MANAGED BY:
KAMIS
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Minggu, 19 Mei 2019 10:41
Pansel Capim KPK Disorot, Dinilai Hasil Kompromi Elite

Jokowi: Mereka Sangat Kredibel

Joko Widodo

PROKAL.CO, JAKARTA – Komposisi panitia seleksi (pansel) calon pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2019–2023 terus mendapat sorotan. Tim yang terdiri dari sembilan anggota itu dinilai cerminan hasil kompromi dan kepentingan elite yang tidak berpihak pada tujuan besar pemberantasan rasuah di Tanah Air. 

Koalisi masyarakat sipil antikorupsi pun menolak penetapan Pansel Capim KPK yang diteken Presiden Joko Widodo itu. Koalisi itu terdiri dari sejumlah lembaga. Baik nasional maupun daerah. Di antaranya, Indonesia Corruption Watch (ICW), Transparency International Indonesia (TII), YLBHI, Pukat UGM, Malang Corruption Watch (MCW), Sahdar Medan, Banten Bersih, dan MaTA Aceh. 

Koalisi tersebut, menilai Jokowi mestinya mengevaluasi kinerja sejumlah anggota Pansel Capim KPK terdahulu. Mengingat pada periode kepemimpinan KPK hari ini banyak masalah internal yang kian mengkhawatirkan. Salah satunya gejolak internal pegawai di Deputi Penindakan yang berawal dari pelantikan 21 penyidik. 

"Beberapa nama pansel juga memiliki kedekatan dengan Mabes Polri yang memicu kecurigaan adanya kehendak mempertahankan kontrol elite kepolisian atas KPK," kata Koordinator ICW Adnan Topan Husodo mewakili koalisi masyarakat sipil antikorupsi, kemarin (18/5). Hanya, koalisi tidak menyebut siapa saja nama anggota Pansel Capim KPK yang dituding memiliki kedekatan dengan Mabes Polri.

Atas kondisi itu, koalisi menilai Jokowi tidak memiliki imajinasi besar dalam agenda pemberantasan korupsi. Hal itu membuat target meningkatkan Indeks Persepsi Korupsi atau Corruption Perception Index (CPI) Indonesia sulit diharapkan tercapai.

"Jika beberapa anggota pansel memiliki kedekatan khusus dengan berbagai pihak yang selama ini berseberangan dengan KPK, tentu mereka semestinya tidak dipaksakan masuk sebagai anggota pansel," tambah dia.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo membantah sejumlah tanggapan miring terhadap sembilan anggota Pansel Capim KPK 2019–2023 yang telah ditetapkan. Jokowi mengklaim semua nama merupakan tokoh-tokoh yang kredibel dan memiliki kapasitas mumpuni.

"Saya kira pansel (calon pimpinan KPK) figur-figurnya sangat kredibel dan memiliki kapasitas untuk menyeleksi," kata presiden di Pasar Badung, Denpasar, Bali, kemarin (18/5).

Jokowi menambahkan, masyarakat tidak perlu risau. Sebab, meski pansel tersebut memiliki kewenangan menyeleksi, keputusan akhir siapa yang akan menduduki jabatan pimpinan KPK ada di tangan DPR.

"Tapi nanti tahap akhir ada di DPR. Kita hanya menyiapkan panitia seleksinya. Diharapkan yang terpilih nanti betul-betul yang terbaik dan diserahkan ke DPR supaya diseleksi lagi baru keluar," imbuhnya.

Presiden juga mengaku tidak meminta pansel mencari figur tertentu untuk mengisi posisi pimpinan KPK. Jokowi menuturkan, kebutuhan KPK fokusnya masih di pencegahan dan penindakan. "Ngga, enggak, yang penting tekanannya memang saya kira sama di pencegahan, di penindakan ya," katanya. (tyo/far/jpg)

 


BACA JUGA

Rabu, 18 September 2019 14:20

Berjuang Masuk Tim di Periode Baru

BALIKPAPAN-Setelah dibentuk Senin (16/9) lalu, tim Panitia Khusus (Pansus) DPR…

Rabu, 18 September 2019 14:19

Polisi Sudah Tetapkan 9 Tersangka

SAMARINDA–Kabut asap telah menyebar dan menyelimuti langit Kaltim sepekan terakhir.…

Rabu, 18 September 2019 14:15

Bandara Buka, Penerbangan Tutup

DAMPAK kabut asap membuat seluruh penerbangan di Bandara APT Pranoto…

Rabu, 18 September 2019 14:08
OTT Balikpapan Bergulir di Samarinda

Kasus Hakim PN Balikpapan yang Terima Suap Mulai Diadili

SAMARINDA – Operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang menyeret Kayat,…

Rabu, 18 September 2019 14:00

Bunuh Pacar, Kodok Divonis 14 Tahun Penjara

SINGARAJA- Kadek Indra Jaya alias Kodok, 21 akhirnya divonis hukuman…

Rabu, 18 September 2019 13:38
Polemik Revisi UU nomor 30/2002 tentang KPK

Pemberantasan Korupsi Lumpuh, Publik Berancang-Ancang Judicial Review

JAKARTA– Polemik revisi UU nomor 30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi…

Rabu, 18 September 2019 13:10

Gubernur: Ekspor Kaltim Bagus, Pembagian Hasil Harus Lebih Besar Lagi

Neraca perdagangan Kaltim selalu surplus.  Hanya saja, minimnya komoditas hilir…

Rabu, 18 September 2019 13:08

Pulau Balang Mulai Lanjut, Kontruksi Telah Mencapai 65 Persen

BALIKPAPAN—Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Balikpapan segera melakukan pembebasan lahan…

Rabu, 18 September 2019 13:04

Tambang Masih Seksi di Mata Investor

SAMARINDA-Dominasi pertambangan batu bara terhadap struktur investasi baru di Kaltim…

Rabu, 18 September 2019 10:48

Cukai Rokok Naik, Diyakini Perokok Pemula Turun

JAKARTA  – Pemerintah berencana menaikan cukai rokok. Hal ini mendapat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*