MANAGED BY:
SENIN
26 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Selasa, 14 Mei 2019 13:30
Menyulap Lahan Kritis Pascatambang, Ribuan Hektare Jadi Lahan Peternakan
SUDAH HIJAU: Lokasi lahan kritis segera menjadi peternakan sapi di Sangasanga setelah diolah oleh warga setempat. FUAD MUHAMMAD

PROKAL.CO, Warga RT 24, Sangasanga Dalam, Sangasanga, Kukar, berupaya menentukan nasib. Salah satunya melalui berdikari di bidang perkebunan dan pertanian. Sebagian besar lahan kampung yang dulunya kawasan tambang, perlahan mereka sulap menjadi bernilai ekonomis.

MUHAMMAD RIFQI, Sangasanga

SUMBER air bersih di RT 24 rusak berat. Aktivitas pertambangan batu bara jadi penyebab. Itu terjadi pada tahun 2000. Warga seolah tak mampu berbuat. Mereka hanya bisa menerima bantuan air bersih oleh perusahaan.

Belum lagi banjir lumpur juga pernah menerjang kawasan tersebut. Lumpur setinggi hampir selutut dewasa masuk ke permukiman dan rumah warga. Tetapi perusahaan tambang bergeming. Seolah bencana itu tidak ada sangkut paut dengan perbuatan mereka.

Peristiwa itu perlahan membuka mata warga. Aktivitas tambang hanya memberi dampak negatif ke lingkungan. "Itu juga yang membuat warga RT 24 tak mau lagi bergantung dengan aktivitas tambang. Kami memilih aktivitas yang baik untuk lingkungan seperti bertani, berkebun dan beternak," tambah Zaenuri, ketua RT 24.

Mereka pun membentuk kelompok Daya Karya Mandiri (DKM), wadah masyarakat mengembangkan keterampilan di bidang pertanian dalam arti luas. Salah satunya dengan mengembangkan peternakan sapi di kampung tersebut. Kini ternak tersebut dikembangbiakkan di lahan milik PT Pertamina dalam bentuk kandang. Saat ada 11 ribu hektare lahan PT Pertamina EP Field Sangasanga lainnya akan menjadi lokasi peternakan.

Dasi, ketua DKM mengatakan, lahan tersebut dulunya terbilang sangat kritis. Namun, warga sekitar berhasil membuat lahan tersebut memiliki unsur hara dan humus yang lebih banyak. Selain ditanami rumput-rumput untuk pakan ternak, di lahan pascatambang tersebut akan mulai ditanami pohon pisang. Batang pisang, kata dia, juga disukai oleh sapi.

"Di lahan ini nanti sapi dilepasliarkan. Kotoran sapi juga akan membuat tanah semakin subur. Sapi yang dilepasliarkan dan digembala, dagingnya juga akan lebih tebal. Makanya pemanfaatan lahan kritis ini kami harapkan juga bisa menjadi contoh," tambahnya.

Dia pun berharap status peminjaman lahan dalam jangka waktu lebih lama bisa diberikan oleh PT Pertamina. Hal ini juga akan memengaruhi perkembangan peternakan sapi tersebut. Pasalnya, bantuan pemerintah biasanya juga berkaitan dengan kejelasan status lahan yang dikuasakan oleh warga.

"Saat ini keliling lahan juga sudah diberi pagar duri bantuan dari PT Pertamina. Sehingga sapi juga tidak keluar dan tetap di lokasi lahan. Untuk sementara sapi masih di kandang sampai treatment lahan kritis selesai. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa terealisasi," tutup Dasi. (ndy/k16/bersambung)


BACA JUGA

Senin, 26 Agustus 2019 11:27

KEMANA...?? Izin Beli Es Campur, Istri Tidak Pulang-Pulang

Tak ada cekcok, istri Nanang Budiono tiba-tiba saja menghilang. Ponselnya…

Senin, 26 Agustus 2019 11:25

Wabup Sepakati Pembangunan Terminal Tepi C

SANGATTA–Lantaran belum punya terminal tipe C, sejumlah angkutan kota (angkot)…

Senin, 26 Agustus 2019 11:23

Kasus Debu Digiring ke Pusat

Persoalan debu di SMP 2 Loa Kulu ternyata sudah lama…

Senin, 26 Agustus 2019 11:22

Enam Puskesmas Belum Terakreditasi

SENDAWAR – Hingga kini masih ada enam di antara 13 puskesmas…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:31

Jalan Utama Sering Terkena Abrasi, Jalan Alternatif Terkendala APBD

Jalan poros Kecamatan Loa Kulu-Loa Janan rawan tergerus abrasi. Sebenarnya,…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:29

Rusak Kabel Kontak Motor, Dua Maling Ini Sukses Curi Belasan Motor

    Dua Tersangka Curanmor Dibekuk Belasan Sepeda Motor dan…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:22

Tradisi Mulai Punah, Begasing Kembali Hidup

SANGATTA–Permainan gasing ini jaya pada eranya. Bahkan, pada masanya, gasing…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:21

Cari Sampingan, Pedagang Sembako Diciduk Petugas

  TABALAR–Seorang perempuan bernama Ani (44) terpaksa berurusan dengan pihak…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:18

Piutang Rp 1,5 M Belum Dibayar, Diskes Kutim Tak Bisa Beli Obat

SANGATTA–Ketersediaan obat-obatan di Dinas Kesehatan Kutai Timur (Diskes Kutim) semakin…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:07

Kontainer Sempat Hambat Aktivitas Lalu Lintas

TANJUNG REDEB–Kondisi jalan yang berlubang membuat mobil kontainer milik PT…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*