MANAGED BY:
KAMIS
22 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MANCANEGARA

Rabu, 15 Mei 2019 14:14
Ketegangan Sri Lanka setelah Bom Paskah
Masih Tegang, 1 Orang Tewas
Warga Chilaw melakukan demo.

PROKAL.CO, KOLOMBO – ’’Terapi’’ yang diberikan pemerintah Sri Lanka untuk meredakan ketegangan sosial tak lagi manjur. Tensi di beberapa daerah sudah memuncak dan merenggut korban jiwa pertama. Otoritas pun berjanji lebih tegas setelah dikritik terlalu lembut menangani konflik sosial setelah serangan bom Paskah.

Kericuhan pada Senin (13/5) menjadi bukti kuat bahwa pemerintah tak bisa mendinginkan hati warga. Saat konflik pecah pada di Kota Chilaw sehari sebelumnya, polisi menetapkan jam malam. Aplikasi media sosial seperti Facebook, Instagram, YouTube, dan WhatsApp diblokir.

Namun, massa kembali terbentuk sejak Senin pagi lalu. Setidaknya lima kota di Provinsi Barat Laut menjadi panggung para oknum yang ingin ’’balas dendam’’ atas kematian 258 orang akibat serangan National Tawheed Jamaath pada 21 April silam. Di Kota Minuwangoda, hotel dan masjid rusak dilempari batu dan dipukuli tongkat kayu. ’’Beberapa toko (milik muslim) diserbu massa. Kami harus memberi tembakan peringatan dan menembakkan gas air mata,’’ kata petinggi kepolisian kepada Agence France-Presse (AFP).

Aparat bergerak cepat. Mereka kembali memberlakukan jam malam untuk seluruh pulau. Namun, penduduk tak menggubris. Mengandalkan jumlah yang melebihi petugas, massa terus merusak dan membakar berbagai lokasi.

Di Distrik Puttalam, kericuhan mencapai level baru. Salah satu kelompok masyarakat menyerang sebuah bengkel mebel. Mereka mengambil perkakas di bengkel tersebut dan menyabet salah seorang muslim di sana. Pria 45 tahun itu sempat dibawa ke rumah sakit. Sayangnya, dia tak bisa bertahan. ’’Ini adalah korban jiwa pertama dalam kericuhan (setelah bom Paskah, Red),’’ ujar jubir kepolisian Ruwan Gunasekera.

Politisi maupun kaum muslim geram dengan eskalasi konflik sosial beberapa hari terakhir. Aparat yang berjaga dengan senjata laras panjang ternyata tak bisa menakuti massa. Petugas di lapangan malah seperti takut dengan ribuan orang yang mengamuk.

’’Di luar, polisi dan tentara berjaga. Namun, mereka juga tak membantu memadamkan api. Mereka membiarkan tiga pegawai saya terluka saat ingin keluar dari pabrik,’’ ucap Ashraf Jifthty. Pabriknya, Diamond Pasta Private Limited, juga menjadi sasaran kemarahan masyarakat.

Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe menuding ada oknum yang memanfaatkan keresahan masyarakat untuk memancing keributan. Menurut laporan, sebagian besar keributan dimulai geng sepeda motor.

Pengamat politik Victor Ivan mencurigai kericuhan tersebut sebagai gerakan politis. Dia percaya oposisi pemerintah ingin memanfaatkan masalah tersebut untuk memperburuk citra pertahana. ’’Sudah ada bukti yang muncul. Salah seorang tokoh oposisi level rendah terbukti menghasut penduduk untuk melakukan kekerasan,’’ tegasnya. Namun, pemerintah Sri Lanka tak berbuat banyak. Mereka tetap memblokir aplikasi media sosial. Kali ini ditambah Twitter.

Berantas Ujaran Kebencian

Sementara itu, sepuluh ribu kilometer dari Sri Lanka, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guteres ikut meneriakkan dorongan agar masyarakat tak mudah terpancing emosi. Menurut dia, kebencian yang tersimpan di dunia maya bisa dimanfaatkan kapan saja untuk menghasut masyarakat melakukan kejahatan.

’’Ujaran kebencian di dunia maya menyebar layaknya api di hutan. Kita harus segera memadamkan ’api’ itu,’’ tuturnya saat mengunjungi korban serangan Christchurch, Selandia Baru.

Dia sudah menugasi Adama Dieng, orang kepercayaan PBB, untuk membuat penangkal ekstremisme online. Jadi, masyarakat global bisa terhindar dari pengaruh konten buruk. ’’Kami akan mengumpulkan tim untuk mempercepat respons terhadap ujaran kebencian,’’ tegasnya. (bil/c14/dos)


BACA JUGA

Rabu, 21 Agustus 2019 13:40

Balada Evelyn Hernandez yang Lolos dari Vonis 40 Tahun Penjara

Evelyn Hernandez bernapas lega. Dia dinyatakan bebas dan tak bersalah…

Rabu, 21 Agustus 2019 12:03

Seluruh Permintaan Boris Johnson Ditolak

LONDON – Nasib Perdana Menteri Inggris Boris Johnson hampir sama…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:45

Pemerintah Hong Kong Coba Berdamai

Hadiah perdamaian ditawarkan kepada pengunjuk rasa; penyelidikan pelanggaran polisi selama…

Senin, 19 Agustus 2019 11:12

Pesta Pernikahan Berubah Petaka

KABUL–Seharusnya para tamu undangan dan kerabat di Kabul, Afganistan, ini…

Senin, 19 Agustus 2019 09:58

Mencari Solusi Krisis Pengungsi Rohingya

Pekan depan usaha repatriasi warga Rohingya dimulai. Pulang berarti berjudi…

Senin, 19 Agustus 2019 09:56

Rohingya, Entitas yang Dianggap Tak Pernah Ada

"Saya akan menjadi buron atau tidak eksis sama sekali." Kalimat…

Senin, 19 Agustus 2019 09:55

Denuklirisasi Kian Sulit, Jong-un Pantau Peluncuran Rudal

Niat Korea Selatan berbicara dengan tetangganya dinilai sebuah kelancangan. Korea…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:04

Tiongkok Mulai Siagakan Tentara, Kirim Pasukan Dekati Hongkong

HONGKONG– Tiongkok berang. Mereka mengancam tak akan lagi tinggal diam…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:02

Baku Tembak Lukai Enam Polisi

PHILADELPHIA– Warga daerah Nicetown-Tioga, Philadelphia, AS, baru saja melalui drama…

Jumat, 16 Agustus 2019 09:45

YAELLAA...Gali Kuburan Cuma untuk Dapat Seragam

”ISTIRAHAT” Martin Hikuku Alukoye terganggu. Gara-garanya soal seragam. Pria 31…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*