MANAGED BY:
SENIN
26 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Selasa, 14 Mei 2019 14:27
Melejitnya Harga Tiket Pesawat Tanggung Jawab Pemerintah
Tiket ke Luar Negeri Malah Lebih Murah
TIDAK TEGAS: Harga tiket pesawat belum kunjung turun. Masyarakat masih mengalami hambatan untuk melakukan penerbangan di dalam negeri.

PROKAL.CO, JAKARTA – Nayak Ambrosius Mulait harus kembali membayar uang semester lantaran gagal menjalani ujian tesis. Bukan karena malas, melainkan harga tiket pesawat yang tidak dapat dia jangkau.

Minggu (12/5) kemarin, dia seharusnya ke Jayapura. Dia perlu bertemu dengan ketua KPU Provinsi Papua dan gubernur Papua untuk keperluan tesisnya. Namun, rencana itu harus ditunda karena tidak mampu membayar tiket pesawat. “Saya lihat Batik Air (harganya) Rp 4 jutaan dan Lion Air Rp 3,9 juta,” ungkapnya seperti dikutip dari Jawa Pos.com, Senin (13/5).

Kesialan akibat harga tiket yang melambung itu bukan yang pertama dialami Ambrosius. Natal tahun lalu dia terpaksa tidak pulang ke kampung halamannya, Wamena. Ibunya yang seorang pedagang hasil kebun hanya mengirimi uang Rp 4 juta untuk pulang. Padahal, harga tiket pesawat sudah Rp 12 juta. Itu pun sampai Jayapura.

Untuk bisa ke Wamena, dia harus merogoh kocek Rp 2 juta lagi. “Saya disuruh naik kapal saja. Namun, Jakarta-Jayapura itu satu minggu perjalanan, lama,” kata pria 24 tahun tersebut.

Menurut dia, tiket pesawat yang mahal tidak hanya memengaruhi mobilitas warga. Harga barang di Papua juga terimbas. Dia menceritakan pekan lalu telepon dengan seorang teman di Lanijaya. Temannya ingin mendirikan kios, tapi terhambat harga semen. “Kata teman saya, harga semen sampai Rp 6 juta (per sak, Red),” ungkapnya.

Keluhan terhadap tingginya harga tiket pesawat juga datang dari Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Jawa Timur. Omzet pelaku industri agen perjalanan bahkan turun hingga 50 persen. Bahkan, tidak sedikit konsumen yang membatalkan rencana berlibur dengan moda transportasi pesawat.

Ketua Asita Jatim Arifudinsyah menuturkan, dampak tiket pesawat yang mahal memang sangat luar biasa. “Sepi sekali. Banyak paket tur yang telah direncanakan konsumen batal semua. Tidak dimungkiri elemen tiket itu sangat penting,” ujarnya Minggu (12/5).

Dia mengungkapkan, seluruh rute domestik sepi peminat. Tidak terkecuali rute-rute sibuk seperti Jakarta-Surabaya yang demand-nya menurun. “Jika di-compare, ambang paling rendah untuk tiket pesawat dulu hanya Rp 400 ribu. Tapi, sekarang batas rendahnya sekitar Rp 900 ribuan. Jadi, jangan heran kalau sekarang tiket Surabaya-Jakarta tinggi,” tegasnya.

Arif menyebutkan, harga tiket pesawat ke Papua dari Surabaya juga melonjak signifikan. Dulu hanya di kisaran Rp 5 juta. “Tapi, kini menyentuh angka Rp 18 juta,” ujarnya. Ironisnya, harga tiket pesawat ke luar negeri justru lebih murah jika dibandingkan dengan rute domestik. Dia mencontohkan tiket Padang-Jakarta yang lebih mahal daripada Padang-Kuala Lumpur-Jakarta.

Menurut Arif, perkiraan harga tiket Padang-Jakarta Rp 1,8 juta-Rp 2,8 juta. Sementara itu, harga dari Padang-Kuala Lumpur-Jakarta hanya Rp 800 ribu. “Mindset warga Indonesia sekarang, murahan ke luar negeri. Jadi, penjualan tiket kami sekarang didominasi oleh luar negeri,” katanya.

Negara tujuan yang diminati untuk pelesir masyarakat Jatim adalah kawasan ASEAN. “Growth-nya cukup bagus untuk sales rute tersebut,” terang Arif.

Asosiasi yang beranggota 300 pelaku bisnis travel agent itu berharap pemerintah bisa mengatasi persoalan tingginya harga tiket pesawat. Sebab, dampak yang ditimbulkan sangat besar. “Tiket pesawat berkaitan erat dengan pariwisata. Kalau pemerintah ingin menggenjot industri tersebut, ya semua ini harus diperbaiki.”

Harga tiket pesawat yang masih mahal memang terus menjadi perbincangan. Pemerintah pernah mewacanakan penurunan tarif batas atas (TBA) sebesar 15 persen. Namun, hingga kemarin hal itu belum diputuskan. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi yang ditanya seusai rapat koordinasi angkutan Lebaran di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, enggan memberi komentar.

Di bagian lain, menurut pengamat kebijakan publik Agus Pambagyo, seharusnya melejitnya harga tiket juga menjadi tanggung jawab menteri BUMN dan menteri ESDM. Kebijakan tarif tiket untuk maskapai penerbangan Garuda Indonesia menjadi tanggung jawab Kementerian BUMN. Kementerian tersebut merupakan wakil pemerintah yang merupakan pemegang saham korporasi terbesar. “Direksi Garuda Indonesia harus patuh pada kebijakan menteri BUMN jika terkait usaha, bukan Kemenhub,” ucapnya.

