MANAGED BY:
KAMIS
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Jumat, 17 Mei 2019 10:12
Korban Hilang Diduga Kuat Dimangsa Buaya

Paranormal Sebut korban Masih Di Alam Gelap

BANYAK BUAYA: Kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Tabru yang disebut-sebut banyak dihuni buaya. Di kawasan inilah Ardun, warga Desa Tabru Paser Damai RT 1 Kecamatan Batu Engau, Paser menghilang sejak Rabu (8/5) lalu. Tampak kerabat korban yang aktif melihat dari dekat upaya pencarian yang dilakukan tim gabungan. (HIDSON/KP)

PROKAL.CO, TANA PASER- Ardun (40), warga Desa Tabru Paser Damai RT 1 Kecamatan Batu Engau, Paser yang hilang sejak Rabu (8/5) diduga kuat jadi korban keganasan buaya yang diakui cukup banyak berkeliaran di kawasan  Daerah Aliran Sungai (DAS) Tabru Kecamatan Batu Engau.

Dugaan korban jadi mangsa buaya semakin kuat setelah ditemukan bukti di lokasi, yaitu adanya bekas telapak dan jari tangan yang mencakar ke lumpur.  Selain bekas telapak tangan yang mencakar di lumpur, di kitar lokasi juga ditemukan jala, alat tangkap ikan milik  korban.

“Warga dan tetangga sempat melakukan pencarian di darat dan di sungai hingga  pukul 21.45 Wita. Dalam pencarian itu, keluarha korban sempat menemukan bekas telapak tangan yang mencakar ke lumpur.  Tidak jauh dari lokasi tapak tersebut juga diketemukan jala, alat tangkap ikan milik  korban,” ungkap salah seorang  warga Desa Tabru.

 Tidak hanya itu, beberapa paranormal yang ikut membantu melakukan pencarian  menyebutkan, bahwa usaha pencarian tidak akan berhasil, karena saat ini  korban belum terjamah karena masih  berada di alam yang kondisinya masih gelap gulita.

 "Melalui penglihatan mata batin beberapa paranormal menyebutkan, bahwa Ardun masih belum terjangka karena masih berada di alam gaib, yakni masih berada di perut buaya,”  beber salah seorang tokoh warga Desa Tabru.

Bagi warga Desa Tabru, termasuk warga dari luar desa yang sering datang untuk memancing udang  di di kawasan  Daerah Aliran Sungai (DAS) Tabru Kecamatan Batu Engau, keberadaan  buaya sudah tidak asing bagi mereka.

Buaya berukuran 4 sampai 6 meter sering terlihat warga ketika sedang mancing udang  di sepanjang DAS Tabru hingga aliran sungai sekitar areal perkebunan PT Sena Bangun Daerah S2 Divisi A3.

“Sekitar 2 bulan lalu, kami sempat datang ke lokasi tersebut untuk mancing udang. Namun niat itu terpaksa kami urungkan, karena pada waktu itu kami sempat melihat seekor buaya dengan ukuran sekitar 5 sampai 6 meter muncul  tak jauh dari lokasi perahu yang kami tumpangi,” ungkap Wawan, warga Jalan Noto Sunardi mengisahkan pengalamannya mancing udang di Desa Tabru.

Kalimat senada juga disampaikan Jerry, warga HOS Cokroaminoto Tanah Grogot. Jerry yang tergabung dalam komunitas mancong udang ini mengaku sudah terbiasa dan akrab dengan buaya yang sering muncul di sekitar perahu mereka saat sedang mancing udang di kawasan DAS Tabru, Kecamatan Batu Engau.

"Bukan rahasia umum lagi bagi para pemancing udang yang pernah turun ke Desa Tabru,  rata-rata pasti pernah melihat buaya berukuran besar, baik sedang terdampar di darat maupun sedang mengapung di atas air. Bahkan, hampir setiap kami turun mancing di Desa Tabru selalu melihat ada buaya,” beber Jerry.

Seperti diberikan, pencarian Ardun (40), warga Desa Tabru Paser Damai RT 1 Kecamatan Batu Engau, Paser yang hilang sejak Rabu (8/5) terpaksa dihentikan, setelah selama seminggu upaya pencarian yang melibatkan tim gabungan dari Polsek Batu Engau, Koramil Batu Engau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Paser serta didukung relawan dan warga desa, termasuk kerabat korban gagal menemukan korban.

“Selama berhari-hari pencarian dilakukan dengan melibatkan tim gabungan menggunakan 2 perahu fiber plus mesinserta 8 perahu ketinting milik warga dengan menyisir  aliran sungai sekitar areal perkebunan PT Sena Bangun Daerah S2 Divisi A3. Namun, sampai hari ini belum juga ada tanda-tanda bakal menemukan korban, sehingga pencarian terpaksa dihentikan,” ungkap salah seorang pegawai BPBD Paser saat dihubungi via telepon selular  di lokasi pencarian, Rabu (15/5). (hh)

 


BACA JUGA

Rabu, 18 September 2019 13:29

Asap Semakin Pekat, ISPA Meningkat

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum hilang.…

Rabu, 18 September 2019 13:28

Berau Kebagian Asap Kiriman

TANJUNG REDEB-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diperkirakan masih terus terjadi.…

Rabu, 18 September 2019 13:27

Harumkan Bangsa Lewat Pramuka

Beberapa putri berprestasi mengharumkan nama Kutai Timur (Kutim). Dalam peringatan…

Rabu, 18 September 2019 13:23

Tiga Tersangka Pemukulan di Acara Belimbur Langsung Ditahan

Polres Kukar menetapkan tiga tersangka dalam kasus pengeroyokan saat belimbur…

Rabu, 18 September 2019 13:23

26 Poket Sabu Diamankan di Muara Jawa

TENGGARONG–Operasi pengungkapan kasus narkoba di Kecamatan Muara Jawa terus berlanjut.…

Rabu, 18 September 2019 13:22

Sebulan, Ratusan Warga Menderita ISPA

SENDAWAR–Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi ancaman nyata dari kabut…

Rabu, 18 September 2019 13:21

Jatah Sekolah Kedinasan Perhubungan Tidak Terpenuhi Maksimal

TANA PASER – Kerjasama Pemkab Paser dengan salah satu perguruan…

Rabu, 18 September 2019 13:20

Penanganan Karhutla, Polres Kirim 100 Personel untuk 10 Polsek

TANA PASER – Semakin besarnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)…

Rabu, 18 September 2019 13:19

Awas Sertifikat Vaksinasi Palsu

TANA PASER - Bagi warga Kabupaten Paser yang ingin bepergian…

Selasa, 17 September 2019 17:23

Bikin "Cedera" Adat Belimbur, Polisi Amankan Empat Orang

Tindakan tak terpuji saat belimbur dua hari lalu di Tenggarong,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*