MANAGED BY:
KAMIS
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

OLAHRAGA

Senin, 20 Mei 2019 11:41
Mimpi Serigala Bisa Musnah
Kabar hengkangnya Lele--sebutan De Rossi--musim depan mengganggu stabilitas tim yang sedang berjuang finis empat besar. (EPA)

PROKAL.CO, REGIO-EMILIA - Manajemen AS Roma harus membayar mahal keputusan tidak memperpanjang kontrak Daniele De Rossi. Allenatore Claudio Ranieri mengatakan bahwa kabar hengkangnya Lele--sebutan De Rossi--musim depan mengganggu stabilitas tim yang sedang berjuang finis empat besar. Hasil imbang tanpa gol melawan Sassuolo pada giornata ke-37 Serie A kemarin dini hari adalah buktinya.

Ya, kans Giallorossi mengakhiri musim ini di empat besar bakal lenyap jika Atalanta yang ada di tempat keempat bisa menang atas Juventus dini hari tadi. Sebab, jika menang, maka poin Atalanta jadi 68 dan mustahil dikejar Roma yang saat ini punya 63 poin dengan satu giornata tersisa pekan depan.

“Saya paham klub ingin melakukan sesuatu dengan cara mereka (untuk De Rossi, Red). Tapi, tetapi ada pemain yang harus diperlakukan berbeda dari pemain lain dan De Rossi harus ditangani dengan cara khusus,'' ucap Raineri kepada Sky Sport Italia. “Saya ingin ada perayaan luar biasa untuk De Rossi pada hari Minggu di Olimpico (giornata pemungkas melawan Parma 26/5, Red). Dia adalah pemain yang sudah ada di akademi Roma sejak usia 11 tahun dan sangat pantas merasakan semua cinta yang dimiliki tifosi,'' lanjut pelatih yang membawa Leicester City kampiun Premier League 2015-2016 itu.

Tapi, perginya De Rossi adalah puncak dari efek domino blunder manajemen. Yakni, sejak dua musim lalu saat Roma mulai menjual beberapa pemain kunci seperti Mohamed Salah, Antonio Ruediger, dan Leandro Paredes.

Ternyata, kebiasaan buruk manajemen menjual pilar inti berlaku hingga musim ini. Nama-nama seperti Alisson Becker, Radja Nainggolan, dan Kevin Strootman juga tidak luput dari pintu keluar klub. Padahal, mereka bisa memiliki tim yang hebat dengan pemain-pemain tersebut untuk target tinggi.

“Ketika saya tiba (awal Maret 2019 saat menggantikan Eusebio Di Francesco, Red), saya menemukan tim iin benar-benar berjuang pada tingkat psikologis, bukan secara fisik. Dan, itu mempengaruhi pekerjaan saya di sini yang lebih bersifat psikologis karena berusaha mengembalikan lagi kepercayaan diri pemain yang terpuruk," kata pelatih berjuluk The Tinkerman itu. (io)


BACA JUGA

Rabu, 18 September 2019 13:16

PON Papua, 10 Cabor Bakal Dicoret

SAMARINDA – Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2020 sudah di…

Rabu, 18 September 2019 12:57

Kembali ke Pelukan Mantan

FENOMENA kembali memperkuat mantan tim sudah menjadi hal lumrah. Tak…

Rabu, 18 September 2019 12:54

Ternyata Tuhan Tidak Mengirim Orang Baik Itu

SAMA seperti kesebelasan lainnya, Persipura Jayapura sejatinya ingin melakukan pembenahan…

Rabu, 18 September 2019 12:53

Bukan Laga Spesial

JAKARTA - Persija Jakarta akan bersua Bali United dalam laga…

Rabu, 18 September 2019 12:52

Rizky Tetap Membumi

KIPER Mitra Kukar Rizky Darmawan sedang dalam performa menawan. Dia…

Rabu, 18 September 2019 12:51

Waspada Kolektifitas Macan Putih

KEDIRI – Mitra Kukar punya jeda waktu cukup panjang sebelum…

Rabu, 18 September 2019 12:22

Tebus Kegagalan di Tuban

KEDIRI – Partai berat sudah menanti Persiba, Kamis (19/9). Tim peringkat…

Rabu, 18 September 2019 10:32

Energi Ekstra di Balapan Kandang

ALCANIZ - Marc Marquez datang ke Sirkuit Aragon, Alcaniz, Spanyol…

Rabu, 18 September 2019 10:30

Peluang Besar Pertahankan Gelar

GENEVA-Setelah libur seminggu pasca menyajikan persaingan sengit antar para petenis…

Rabu, 18 September 2019 10:28
Shakhtar Donetsk vs Manchester City

Solusi Dari Pemain Serbabisa

KHARKIV – Fernandinho baru bermain 53 menit dan satu pertandingan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*