Menurut Agus, harga tiket Garuda Indonesia memang menjadi patokan maskapai penerbangan lain, termasuk yang LCC (low cost carrier). “Jadi, kalau harga tiket Garuda naik, semua ikut naik. Garuda pemimpin pasar bagi maskapai domestik lainnya,” ujar dia.

Langkah lainnya, menteri ESDM harus menghapus penerimaan negara bukan pajak untuk avtur. Badan Pengelola Hilir (BPH) Migas mematok pajak 0,3 persen per liter avtur. “Avtur di Jakarta sebenarnya sudah murah jika dibandingkan dengan di Singapura,” katanya.

Menurut Agus, tugas Kemenhub ialah mengatur TBA dan tarif batas bawah untuk menjaga supaya terjadi persaingan sehat antarmaskapai. Kemenhub justru tak boleh mengintervensi harga tiket penerbangan. Kecuali peraturan perundang-undangan mulai UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan hingga turunannya direvisi.

“Jika Menhub mengikuti keinginan publik untuk mengatur harga tiket penerbangan, maskapai berhak menuntut Menhub karena menyalahi peraturan penerbangan yang berlaku,” ungkapnya. Kemenhub, imbuh Agus, seharusnya berfokus pada keselamatan transportasi. Mengingat angka kecelakaan masih tinggi.

Kemarin, Pemerintah batal melaksanakan rapat koordinasi terbatas (Rakortas) finalisasi penurunan tarif batas atas (TBA) tiket pesawat yang dijadwalkan digelar di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Senin (13/5) pagi.

Sekretaris Menteri Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan pembatalan rapat dikarenakan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno harus mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Malang.

"Karena Bu Menteri BUMN dan Pak Menteri Perhubungan mendampingi Bapak Presiden Jokowi pada acara peresmian Jalan Tol Pandaan-Malang hari ini (kemarin) jam 10.00 WIB di Malang, maka rakortas ditunda," ungkap Susiwijono seperti dikutip dari CNNIndonesia.com.

Ia mengatakan pihaknya akan merancang ulang pelaksanaan rakortas pada sore atau malam tadi. Namun, hal itu bergantung pada jadwal Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Budi, dan Rini. "Kami akan jadwalkan ulang rakortas ini sesegera mungkin," tegasnya.

Sebelumnya, rakortas mengenai harga tiket pesawat digelar pada Senin (6/5) lalu. Budi mengaku diberi waktu satu minggu untuk dapat menurunkan harga tiket pesawat yang beberapa waktu terakhir dikeluhkan oleh masyarakat. Salah satu caranya dengan menurunkan tarif batas atas tiket pesawat yang selama ini diberlakukan. Pemangkasan khususnya dilakukan untuk harga tiket pesawat kelas ekonomi.

Menurut Budi, menurunkan tarif batas atas kelas ekonomi akan efektif menekan harga. Pasalnya, jika maskapai layanan penuh (full-service) menurunkan harga tiket pesawat, biasanya maskapai lain akan mengikuti. (car/ell/lyn/vir/ndu2)


BACA JUGA

Senin, 26 Agustus 2019 13:20

Si Pemerkosa 12 Bocah Dipenjara Dulu, Baru Dikebiri

JAKARTA– M. Aris, pemerkosa 12 bocah di Mojokerto, bisa lebih…

Senin, 26 Agustus 2019 11:07
Ketika Bule Gila Bikin Geger Desa Sayan, Ubud

Bule Sinting, Teriak – Teriak sambil Bawa Sajam

Bali jadi daerah tujuan wisata dunia. Namun tak sedikit para…

Sabtu, 24 Agustus 2019 22:37

Laode Gagal, Polri-Jaksa Lolos 7 Orang

JAKARTA, - Bursa calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Capim KPK)…

Sabtu, 24 Agustus 2019 12:06

Lima Terduga Teroris Ditangkap di Jatim

SURABAYA– Beberapa kota di Jawa Timur disinyalir menjadi tempat persembunyian…

Kamis, 22 Agustus 2019 12:09

KPK Soroti Pengadaan Alkes di e-Katalog

JAKARTA–Pengadaan alat kesehatan (alkes) terus disoroti KPK. Meskipun sudah ada…

Kamis, 22 Agustus 2019 12:08

BPOM Larang Label Bebas Minyak Sawit

JAKARTA–Produsen barang konsumsi dilarang memasang label palm oil free atau bebas…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:15

Arkeologi Tak Hanya Sekadar Bangunan Kuno

Bagi Retno Isnurwindryaswari, arkeologi tidak hanya berbicara cagar budaya. Disiplin…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:08

Gigolo Membunuh Karena Emosi Dikata-katain

DENPASAR – Untuk menggambarkan kembali peristiwa terbunuhnya SPG Dealer Mitsubishi…

Kamis, 22 Agustus 2019 10:19

Kasus Tunggakan Gaji Pemain Persegres Gresik United, Manajemen Konsisten Mangkir

GRESIK–Manajemen Persegres Gresik United sepertinya tak ada niatan membayar tunggakan…

Rabu, 21 Agustus 2019 21:31

Demokrat Masuk Pendukung Pemerintah Jokowi? Hinca Panjaitan : Pak SBY Sedang Menata Hati

PROKAL.CO, SAMARINDA - Para kader Demokrat diminta bersabar menunggu arahan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*