MANAGED BY:
KAMIS
20 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Rabu, 15 Mei 2019 11:34
Menyulap Lahan Kritis Pascatambang (3-Habis)
Tolak Tambang, Pertanian Terpadu Jadi Benteng
SEMANGAT WARGA: Salah satu lokasi pertanian terpadu di RT 24, Kelurahan Sangasanga Dalam, yang merupakan pinjaman dari Pertamina.

PROKAL.CO,

Trauma dengan aktivitas tambang membuat warga RT 24, Kelurahan Sangasanga Dalam, Kecamatan Sangasanga, gencar melakukan kampanye penolakan tambang. Tak melulu dengan unjuk rasa, tapi juga mengembangkan pertanian terpadu.

MUHAMMAD RIFQI, Tenggarong

SEBUAH balai pertemuan yang dibangun kelompok tani Daya Karya Mandiri (DKM) di RT 24, Kelurahan Sangasanga Dalam, seolah menjadi saksi perjuangan membentuk karakter desa yang mandiri. Tak melulu hanya berteriak menolak aktivitas tambang batu bara yang dianggap tak ramah lingkungan.

Namun, warga juga berupaya kreatif dalam menanamkan nilai-nilai kearifan lokal. Balai tersebut berada di atas kawasan lahan Pertamina yang dipinjamkan kepada kelompok tani untuk dijadikan etalase ternak sapi. Di sana juga terdapat sejumlah kolam ikan dan lahan untuk ditanami sayur serta rumput untuk pakan sapi. Aktivitas pertanian tersebut pun saling berkaitan.

Misalnya, keberadaan kotoran sapi dianggap mampu menyuburkan tanah dan menjadi pupuk. Ketua DKM Dasi mengatakan, kampungnya tak hanya menjadi perhatian sejumlah penggiat lingkungan serta peneliti lokal. Tapi juga sejumlah peneliti dari luar negeri. Salah satunya, dari Inggris. Bertahannya masyarakat di tengah konflik aktivitas pertambangan, membuat banyak pihak menaruh perhatian.

Sejumlah pejabat, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, pun sudah berkali-kali datang. Mereka ingin memastikan jika penolakan warga atas aktivitas tambang di kampung tersebut benar-benar dilaksanakan dan sesuai ketentuan.

“Alhamdulillah warga di sini konsisten sekali untuk bertahan menolak aktivitas pertambangan di kampung. Salah satunya dengan mengembangkan pertanian terpadu ini,” terang Dasi.

Warga setempat, menurut dia, berkeinginan dukungan pemerintah serta pihak swasta agar semakin mengembangkan semangat dan motivasi warga tersebut. Termasuk peluang menjadi percontohan atau pilot project, dengan menyulap kampung yang semula bergantung dengan aktivitas tambang menjadi lebih mandiri.

“Kami juga menjadikan kawasan pertanian terpadu ini menjadi benteng untuk menolak aktivitas tambang yang merusak. Karena lubang-lubang tambang di kampung kami sudah menjadi bukti, pihak perusahaan tidak bertanggung jawab setelah melakukan aktivitas tambang,” kata Zainuri, ketua RT 24. (***/kri/k8)

 


BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 11:38

Jual Sarang Burung Curian ke Teman Korban, Ya Ketahuan Lah...

TENGGARONG - Bukannya meraup untung dari hasil pencurian sarang burung…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:37

Menurut Pengamat, Bupati Edi Punya Hak Penuh Menentukan Cabup Disisa Jabatan

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah sudah menentukan dua figur…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:33

WAHAI PEMUDA..!! Ayok Daftar Jadi Prajurit TNI

TANA PASER - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat ( TNI…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:31

Sudah 436 ABK Tiongkok Tiba di Pelabuhan Pondong, KKP Pastikan Semuanya Bebas Corona

TANA PASER - Vitalnya penyebaran virus corona yang berasa dari…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:06

Kapal Terbalik Dihantam Ombak, Sohang Hilang

Seorang warga Kelurahan Muara Kembang bernama Sohang, dilaporkan tenggelam di…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Sabu Dikemas Bersama Ikan Asin

TENGGARONG–Sepandai-pandainya tupai melompat akan jatuh juga. Pepatah tersebut tepat disematkan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Kerajinan Tumpar Makin Berkembang

Dekranasda Kubar mendorong para perajin untuk meningkatkan kualitas produk dengan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:01

Akhir Bulan, DPA Harus Sudah Terkirim

SANGATTA - Batas waktu penyerahan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) pada…

Jumat, 31 Januari 2020 14:00

RS SOHC Sangatta Bantah Adanya Pasien Corona

SANGATTA - Rumah Sakit Medika Sangatta atau lebih dikenal SOHC…

Kamis, 30 Januari 2020 15:05

PDAM Danum Taka Jadi Perumda, Tarif Rumah Ibadah Dapat Subsidi Silang

PENAJAM - Transformasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Danum Taka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers