MANAGED BY:
MINGGU
22 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Minggu, 19 Mei 2019 23:30
Pemilu Serentak 2019 Selesai, Masyarakat Kaltim Mesti Wujudkan Keamanan
Tokoh masyarakat Kaltim H Yos Soetomo (kanan) dan Hamri Has (Ketua MUI Kaltim)

PROKAL.CO, SAMARINDA - Masyarakat Kalimantan Timur diharapkan turut mewujudkan keamanan bersama usai pelaksanaan Pemilu serentak tahun 2019. Keamanan diperlukan agar Indonesia tidak cenderung menjadi Negara gagal seperti Libya atau Irak yang terseret konflik berkepanjangan.

Tokoh masyarakat Kaltim, Yos Soetomo mengatakan konflik di Irak dan Libya membuat kondisi Negara tersebut terpuruk sedangkan kehidupan masyarakat Indonesia saat ini masih lebih baik dibanding Negara di timur tengah tersebut dan harus terus dijaga.

"Apakah Saddam Husein meninggal dunia menjadikan Irak lebih baik. Kita lihat Libya apa lebih baik. Masyarakat kita Bertuhan, kita minta tolong biar semua Tuhan yang mengatur," kata Yos ditanya situasi menjelang pengumuman KPU RI pada 22 Mei 2019 akan ada isu people power atau protes dari kelompok masyarakat yang turun berdemonstrasi.

Menurut Yos, Indonesia harus didorong menjadi contoh bagi bangsa lain yang mampu menjalankan Negara demokrasi terbesar di dunia. Bukan, malah membuat demokrasi di dalam negeri, gagal.

"Kalau demokrasi kita gagal, akan fatal. Makanya, kita harus siap sebagai bangsa yang punya fisik dan mental merdeka. Yang punya mental bertarung bukan mental permusuhan," kata Yos.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim, KH. Hamri Has mengatakan masyarakat yang tidak menerima hasil Pemilu 2019 dan menemukan pelanggaran harus melaporkannya ke aparat penegak hukum. "Kalau ada ketidakpuasan kan ada jalurnya. Mau kemana yang tidak puas," katanya.

Hamri menghimbau peserta Pemilu 2019 agar mengakui apapun hasilnya. Setiap pertarungan, akan ada pemenang dan ada yang kalah.

"Seperti olahraga tinju, petarung yang sudah babak belur usai pertandingan bisa kembali saling berangkulan," ujarnya.

Pemilu 2019, menurut Hamri Has, untuk mencari pemimpin yang disepakati seluruh masyarakat. Sehingga, bagi yang kalah harus menghormati pemenang.

Pengamat politik, Mohammad Taufik mengatakan hingga Minggu (19/5/2019) sore ini telah selesai Rekapitulasi Nasional hasil penghitungan suara dari 30 Provinsi dan 129 PPLN (Panitia Pemilihan Luar Negeri) untuk Pemilu di Luar Negeri.

"Tinggal Provinsi Sumut, Riau, Maluku, dan Papua, serta 1 PPLN yaitu Kuala lumpur yang akan dibahas malam ini atau dalam beberapa hari ini. Batas akhirnya 22 Mei 2019," jelas Taufik.

Di setiap jenjang, proses rekapitulasi dari bawah sampai tingkat nasional dihadiri oleh Bawaslu dan saksi-saksi (Paslon, Parpol, Calon DPD). Hasil rekapitulasi di setiap jenjang (Form DA1, DB1, DC1, dan DD1) selain ditandatangani semua Komisioner KPU, juga ditandatangani oleh saksi.

Selain itu, semua hasil rekap berjenjang tadi (Form DA1, DB1, DC1, dan DD1) juga dibagikan ke Bawaslu dan saksi-saksi. Oleh karena itu, di setiap jenjang rekapitulasi itu Bawaslu dan saksi-saksi telah memegang bahan yg akan direkapitulasi (dari jenjang di bawahnya).

"Jika ada selisih suara dalam proses rekapitulasi Bawaslu dan saksi-saksi dapat menyampaikan keberatan. Masing-masing pihak tinggal memperlihatkan datanya utk diperiksa secara bersama," ujar Taufik.

