MANAGED BY:
SENIN
26 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Rabu, 15 Mei 2019 13:28
Berhasil Kembali ke Balikpapan Awal 2018, Tak Sadar tengah Berbadan Dua

Kisah Korban Penculikan Anak di Bawah Umur (2)

Setelah menikah, dia tinggal bersama keluarga lelaki. Serumah dengan mertua dan saudara. NI sempat merasakan tinggal serumah dengan suaminya selama tiga bulan.

PROKAL.CO, NI tak menyangka dikelabui mama angkatnya. Hingga akhirnya dia dipersunting seorang pendeta.

 

KEPERGIAN NI dua tahun silam jelas membuat keluarga pusing bukan kepalang. Si anak bungsu itu tak juga memberi kabar selama hitungan bulanan. Atas dasar itu, pihak keluarga melaporkan kasus penculikan terhadap NI ke kepolisian. Sejak awal, kecurigaan keluarga mengarah kepada satu orang. Di balik hilangnya NI, ada andil sang mama angkat yang bernama Sri.

Ditemui Kaltim Post, NI bercerita, tidak merasa janggal dengan rayuan Sri yang memintanya ditemani ke Medan, Sumatra Utara. Apalagi sosok mama angkatnya ini sudah dia kenal lama. Bahkan saat NI masih berusia sekitar 5 tahun. Keduanya bisa dekat karena sering berada di Pasar Sepinggan. Ibu kandung NI dan Sri sama-sama pedagang di pasar tersebut. Tak jarang, NI datang ke pasar dan akhirnya akrab dengan pedagang lainnya termasuk Sri.

NI bercerita, hubungan mereka memang dekat. Bahkan Sri dan almarhum suaminya sudah menganggap NI seperti anak kandung. Sebab, pasangan ini tidak memiliki keturunan. Bukan hal yang asing jika NI bepergian bersama keluarga Sri. “Sosok mama angkat ini baik saja. Tidak pernah buat jahat. Tapi mulai berbeda semenjak suaminya meninggal. Semua harta di sini dia jual dan katanya mau pindah,” ucapnya.

Sri ingin menikah lagi dengan sosok yang dia kenal lewat jejaring media sosial. Pria yang membuat Sri nekat berangkat menyusul ke Medan. Perempuan berusia 55 tahun ini turut mengajak NI meninggalkan Kota Minyak. Alasannya ingin mengobati penyakit kanker payudara. Berdasarkan penuturan Sri kepada NI, pria yang dia kenal sebagai pendeta itu bisa mengobati penyakitnya. Tidak main-main, seluruh harta seperti toko sudah dia jual.

“Saya diajak katanya hanya pergi sementara, nanti kembali lagi. Karena merasa sudah kenal baik, nurut saja,” imbuhnya. Sayangnya dari kepercayaan itu, NI yang masih berusia dini, tidak memahami situasi, justru harus merasakan kekecewaan.

Setelah menemani mama angkatnya sekitar tiga bulan, Sri justru meninggalkannya sendiri. Ibarat kehilangan induk, NI bingung karena berada sebatang kara di kampung orang. Hanya satu orang yang dia kenal, yakni si tokoh agama itu. Berdasarkan kabar yang beredar, NI sengaja ditinggalkan dan dijual oleh Sri kepada pendeta yang hendak menikahinya ini. Lelaki tersebut memberikan sejumlah uang kepada mama angkat NI.

“Setelah ditinggal, saya dibawa ke rumah lelaki itu bertemu dengan orangtuanya. Diajak ke rumah itu, saya mau saja. Daripada bingung harus bagaimana lagi sendirian,” tuturnya polos.

Sejak Oktober 2017, NI mulai tinggal bersama keluarga tokoh agama itu yang berada di Desa Amplas, Kecamatan Medan Amplas. NI menuturkan, dia tidak bisa mengontak keluarga di Balikpapan. Tidak ada kesempatan memegang alat komunikasi. Hingga akhirnya NI harus rela dinikahi pria yang mengaku sudah menyukainya sejak awal bertemu. Pria yang menjadi sosok suaminya ini terpaut usia yang sangat jauh. Kelahiran 1977. Tokoh agama tersebut melakukan pemalsuan usia alias curi umur agar bisa melangsungkan pernikahan dengan NI yang masih duduk di bangku kelas V SD. 

Bahkan sang tokoh agama juga memaksa remaja ini untuk pindah agama. “Saya Islam disuruh masuk Kristen. Dari usia 12 tahun dipalsukan menjadi 17 tahun,” jelasnya. Mereka melangsungkan pernikahan di sebuah gereja. Namun, NI tidak bisa memastikan pernikahan tersebut sudah resmi terdaftar negara atau tidak. Dia tidak paham situasi kala itu. NI pasrah dan bingung, hanya bisa menuruti keinginan si tokoh agama.

Setelah menikah, dia tinggal bersama keluarga lelaki. Serumah dengan mertua dan saudara. NI sempat merasakan tinggal serumah dengan suaminya selama tiga bulan.

Tepat Desember 2017, NI berhasil menghubungi salah seorang temannya di Balikpapan. Hingga keberadaan remaja ini mulai terdeteksi diketahui keluarga. Kemudian berhasil kembali ke Balikpapan, awal 2018. Tanpa NI sadari dia tengah berbadan dua. (gel/riz/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 24 Agustus 2019 12:02

100 Personel Brimob Dikerahkan ke Papua

BALIKPAPAN- Ada 100 personel Satuan Brimob Kaltim telah tiba di…

Sabtu, 24 Agustus 2019 12:01

Benahi Pola Asuh Keluarga, Hasilkan Generasi Emas

Pola asuh berperan sangat penting dalam tumbuh kembang seseorang. Karena…

Sabtu, 24 Agustus 2019 12:00

Benahi Pola Asuh Keluarga, Hasilkan Generasi Emas

Pola asuh berperan sangat penting dalam tumbuh kembang seseorang. Karena…

Sabtu, 24 Agustus 2019 11:58

Operasi Patuh 14 Hari, Tekan Kecelakaan dan Pelanggaran Lalu Lintas

Terhitung dua pekan, yakni 29 Agustus hingga 12 September Ditlantas…

Sabtu, 24 Agustus 2019 11:57

Terdakwa Dugaan Korupsi Rumah Potong Unggas Tunggu Jadwal Sidang

BALIKPAPAN – Berkas Rusdiana, tersangka dugaan tindak pidana korupsi pengadaan…

Jumat, 23 Agustus 2019 11:05

Cegah Stunting, Akhir Pekan DKK Jemput Bola

Tak melulu menunggu di posyandu atau puskesmas, akhir pekan (25/8),…

Jumat, 23 Agustus 2019 11:03

45 Tembakan Meriam di Amborawang

BALIKPAPAN—Suara ledakan dari ujung laras meriam howitzer 105 mm terdengar…

Jumat, 23 Agustus 2019 11:02

Tekan Kecelakaan dan Pelanggaran

BALIKPAPAN- Guna menyukseskan Operasi Kepolisian Terpusat, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas)…

Jumat, 23 Agustus 2019 10:29

Kualitas Hidup Masyarakat Balikpapan Meningkat

BALIKPAPAN – Pembangunan manusia di Kota Beriman mengalami percepatan. Ini…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:23

Sistem Zonasi agar Distribusi Guru Merata

BALIKPAPAN-Selama ini sebaran guru di Kaltim dianggap tak merata. Banyak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*