MANAGED BY:
KAMIS
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Jumat, 17 Mei 2019 10:14
Kutim Diusulkan Jadi Lokasi Studi Hutan
AGAR HUTAN BERMANFAAT: Kasmidi Bulang mengusulkan Kutim untuk dijadikan tempat studi lapangan oleh Fakultas Kehutanan Unmul.Desi For KP

PROKAL.CO, SANGATTA–Kabupaten Kutai Timur (Kutim) adalah salah satu pilot project dalam proyek Strengthening Forest Area Planning and Management in Kalimantan (Kalfor) di Kaltim. Lantas, kabupaten pemilik bentang alam nan indah itu diusulkan menjadi tempat studi lapangan hutan Kaltim.

Untuk diketahui, proyek Kalfor di Kaltim oleh Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan digawangi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda.

“Bila memungkinkan kita (Kutim) bisa bekerja sama dengan Unmul dalam studi lapangan hutan di Kaltim. Kutim bisa mewakili Kaltim, untuk dijadikan tempat studi lapangan," ungkap Wakil Bupati (Wabup) Kutim Kasmidi Bulang saat mengikuti presentasi hasil studi lapangan untuk baseline proyek Kalfor di Kutim oleh tim Unmul di Ruang Rapat Bappeda Kutim, Selasa (14/5).

Kajiannya, menurut Kasmidi, akan bermanfaat bagi Kutim maupun Unmul. Di Kutim banyak desa yang terdapat kekayaan hutan, sehingga harus dijaga jangan sampai dimasuki perusahaan-perusahaan atau kegiatan-kegiatan yang lain, selain studi lapangan oleh Fakultas Kehutanan Unmul. “Sehingga aneka ragam hayati bisa terjaga, seperti buah-buah langka yang ada di hutan,” ungkap Kasmidi.

Hal yang perlu dihindari, sambung Kasmidi, bila hutan menjadi perkebunan, pasti ada yang hilang. Akan putus mata rantai flora-fauna. Mungkin hewan-hewan yang sangat dilindungi akan ikut punah seiring berubahnya hutan menjadi perkebunan.

Kasmidi juga meminta Kepala Bappeda Kutim Edward untuk menggelar seminar khusus dan mengundang para kepala desa se-Kutim. Kemudian menyampaikan berbagai potensi alam di desa masing-masing.

“Sampaikan apa saja potensi yang perlu kita jaga di tiap desa, tidak usah diskusi. Cukup mengumpulkan data, setelah itu Bappeda yang akan mengelola. Lalu inventarisasi terkait hutan yang harus dijaga, karena sampai hari ini kita belum punya data yang akurat,” sebutnya. (mon/kri/k8) 

 


BACA JUGA

Rabu, 18 September 2019 13:29

Asap Semakin Pekat, ISPA Meningkat

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum hilang.…

Rabu, 18 September 2019 13:28

Berau Kebagian Asap Kiriman

TANJUNG REDEB-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diperkirakan masih terus terjadi.…

Rabu, 18 September 2019 13:27

Harumkan Bangsa Lewat Pramuka

Beberapa putri berprestasi mengharumkan nama Kutai Timur (Kutim). Dalam peringatan…

Rabu, 18 September 2019 13:23

Tiga Tersangka Pemukulan di Acara Belimbur Langsung Ditahan

Polres Kukar menetapkan tiga tersangka dalam kasus pengeroyokan saat belimbur…

Rabu, 18 September 2019 13:23

26 Poket Sabu Diamankan di Muara Jawa

TENGGARONG–Operasi pengungkapan kasus narkoba di Kecamatan Muara Jawa terus berlanjut.…

Rabu, 18 September 2019 13:22

Sebulan, Ratusan Warga Menderita ISPA

SENDAWAR–Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi ancaman nyata dari kabut…

Rabu, 18 September 2019 13:21

Jatah Sekolah Kedinasan Perhubungan Tidak Terpenuhi Maksimal

TANA PASER – Kerjasama Pemkab Paser dengan salah satu perguruan…

Rabu, 18 September 2019 13:20

Penanganan Karhutla, Polres Kirim 100 Personel untuk 10 Polsek

TANA PASER – Semakin besarnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)…

Rabu, 18 September 2019 13:19

Awas Sertifikat Vaksinasi Palsu

TANA PASER - Bagi warga Kabupaten Paser yang ingin bepergian…

Selasa, 17 September 2019 17:23

Bikin "Cedera" Adat Belimbur, Polisi Amankan Empat Orang

Tindakan tak terpuji saat belimbur dua hari lalu di Tenggarong,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*