MANAGED BY:
SENIN
26 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 14 Mei 2019 13:38
Dari Kasus Kelangkaan Bawang Putih
Kendalikan Harga lewat Intervensi
PUNYA SOLUSI: Kelangkaan bawang putih, beberapa waktu lalu, membuat pemkot mengambil sikap dengan mengintervensi pengendalian harga bahan pokok.

PROKAL.CO, SAMARINDA–Lonjakan harga bawang putih yang menembus Rp 150 ribu per kilogram sebelum Ramadan membuat pemkot mawas diri. Mengatrol harga bahan pokok sepanjang Ramadan hingga Idulfitri menjadi atensi agar kebutuhan masyarakat terakomodasi.

Evaluasi inflasi di triwulan pertama 2019 jadi tolok ukur Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Menyiasati harga bahan pokok agar berada pada kisaran yang terjangkau kocek masyarakat Kota Tepian. “Masyarakat enggak perlu takut. Pemkot bakal intervensi jika ada lonjakan harga lagi,” ucap Syaharie Jaang, wali kota Samarinda selepas rapat koordinasi TPID, kemarin (13/5).

Campur tangan pemkot itu tentu berwujud ketika pemkot mengambil opsi mendistribusikan 58 ton bawang putih murah ke setiap rukun tetangga se-Samarinda dengan kisaran harga yang turun signifikan. Hanya Rp 40 ribu per kilogramnya. Langkah ini, kata Jaang, jelas ampuh meredam fluktuasi harga pasaran.

Keberadaan dua perusahaan daerah (perusda), yakni Perusda Pergudangan dan Aneka Usaha (PAU) dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) bisa mengambil alih kerja pengendalian harga bahan pokok. “Opsi seperti itu (intervensi) bisa setiap saat kita tempuh jika ada kenaikan sembilan bahan pokok (sembako) tak wajar seperti bawang putih itu,” tuturnya. “Ini ternyata solusi yang ampuh menekan pelaku usaha nakal,” imbuhnya.

Terlebih, hasil evaluasi TPID, lanjut orang nomor wahid di Samarinda itu, kenaikan harga itu rutin meningkat ketika Ramadan. Karena itu, intervensi lain pasti ditempuh jika kenaikan harga ajek tak masuk akal. Apalagi, pemkot sudah bekerja sama dengan beberapa kabupaten/kota penghasil bahan pokok. Semisal dua kabupaten di Sulawesi Selatan, Bantaeng dan Enrekang. “Jadi kalau ada pelaku usaha yang nakal. Saya bisa perintahkan Perusda PAU dan BPR untuk segera mengintervensi agar bahan pokok apa yang bermasalah segera ambil langkah seperti sebelumnya,” singkat dia. (*/ryu/ndy/k8)


BACA JUGA

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:36

Kebijakan Moneter Makin Longgar, Bunga Acuan Turun Jadi 5,50 Persen

JAKARTA– Bank Indonesia (BI) kembali melonggarkan kebijakan moneter. Setelah memangkas…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:35

Menunggak Bayar Denda di KPPU, Sanksi Pidana Menanti Pengusaha

BALIKPAPAN- Komisi Pengawas persaingan Usaha (KPPU) Wilayah V Kalimantan mencatat…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:34

Beli Mobil Dapat TV, Datangi Acara Auto 2000 di e-Walk

BALIKPAPAN- Auto2000, diler resmi Toyota di Kota Minyak terus berupaya…

Jumat, 23 Agustus 2019 10:45

UKM Mulai Menjamur di Kaltim

SAMARINDA- Usaha kecil dan menengah (UKM) menjadi salah satu pemberi…

Jumat, 23 Agustus 2019 10:42

Konsisten Bikin Inflasi Terkendali

SAMARINDA- Kinerja tim pengendali inflasi daerah (TPID) Kaltim patut mendapat…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:22

Jadikan Kakao Komoditas Unggulan

SAMARINDA- Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim berencana mengajukan hak paten atas…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:20

Investor Harus Dibuat Nyaman

SAMARINDA- Kaltim sudah lama menikmati pertumbuhan ekonomi dari komoditas tidak…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:18

Dasar Aset Pemprov Belum Jelas, Daerah Sulit Terwujud

BALIKPAPAN- Langkah Kementerian Dalam Negeri memberikan izin penerbitan surat utang…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:16

Ekonomi Lokal Masih Dilanda Ketidakpastian

Sepanjang semester I 2019, ketidakpastian masih menyelimuti iklim ekonomi di…

Rabu, 21 Agustus 2019 09:36

Terkesan Setengah-Setengah, Penurunan Tiket Belum Berdampak

Penurunan tarif tiket pesawat berbiaya rendah atau low cost carrier…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*