Taufik menegaskan adu data tersebut yang resmi diatur dalam Undang Undang Pemilu, dilakukan di forum rekapitulasi secara berjenjang. Di forum itulah akan dibuktikan data siapa yang valid, dan apakah klaim salah satu pihak didukung dengan data-data yang akurat.

"Adu data di luar forum rekapitulasi (dan persidangan MK) tidak akan mempengaruhi proses pemilu sama sekali," ujar Taufik.

Taufik menilai Pemilu serentak 2019 kali ini telah memasuki tahap akhir dengan eskalasi dan dinamika politik cukup tinggi. Bahkan menguat wacana people power yang diserukan oleh tokoh-tokoh pihak yang berkeberatan dgn hasil quick count dan hasil rekapitulasi berjenjang KPU.

"Seluruh para pihak diharapkan menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi, menghargai konstitusi, menciptakan suasana kondusif menjelang dan setelah hasil penetapan pemilu," jelas Taufik.

Semua pihak baik itu partai politik dan masyarakat umum, bersama-sama meningkatkan persatuan dan tidak melakukan provokasi, ancaman kekerasan dan seruan yang mengarah pada tindakan inkonstitusional.

Suasana kondusif pasca Pemiilu ini berlandaskan spirit penegakan hukum pemilu dan menjaga agar proses pemilu berjalan secara konstitusional dan damai.

"Pemilu memiliki mekanisme penegakan hukum dan mekanisme penyelesaian sengketa perselisihan hasil pemilu sebagaimana diatur dalam UUD 45 dan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, baik melalui Bawaslu, DKPP maupun MK," ujar Taufik.

Untuk mendorong terwujudnya rasa aman, Taufik mengatakan, diharapkan Polri dan TNI serta segenap komponen bangsa mampu bekerja optimal menjaga kondusifitas keamanan tahapan pemilu 2019. (mym)


BACA JUGA

Jumat, 20 September 2019 12:09

Aktivitas di SPBU Mendadak Sepi

Bukan hanya sekali, setidaknya dalam waktu dekat ini tiga kali…

Jumat, 20 September 2019 12:07

Tak Ada Toleransi..!! Selama Proses Hukum, Hak-Hak Hakim Kayat Dicabut

SAMARINDA–Integritas pengadil di Kaltim mendapat sorotan tajam selepas Kayat. Hakim…

Jumat, 20 September 2019 12:06

BEDALAH WAL...!! Di Perumahan Ini Punya Penampungan Air Terpadu, Air Lancar dan Aman

Air bersih yang tidak mengalir di beberapa daerah, tak membuat…

Jumat, 20 September 2019 12:04

Tiga Kali Mulus Beraksi, Dua Pelaku Curanmor Diciduk Polisi

SAMARINDA–Dua pelaku curanmor, Akbar Abdullah (36) dan Alfian (35), dibekuk…

Jumat, 20 September 2019 11:14

Dijerat Pasal Suap dan Gratifikasi

JAKARTA– Imam Nahrawi harus bersiap dengan jeratan pasal berlapis. Komisi…

Kamis, 19 September 2019 14:20

Pencanangan HBDI ke 111, Para Istri Dokter Gelar Penyuluhan Stunting di Posyandu Ayu Sempaja

PROKAL.CO, SAMARINDA - Memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke…

Kamis, 19 September 2019 13:17

Polisi Amankan Empat Pengetap

Polisi berkali-kali mengamankan pelaku pengetap BBM. Namun nyatanya, kegiatan tersebut…

Kamis, 19 September 2019 13:16

PDAM Harus Ganti Pipa Sendiri

SAMARINDA–PDAM Tirta Kencana Samarinda terpaksa merugi. Pasalnya, pendalaman drainase di…

Kamis, 19 September 2019 13:14

Kasus Kebakaran Terus Meningkat

SAMARINDA–Kasus kebakaran kerap menjadi momok bagi masyarakat. Penyebabnya dari arus…

Rabu, 18 September 2019 13:36

IPA Bengkuring Terpantau Aman, Tetap Tidak Bisa Bantu Warga Sempaja Selatan

Meski berdekatan, warga Bengkuring dan warga Sempaja Selatan beda nasib.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*