MANAGED BY:
SELASA
20 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 14 Mei 2019 14:23
Kenaikan Harga Ayam Bukanlah Tradisi
SUDAH SWASEMBADA: Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak berlebihan dalam mengonsumsi ayam jelang Idulfitri agar harganya tidak melonjak.RAMA SIHOTANG/KP

PROKAL.CO, SAMARINDA- Kenaikan harga bahan pokok jelang Idulfitri dianggap biasa oleh masyarakat. Sebab meski stok bahan makanan mencukupi dari kebutuhan, harga tetap melambung. Salah satu komoditas yang dianggap bisa mengalami kenaikan adalah daging ayam. Padahal secara stok, kebutuhan ayam seluruhnya sudah bisa dipenuhi peternak lokal.

Saat ii kenaikan harga ayam belum terlalu signifikan. Dalam delapan hari puasa Ramadan, harga ayam masih terpantau Rp 30 ribu per kilogram. Kenaikannya hanya Rp 1.000-2.000 dibandingkan sebelum bulan puasa.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Kaltim Heni Purwaningsih mengatakan, kenaikan harga ayam sudah dianggap biasa oleh masyarakat. Padahal tidak seperti itu. Kenaikan harga ayam bukan tradisi melainkan harus ditekan lonjakannya jelang Idulfitri. “Saat ini sudah terjadi kenaikan tapi hanya Rp 1.000-2.000 dibandingkan harga sebelum Ramadan,” ungkapnya.

SUDAH SWASEMBADA: Kaltim sudah swasembada ayam potong, jadi tak ada alasan naiknya harga ayam karena pasokan terbatas. (ramasihotang/kp)

 

Dia menjelaskan, Kaltim saat ini sudah swasembada ayam. Artinya harganya tidak boleh meningkat. Stok aman, dari kebutuhan per bulan hanya 1.416 ton, kini sudah disediakan stok mencapai 11.934 ton daging ayam. Dari ketersediaan stok, terlihat sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan bahkan hingga sesudah Idulfitri.

“Pakannya ayam memang masih impor. Makanya kemarin ketika produksi pakan turun dan rupiah tertekan, harga ayam sempat meningkat,” katanya.

Dia berharap kenaikan harga ayam jelang Idulfitri dapat ditekan. “Permintaan yang tinggi bisa membuat harga meningkat. Namun kita coba terus menekan harga dengan memantau stok dan distribusi barang,” tuturnya.

Dia menjelaskan, tak hanya ayam saat ini sudah ada beberapa harga yang naik seperti cabai. Sudah ada kenaikan, sebelum Ramadan harga cabai masih di bawah Rp 30 ribu per kilogramnya, saat ini sudah mencapai Rp 50 ribu per kilogram. “Kenaikan harga cabai itu disebabkan logistik yang terganggu. Kami dapat informasi gelombang laut sedang tinggi. Ini berpengaruh karena cabai didatangkan dari Sulawesi,” ujarnya.

Sehingga, tambahnya, distribusi yang terganggu membuat harga naik cukup signifikan. Pihaknya akan terus memantau harga, stok, distribusi seluruh bahan makanan agar tidak bergejolak jelang Idulfitri. “Stok seluruhnya aman, tinggal permintaan masyarakat yang tidak boleh berlebihan agar harga tetap stabil. Ini berlaku untuk seluruh komoditas, tidak hanya cabai dan ayam,” pungkasnya. (*/ctr/ndu)


BACA JUGA

Minggu, 18 Agustus 2019 15:16

Bogasari Siap Kembangkan Pasar UKM di Kalimantan

PROKAL.CO, SAMARINDA - Potensi pasar UKM makanan berbasis tepung terigu…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:56

B30 Jadi Harapan Baru, Bantu Perbaikan Harga CPO

Berhasilnya rangkaian road test penggunaan B30 memberikan harapan baru bagi…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:55

Industri Pengolahan Punya Andil Terbesar

BALIKPAPAN - Industri pengolahan minyak menjadi salah satu penyumbang pertumbuhan…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:54

Buktikan Ketangguhan New Triton

JAKARTA – Tak ingin berpuas diri. Setelah menguasai pasar pick-up…

Jumat, 16 Agustus 2019 09:52

ADUH..!! Neraca Dagang Defisit Lagi

JAKARTA– Neraca perdagangan kembali defisit. Pada Juli lalu, defisit neraca…

Kamis, 15 Agustus 2019 11:31

Presiden Hilangkan PPN Kertas Media Cetak

JAKARTA– Desakan untuk penghapusan pajak pertambahan nilai (PPN) atas pembelian…

Kamis, 15 Agustus 2019 10:46

Peredaran Benih Sawit Ilegal, Dua Daerah Ini Paling Banyak

SAMARINDA- Petani kelapa sawit tampaknya harus lebih berhati-hati dalam membeli…

Kamis, 15 Agustus 2019 10:44

Bulan Juni, Kunjungan Wisman ke Kaltim Naik

SAMARINDA – Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Kaltim…

Kamis, 15 Agustus 2019 10:43

Dorong Kaltim Masuk Pengembangan Wisata Pusat

BALIKPAPAN – Meski memiliki potensi pariwisata yang besar, pemerintah pusat…

Selasa, 13 Agustus 2019 13:14

Neraca Perdagangan Kaltim Turun, Hilirisasi Tidak Bisa Ditunda

SAMARINDA- Meski masih menunjukkan tren positif, kinerja neraca perdagangan Kaltim…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*