September 2019 12:09

Aktivitas di SPBU Mendadak Sepi

Bukan hanya sekali, setidaknya dalam waktu dekat ini tiga kali…

Jumat, 20 September 2019 12:07

Tak Ada Toleransi..!! Selama Proses Hukum, Hak-Hak Hakim Kayat Dicabut

SAMARINDA–Integritas pengadil di Kaltim mendapat sorotan tajam selepas Kayat. Hakim…

Jumat, 20 September 2019 12:06

BEDALAH WAL...!! Di Perumahan Ini Punya Penampungan Air Terpadu, Air Lancar dan Aman

Air bersih yang tidak mengalir di beberapa daerah, tak membuat…

Jumat, 20 September 2019 12:04

Tiga Kali Mulus Beraksi, Dua Pelaku Curanmor Diciduk Polisi

SAMARINDA–Dua pelaku curanmor, Akbar Abdullah (36) dan Alfian (35), dibekuk…

Jumat, 20 September 2019 11:14

Dijerat Pasal Suap dan Gratifikasi

JAKARTA– Imam Nahrawi harus bersiap dengan jeratan pasal berlapis. Komisi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*