MANAGED BY:
MINGGU
22 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Senin, 20 Mei 2019 16:24
Dugaan Pemalsuan, Tergiur Aset Rp 50 M

Dugaan Pemalsuan dan TPPU PT OMP

BEROPERASI: Masalah internal yang mengemuka tak lepas dari aset perusahaan mencapai lebih Rp 50 miliar.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN- Perkara dugaan pemalsuan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan terdakwa Jovinus Kusumadi alias Awi yang dilaporkan Gino Sakiris masih bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan. Keduanya merupakan pemilik saham PT Oceans Multi Power (OMP) Tiger Ready Mix yang bergerak di bidang penyediaan semen. Masalah internal yang mengemuka tak lepas dari aset perusahaan mencapai lebih Rp 50 miliar.

Ditengarai ada upaya menguasai perusahaan yang beralamat di Jalan AW Sjahranie, RT 5, Nomor 45, Balikpapan Utara itu. Motifnya disebut-sebut mencari kesalahan. Pabrik yang berdiri di lahan seluas 1 hektare itu memiliki sederet aset. Seperti enam truk, gudang, kantor, timbangan, laboratorium dan peralatan pendukung Ready Mix. Setelah kedua pemilik sahamnya sedang berproses perkara, operasional perusahaan tetap berjalan. Selain itu, karena ada dua pemilik saham, karyawan ada pula yang di-PHK.

“Kalau karyawan Pak Awi, sudah diberhentikan semua,” ujar Wiliam (48) salah satu karyawan kepada Kaltim Post. Sementara yang menjadi anak buah Gino Sakiris, masih bekerja. Adapun susunan anggota direksi dan komisaris PT OMP terdiri dari terdakwa Jovinus Kusumadi sebagai direktur dan Gino Sakaris selaku komisaris. Sampai persidangan ke-10, belum ada bukti terungkap di PN Balikpapan yang diketuai majelis hakim I Ketut Mahardika itu. Jovinus dan Gino awalnya rekan kerja.

Bahkan sudah dekat laiknya keluarga. Keduanya masing-masing memiliki 101 lembar saham senilai Rp 101 juta. Pada 18 Mei 2015 ada peningkatan modal dasar perseroan dari Rp 400 juta menjadi Rp 10,2 miliar. Masing-masing pemegang saham memiliki 5.100 lembar saham senilai Rp 5,1 miliar. Pengakuan Gino, dia mentransfer uang secara berturut-turut mulai dari 2014 sampai 2016 dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp 28.920.250.000 dan tak dibagi keuntungan.

Kesaksian diduga palsu pada persidangan pekan lalu itu membuat Elza Syarief selaku kuasa hukum Jovinus memberikan sejumlah bukti. Yakni bukti slip setoran duit ke rekening Gino Rp 1.007.000.000. Elza pun mengadukan Gino ke Polda Kaltim Selasa (14/5) dengan tuduhan memberikan keterangan palsu di persidangan. “Kami masih periksa alat bukti dan keterangan saksi,” sebut Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana. Adanya dugaan menguasai perusahaan dengan cara tak sehat itu dibenarkan pula Elza.

 “Ini kan cari-cari kesalahan terus tak dapat membuktikan. Bisa saja ada rekayasa proses hukum sejak dari awal,” tegas Elza.

Hingga lebih tujuh bulan kliennya dilakukan penahanan mulai di Bareskrim Mabes Polri hingga rumah tahanan (rutan). Adapun pada Selasa (21/5) masa penahanan terdakwa habis. “Kami sudah ajukan penangguhan penahanan menjadi tahanan kota,” kata Elza. Lanjut dia, terdakwa selama ini kooperatif menjalani pemeriksaan dari kepolisian hingga persidangan, tak menghilangkan barang bukti dan lainnya. “Bahkan kami yang memberikan bukti baru,” imbuhnya.

Kembali ke persidangan, sebelum memberikan Rp 1.007.000.000 tadi, Gino telah pula menyepakati pengembalian duit investasi. Diketahui, sebelum ada kesepakatan pembelian saham pada Agustus 2017 melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Gino selaku komisaris tak hadir. Dikuasakan Akbar Holik.

Dari hasil RUPS disepakati jika saham Gino dibeli Awi. “Sudah deal dan tanda jadi Rp 6,6 miliar. Kalau ada tanda jadi (DP) artinya Gino tak punya saham lagi. Jadinya utang piutang,” terang Elza. Dari Rp 6,6 miliar, dikembalikan lagi Rp 1,2 miliar. (aim/riz/k15)

 


BACA JUGA

Sabtu, 21 September 2019 11:22

Aktifkan Tangki Air di Rumah

Mengantisipasi musim kemarau seperti sekarang, masyarakat seharusnya jauh-jauh hari bisa…

Sabtu, 21 September 2019 11:22

Air Tandon Menjamur, Harga Mahal Tetap Dibeli

JAM 7 pagi, Rusdi segera memanaskan mesin mobil pikap hitam…

Sabtu, 21 September 2019 11:07

Ancaman Bom di Areal Kilang Diamankan

BALIKPAPAN- PT Pertamina menggelar simulasi keadaan darurat level 1, Jumat…

Jumat, 20 September 2019 10:47

Sembilan Tahun Cuma Dapat Angin PDAM

APA yang dialami warga Gunung Guntur Asri terasa mengecilkan kesusahan…

Jumat, 20 September 2019 10:39

Tahapan Pilwali 2020 Dimulai, KPU Dapat Dana Hibah Rp 53,9 M

BALIKPAPAN – KPU Balikpapan, Kamis (19/9) menandatangani naskah perjanjian hibah…

Jumat, 20 September 2019 10:36

Hari Ini, Jalan Minyak Ditutup 3 Jam, Ada Apa Ya....

BALIKPAPAN– Pertamina Refinery Unit V Balikpapan, Jumat (20/9) akan melaksanakan…

Kamis, 19 September 2019 11:07

Dalam Kelas Pun Pakai Masker

BALIKPAPAN- Mengantisipasi dampak kabut asap yang akhir-akhir ini terasa mengganggu,…

Kamis, 19 September 2019 11:07

Tak Ada PDAM Air Bendali Pun Jadi

DEMI menjamin terpenuhinya kebutuhan akan air bersih, sejumlah pengembang tak…

Kamis, 19 September 2019 10:57

Produksi IPAM Tak Maksimal

Ditargetkan bisa memproduksi air bersih hingga 50 liter per detik,…

Kamis, 19 September 2019 10:54

MAKIN LENGKAP..!! Bangun Kebun Lai di KRB, Pengunjung Bisa Memetik

BALIKPAPAN- Ke depan Kebun Raya Balikpapan (KRB) akan dikembangkan menjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*