MANAGED BY:
SENIN
26 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Kamis, 16 Mei 2019 15:49
Dahsyatnya Pengaruh Perkataan
Afriani

PROKAL.CO, Oleh: Afriani Nur Fitri

Masyarakat Kutai Timur

 

HAI sobat cantikku. Saya mau nanya deh ke kalian, pernah enggak sih bertanya ke orang-orang yang kulit wajahnya berjerawat? Semacam “eh, muka kamu kenapa?“ atau “kok sekarang jerawatan?“ atau mungkin “kenapa mukanya enggak mulus kayak dulu, pakai sembarangan ya?”

One you have to know, setiap orang punya tipe kulit yang berbeda. Ada yang normal, normal to oily, normal to dry, dan bahkan kering. Jadi, please stop to say “aku enggak pernah jerawatan tuh“ atau “aku jerawatan tapi enggak separah kamu“.

Itu adalah sebagian kecil dari kata-kata yang pernah saya dengar dalam hidup saya. Ya benar banget emang, You can never please the society! Tapi tetap saja tak semudah itu. Kalian tetap harus sadar jika pertanyaan semacam itu yang menurut kalian simple atau bahkan hanya sekadar bercandaan ini bisa menjadi sesuatu yang luar biasa bagi teman dengan tipe wajah yang sensitive dan berjerawat.

Perempuan mana sih yang tidak mengidam-idamkan kulit wajah yang putih, mulus, merona tanpa jerawat kawan. Saya rasa semua perempuan menginginkan kulit seperti itu. Belum lagi iklan-iklan yang ada di media massa selalu mengklaim bahwa perempuan cantik adalah yang seperti itu. Padahal pada kenyataan tak semua orang bahkan mungkin tidak ada yang mempunyai kulit sesempurna itu.

Banyak sekali sobat cantikku yang harus mengalami kondisi wajah yang berminyak dan berjerawat. Sobat, perkataan kita baik atau buruk punya dampak yang besar bagi pendengarnya. Kata-kata jahat dapat mengakibatkan perselisihan dan menghancurkan hubungan baik. Apalagi untuk seorang remaja. Pertanyaan semacam itu akan sangat memengaruhi psikologis mereka.

Jerawat sangat memengaruhi perasaan remaja tentang diri mereka sendiri sehingga akan dengan mudah mereka merasa depresi, cemas, bahkan anti sosial. Jerawat sangat terlihat jelas di wajah dan itu adalah hal pertama yang akan dilihat oleh orang. Itu adalah alasan mengapa remaja selalu stres dengan jerawat yang ada di wajahnya.

Belum lagi ditambah pertanyaan atau perkataan orang yang membuat mereka semakin merasa tidak nyaman dengan keberadaan jerawat itu. Menurut sebuah penelitian jerawat adalah salah satu penyakit paling melemahkan. Jerawat bukan pembunuh, tetapi bisa melukai secara psikologis loh sobat.

Efek psikologis yang dirasakan bukan hanya sekadar merasa tidak percaya diri tetapi bisa sampai depresi dan marah karena memikirkan perkataan orang tentang dirinya. Ia akan marah kepada dirinya sendiri dan orang di sekitarnya.

Pandangan individu tentang dirinya ini dipengaruhi oleh bagaimana budaya sekitarnya dan individu itu sendiri menilai wajah mereka. Karena kecemasan yang tinggi yang mungkin datang dari perkataan orang lain menyebabkan para remaja merasa bahwa selalu ada yang kurang pada dirinya. Kekurangan tersebut hanyalah pada bayangan mereka karena pada dasarnya individu tersebut mengalami kekacauan pikiran.

Istilah ini sering disebut dengan distorsi kognitif. Dengan kalian tidak menegur kondisi wajah mereka saja mereka sudah pasti merasa stres apalagi jika ditambah dengan pertanyaan kalian itu sobat.

Sobat, yuk mulai hari ini kita belajar selalu menebarkan kata-kata yang positif, menguatkan, membangun, dan menyehatkan orang lain sehingga hubungan kita dengan siapa saja akan menyenangkan dan perkataan kita tidak membuat orang sakit hati lagi.

Dengan begitu pula kita dapat membantu orang lain agar tetap memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Sebagai perempuan kita harus berhenti untuk hanya fokus pada penampilan fisik. Karena cantik bukan dilihat dari jerawatmu sobat. Setiap perempuan itu unik dengan gaya penampilannya, kekurangan dan kelebihan mereka masing-masing. (ndu/k18)


BACA JUGA

Jumat, 16 Agustus 2019 10:27

Iduladha dan Kemerdekaan

Oleh: Bambang Iswanto Dosen IAIN Samarinda Jarak antara Iduladha dengan…

Selasa, 13 Agustus 2019 13:08

(Wajib) Kabinet Antikorupsi

Adam Setiawan, SH Mahasiswa Program Magister Ilmu Hukum Universitas Islam…

Senin, 12 Agustus 2019 13:38

TMMD Wujud Nyata Kedekatan TNI-Rakyat

Oleh : Kapendam VI/Mulawarman Kolonel Kav Dino Martino   KEGIATAN…

Jumat, 09 Agustus 2019 10:38

Haji dan Semangat Kemerdekaan

Oleh: Bambang Iswanto Dosen IAIN Samarinda Belanda, ketika menjajah Indonesia,…

Selasa, 06 Agustus 2019 10:03

Mengambil Hikmah dari Peristiwa Ikan Asin dan Garuda

Oleh: Danang Agung Wakil Ketua KAHMI Balikpapan   Ada yang…

Selasa, 06 Agustus 2019 10:02

Jasa Pendidikan terhadap PDRB Mahakam Ulu

Oleh: Didit Puji Hariyanto, SST Staf Integrasi Pengolahan dan Diseminasi…

Selasa, 06 Agustus 2019 10:01

Keutamaan Puasa Arafah

Oleh: Sri Ayu Rayhaniah Dosen Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah,…

Jumat, 02 Agustus 2019 10:52

Ketika Lahan Ibadah si Kaya “Direbut” si Miskin

Oleh: Bambang Iswanto (Dosen IAIN Samarinda) Orang kaya berkurban, sudah…

Jumat, 02 Agustus 2019 10:47

Reedukasi Pemahaman Agama

Sugeng Susilo, S.H Staf Biro Hukum Sekretariat Provinsi Kaltara  …

Jumat, 26 Juli 2019 21:27

Orangtua Beracun

Bambang Iswanto*   TANGGAL 23 Juli merupakan Hari Anak Nasional.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*